Kajian Jaringan Drainase Kampus UNNES Menuju Sistem Drainase Berwawasan Lingkungan

Bambang Sugiyarto

Abstract


Perkembangan pembangunan UNNES belakangan ini terus meningkat dengan dibangunnya beberapa bangunan gedung bertingkat dan perluasan jalan. Tujuan pembangunan ini adalah untuk meningkatkan fasilitas sarana prasarana di UNNES. Paradigma baru sistem drainase menempatkan drainasi perkotaan sebagai prasarana kota yang dilandaskan pada konsep drainase yang berwawasan lingkungan atau berkelanjutan. Untuk itu perlu diupayakan agar air hujan yang jatuh ditahan terlebih dahulu untuk memperbesar jumlah air yang meresap ke dalam tanah melalui daerah resapan alamiah maupun buatan. Oleh karena itu, kampus UNNES perlu membuat tampungan/embung dan sumur resapan sehingga air hujan yang jatuh di lingkungan UNNES dapat ditampung dan diresapkan ke dalam tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui debit limpasan air, kapasitas drainase eksisting dan kebutuhan sumur resapan sebagai metode konservasi air di kawasan UNNES. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah curah hujan, curah hujan rata-rata kawasan, pemilihan jenis distribusi hujan, perhitungan waktu konsenstrasi, menentukan besarnya intensitas hujan pada kala ulang 2, 5, 10, 20 dan 50 tahunan, pembagian zona drainase, perhitungan Debit banjir, perhitungan kapasitas saluran eksisting dan penghitungan kebutuhan sumur resapan. Jumlah sumur resapan yang dibutuhkan sebanyak 1.388 buah dengan kedalaman 3 meter dan diameter 80 cm.

Keywords


sistem drainase; konservasi; sumur resapan

Full Text:

PDF

References


Anggrahini. 1997. Hidrolika Saluran Terbuka, Surabaya : Citra Media

Anonim, 2010. Peta Topografi Kampus Universitas Negeri Semarang Semarang

Anonim, 2014, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2014 Tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan

Anonim, 2017, Jenis-jenis Drainase Perkotaan, teknik-sipil-referensi.blogspot.co.id/2017/02/Jenis-jenis Drainase Perkotaan.html?m=1

Bonnier, 1980. Probability Distribution and Probability Analysis, DPMA, Bandung.

Hartono, Tony. 1996. Program Analisa dan Perencanaan Dimensi Saluran.

Hasmar. Halim, 2002, Drainase Perkotaan, Yoyakarta : UII Press

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/mekanika_tanah_lanjut/bab1_permeabilitasdanaliranairdalamtanah.pdf

http://istiarto.staff.ugm.ac.id/

Indriyatmoko. Robertus Haryoto, 2010, Penerapan prinsip Kebijakan Zero Delta Q Dalam Pembangunan Wilayah, www.kelair.bppt.go.id//Jai/2010/vol6-1/08deltaq.pdf

Kusnaedi, 2000, Sumur Resapan Untuk Pemukiman Perkotaan & Pedesaan, Jakarta : Penebar Swadaya

L. Sedyowati dan Suhartanto E, KajianPengaruh Sistem Drainase dan Ruang Terbuka Hijau Eksisting Pada Kawasan Ruas Jalan Utama Kota Malang (Suatu Upaya Pengendalian Genangan di Daerah Perkotaan), journal.umm.ac.id/index.php/jmts/article/view/2544

Soewarno,1991,Hidrologi Pengukuran dan Pengolahan Data Aliran Sungai (Hidrometri).Bandung:Nova.

Sri Harto, 1993, Analisis Hidrologi, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

Sunjoto, 1991, Analisis Sumur Resapan Serta Pengembangannya, Bandung

Sunjoto, 2009, Pembangunan Sumberdaya Air dalam Dimensi Hamemayu Hayuning Bawono, Yogyakarta : Hasta Cipta Mandiri

Suripin, 2004, Pengembangan Sistem Drainase yang Berkelanjutan, Yogyakarta : Andi Offset.

Triatmodjo.Bambang, 2014, Hidrologi Terapan, Yogyakarta : Beta Offset




DOI: https://doi.org/10.15294/jtsp.v19i2.11281

Refbacks

  • There are currently no refbacks.