PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA TERINTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER DAN TIK BERBASIS INKUIRI

Yatmi Yatmi

Abstract


Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar, aktivitas karakter, dan keterampilan ber-TIK siswa melalui pembelajaran IPA terintegrasi pendidikan karakter dan TIK berbasis inkuiri di kelas VIII H SMPN 27 Semarang. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII H SMP Negeri 27 Semarang tahun pelajaran 2013/2014 pada materi Cahaya. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dan setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar dan lembar observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa, yaitu pada siklus I siswa yang tuntas hanya mencapai 34.38% dan rata-rata hasil belajar siswa hanya mencapai 64.84, pada siklus II siswa yang tuntas mencapai 93.75% dan rata-rata hasil belajar siswa sebesar 77.03. Aktivitas karakter siswa mengalami peningkatan. Pada siklus I pertemuan pertama dan kedua berada pada kategori mulai terlihat, sedangkan pada pertemuan ketiga pada kategori mulai berkembang. Pada siklus II mengalami peningkatan, pada pertemuan keempat terjadi rata-rata aktivitas karakter siswa berada pada kategori mulai berkembang dan aktivitas karakter siswa pada pertemuan kelima pada kategori membudaya. Keterampilan TIK siswa juga mengalami peningkatan. Pada siklus I, rata-rata keterampilan ber-TIK siswa pada pertemuan pertama dan kedua berada pada kategori sedang dan pada pertemuan ketiga mencapai kategori tinggi. Pada siklus II pertemuan keempat dan kelima berada pada kategori sangat tinggi.

The aims of this research are to improve learning outcomes, the activity character, and ICT skills of students through integrated science character education and ICT inquiry-based learning in grade VIII H SMPN 27 Semarang. The research arestudents of SMPN 27 Semarang grade VIII H in the academic year 2013/2014 on material of Lights. This study consisted of two cycles and each cycle consists of four phases: planning, implementation, observation, and reflection. The collection techniques used in this research are test the results of study and observation sheets. The results showed an increase instudent learning outcomes, that the first cycle of students who pass only reached 34.38% and the average student learning outcomes only reaches 64.84, on the second cycle students who completed reached 93.75% and the average student learning outcomes at 77.03. Activity character of students has increased. In the first cycle of the first and the second meering in the began to be seen category, whileat the third meetingon the began to develop category. In the second cycle increases, in the fourth meetingoc curred on average activity of the student's character is in the began to develop category and character activities of students at the fifth meeting on the entrenched category. ICT skills of students also increased. In the first cycle, the average ICT skills of students in the first and the second in meeting middle category and at the third meeting of achieving high category. In the second cycle the fourth and fifth meetings are at very high category.


Keywords


character education, inquiry, ICT, learning outcomes

Full Text:

PDF

References


Amirin, S. 2012. Pembelajaran Biologi Model Childrens Learningin Science Melalui Inkuiri Terbimbing dan Inkuiri Bebas Termodifikasi Ditinjau dari Sikap Ilmiah dan Kemampuan Berpikir Kritis. Tesis. Solo: UNS.

Astuti, Y., & Setiawan, B. 2013. Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Pendekatan Inkuiri Terbimbing dalam Pembelajaran Kooperatif pada Materi Kalor. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 2(1): 88-92.

Asyhari, Sunarno, & Sarwanto. 2014. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika Sma Berbasis Inkuiri Terbimbing Terintegrasi Pendidikan Karakter. Jurnal Inkuiri, 3(1): 62-75.

Agustin, P.S., Probosari, R.M. & Harlita. 2011. Pengaruh Metode Inquiri Terpimpin dalam Pembelajaran Biologi terhadap Keterampilan Proses Sains Ditinjau dari Minat Belajar Siswa SMA Tahun Pelajaran 2011/2012. Jurnal Pendidikan Biologi, 3(2): 26-35.

Bass, J. E., Contant, L. T., & Carin, A. A. 2008. Teaching Science as Inquiry. Boston: Allyn and Bacon.

Geier, R., Blumenfeld, P.C., Marx, R.W., Krajcik, J.S., Fishman, B., Soloway, E., & Chambers, J.C., 2008. Standardized Test Outcomes for Students Engaged in Inquiry-Based Science Curricula in the Context of Urban Reform. Journal of Research In Science Teaching, 45(8): 922939.

Jannah, M., Sugianto, & Sarwi. 2012. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berorientasi Nilai Karakter melalui Inkuiri Terbimbing Materi Cahaya pada Siswa Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama. Journal of Innovative Science Education, 1(1): 54-60.

Khan, M., & Iqbal, M. Z. 2011. Effect of Inkuiri Lab Teaching Method on the Development of Scientific Skills through the Teaching of Biology in Pakistan. Strength for Today and Bright Hope for Tomorrow Journal, 11(1), 169-178.

Minner, D.D. 2009. Inquiry Based Science Instruction-What is and does it Matter? Results from a Research Synthesis Years 1984 to 2002. Journal of Research in Science Teaching, 47(4): 474.

Suharsimi, 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Suma, K. 2010. Efektivitas Pembelajaran Berbasis Inkuiri dalam Meningkatkan Penguasaan Konten dan Penalaran Ilmiah. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 43(6): 47-55.

Trianto. 2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif - Progresif : Konsep,Landasan, dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Trna, J., Trnova, E., & Sibor, J. 2012. Implementation of Inquiry-Based Science Education In Science Teacher Training. Journal of Educational and Instructional Studies in the World, 2(4): 199-209.

Wenning, C. J. 2005. Implementing Inquiry Based Instruction in the Science Classroom: A New Model for Solving the Improvement-of-Practice Problem. Journal of Physics Teacher Education, 2(4): 7.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.