Application of PDEODE Learning Model to Increase Student's KPS in Buffer Solution

Mamah Halimah, Indah Langitasari, Solfarina Solfarina

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan KPS siswa melalui penerapan model pembelajaran PDEODE. Desain penelitian ini adalah one group pretest-posttest dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Intrumen pengukuran yang digunakan berupa tes pilihan ganda berjumlah 30 soal dan lembar observasi yang telah tervalidasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif menggunakan N-Gain dan analisis statistik menggunakan uji t dependen. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa adanya peningkatan KPS siswa akibat penerapan model pembelajaran PDEODE. Peningkatan ini dibuktikan oleh hasil uji t yang memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai N-Gain yang diperoleh pada masing masing indikator yang diteliti adalah indikator menafsirkan (0,682), indikator mengelompokkan (0,338), indikator mengamati (0,569), meramalkan (0,456), mengajukan pertanyaan (0,506), merumuskan hipotesis (0,433), merancang percobaan (0,511), menggunakan alat/bahan (0,449), menerapkan konsep (0,458) dan berkomunikasi (0,529). Dapat dibuktikan bahwa KPS siswa meningkat

This study aims to determine the increasing of students' KPS through the application of the PDEODE learning model. The design of this study was one group pretest-posttest with purposive sampling technique. The measurement instruments that be used were multiple choice tests with a total of 30 questions and validated observation sheets. Data analysis techniques that used in the form of descriptive analysis using N-Gain and statistical analysis using the dependent t test. Based on the results of the research, it was found that there was a development in student KPSPSS due to the application of the PDEODE learning model. This development was proved by the results of the t test which has a significant value of 0,000. N-Gain values that obtained in each indicator that be observed were interpreting indicators (0.682), grouping indicators (0.338), observing indicators (0.569), predicting (0.456), asking questions (0.506), formulating hypotheses (0.433), designing experiments (0.511), using tools/materials (0.449), applying the concept (0.458) and communicating (0.529). It can be proven that student KPS is increasing

Keywords

KPS; buffer solution; PDEODE learning model

Full Text:

PDF

References

Afiyanti, N. A., & Cahyono, E. (2014). Keefektifan Inkuiri Terbimbing Berorientasi Green Chemistry terhadap Keterampilan Proses Sains. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 8(1).

Agustina, M., Adlim, & Yusrizal. (2013). Peningkatan Keterampilan Proses Sains dan Motivasi Belajar Siswa melalui Penerapan Home Experiment. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 34-46.

Akinbola, A., & Afolabi, F. (2010). Analysis of Science Process Skill in West African Senior Secondary School Certificate Physics Practical Examinations in Nigeria. American-Euresian Journal of Scientific Research , 5(4) 234-240.

Ardiyan. (2015). Pengaruh Strategi Pembelajaran PDEODE (Predict-Discuss-Explain-Observe-Discuss-Explain) Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Pada Kompetensi Dasar Menerapkan Macam-Macam Gerbang Dasar Rangkaian Logika Di SMKN 2 Surabaya. Jurnal pendidikan teknik elektro UNESA , 681-686.

Assriyanto, K. E., Sukardjo, J., & Saputro, S. (2014). Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah melalui Metode Eksperimen dan Inkuiri Terbimbing Ditinjau dari Kreativitas Siswa pada Materi Larutan Penyangga di SMAN 2 Sukoharjo Tahun Ajaran 20113/2014. Jurnal Pendidikan Kimia, 3, 89-97.

Avianti, R., & Yonata. (2015). Keterampilan Proses Sains Siswa melalui Penerapan Model Pembelajaran Cooperatif Materi Asam Basa Kelas XI SMAN 8 Surabaya. UNESA Journal of Chemical Education, 4, 224-231.

Bakar, A., Halim, A., & Mursal. (2015). Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Penguasaan Konsep Siswa SMP Pada Konsep Tekanan. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 3, 1-6.

Chang, R. (2004). Kimia Dasar Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Costu, B. (2008). Learning Science through the PDEODE Teaching Strategy: Helping Students Make Sense of Everyday Situations. Eurasia Journal of Mathematics, Science & Technology Education , 3-9.

Dipalaya, T., Susilo, H., & Carebima, A. D. (2016). pengaruh strategi pembelajaran PDEODE (Predict-Discuss-Explain-Obserce-Discuss-Explain) pada Kemampuan Akademik Berbeda terhadap Keterampilan komunikasi siswa. Jurnal Pendidikan, 9, 1913-1720.

Durotulaila, A.H., & DKK. (2014). Pengaruh Model Pembelajaran REACT (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transferring) dengan Metode Eksperimen dan Penyelesaian Masalah terhadap Prestasi Belajar Ditinjau Dari Kemampuan Analisis Siswa. jurnal pendidikan kimia (JPK) , 66-74.

Faizi, M. (2013). Ragam metode mengajar eksakta pada murid. Jogjakarta: Diva press.

Fitriyani, R., Haryan, & Susatyo. (2017). Pengaruh Model Inkuiri Terbimbing terhadap Keterampilan Proses Sains pada Materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 11, 1957-1970.

Hasanah, A., & Utami, L. (2017). Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa. Jurnal Pendidikan Sains , 56-64.

Kolari, S. R., & Tiili, J. (2005). Enhancing Engineering Students’ Confidence Using Interactive Teaching Metdhods – Part 2: postest results for the Force Concept Inventory showing enhanced donfidence. World transctions on engineering and tehnology , 93-65.

Masykurni, Gani, A., & Khaldun, I. (2016). Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) berbasis Komputer untuk Meningkatkan Sikap Ilmiah dan Hasil Belajar pada Konsep Larutan Penyangga di SMAN 1 Padang Tiji. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 4, 83-95.

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 SMA tahun 2018. (2018). Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah.

Nirwana, H., Haryani, S., & Susilogati, S. (2016). Penerapan Praktikum Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kterampilan Proses Sains Siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 1788-1797.

Nur, A. (2015). Peningkatan Kemampuan Mengamati dan Hasil Belajar IPA melaui Metode Guided Discovery Siswa kelas V SDN Kepuhan, Sewon. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 4, 1-10.

Purnama, D. R., Mawardi, & Fadhilah. (2016). Analsiis Kesulitan Belajar Kimia Pada Materi Larutan Penyangga Siswa Kelas XI IPA I MAN 2 Pontianak. Ar-Razi Jurnal ilmiah: UMP, 87-98.

Putri, T. M., & Dian, N. (2016). keterampilan proses mengamati dan berkomunikasi pada materi pokok ikatan kimia menggunakan model Guided INquiry Learning (POGIL). prosiding seminar nasional kimia dan pembelajarannya, 265-272.

Rahmani, Halim, A., & Jalil, Z. (2015). Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 3(1), 158-168.

Rahmawati, R., Haryani, S., & Kasmul. (2014). Penerapan Praktikum Berbasis Inkuiri untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 8, 1390-1397.

Ramadhan, F., Mahanal, S., & Zubaidah, S. (2017). Kemampuan Bertanya Siswa Kelas X SMA Swasta Kota Batu pada Pembelajaran BIologi. Biodukasi, 8, 11-15.

Ramdan, S., & Hamidah, I. (2015). Peningkatan Keterampilan Proses Sains Siswa SMP Melalui Penerapan Levels of Inquiry dalam Pembelajaran IPA Terpadu. Edusains, 7, 105-113.

Riduan. (2005). Belajar Mudah Penelitian untuk Guru. Bandung: Alfabeta.

Roudhatus, S., Purwoko, A. A., & Gunawan, E. R. (2016). Penerapan Pembelajaran Investigasi Kelompok untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Ditinjau dari Intellegence Quotient Siswa. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 2, 1-11.

Sa'adah, N., & Supartono. (2013). Penggunaan Pendekatan Chemoentrepreneurship pada Materi Larutan Penyangga untuk Meningkatkan Life Skill Siswa. Unnes Journal, 2, 112-117.

Salamah, U., & Mursal. (2017). meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik menggunakan metode eksperimen berbasis inkuiri pada materi kalor. jurnal pendidikan sains indonesia, 59-65.

Saputra, A., Sri, W., & Slamet, S. (2015). peningkatan keterampilan merancang eksperimen siswa melalui penerapan strategi Guided Inquiry di SMP Negeri 6 Surakarta kelas VIII F Tahun Pelajaran 2011-2012. Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi FKIP UNS , 264-268.

Sarlivanti, Adlim, & Djailani. (2015). Pembelajaran Praktikum Berbasis Inquiri Terbimbing untuk Meningkatkan Keterampilan Berfikir Kritis dan Keterampilan Proses Sains pada Pokok Bahasan Larutan Penyangga. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 75-86.

Simanjuntak, N. D., Rohiat, S., & Elvinawati. (2017). Hubungan Antara Sarana Laboratorium terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa kelas XI MIPA 5 di SMAN 3 Kota Bengkulu. Alotrop, 1, 102-105.

Simbolon, E. R., & Tapilouw, F. S. (2015). Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah dan Pembelajaran Kontestual terhadap Berfikir Kritis Siswa SMP. Edusia, 7(1). 97-104.

Sirajuddin, Rosdianto, H., & Sulistri, E. (2018). Penerapan Model REACT untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa pada Materi Arus Listrik. Jurnal Pendidikan Fisika dan Keilmuan (JPFK), 4, 17-22.

Sukarno, Permanasari, & Hamidah. (2013). The Profile of Science Process Skill (SPS) Student at Secondary High School (Case Study in Jambi). International Journal of Scientific Engineering and Research (IJSER) , 2347-3878.

Wulandari, R. R., & Siswoyo, F. B. (2015). Pengaruh Model Pembelajaran PDEODE terhadap Hasil Belajar Kognitif Fisika Siswa SMA. E-Journal SNF 2015, 181-186.


View Counter: Abstract - 185 and PDF - 208

Refbacks

  • There are currently no refbacks.