EVALUASI SIMPANG UTAMA KORIDOR SELATAN KOTA SEMARANG STUDI KASUS SIMPANG BANYUMANIK

Untoro Nugroho

Abstract


Abstrak: The position of Semarang  reviewed  in national and  regional scale  is very strategic,  theimpacts of  traffic growth are sustained  locally and are quite  large. That growth  traffic  flows should be assessed  continuously  so as  to avoid negative  impacts. The pattern of  traffic  flows  in a  road section can be seen from the intersection arrangement pattern that is on the segment. Parameters studied include:  the number of vehicles out of each arm, current conditions and  time of the signal. This  analysis  includes:  the  basic  saturation  flow,  traffic  flow,  cycle  time,  green  time,  capacity, degree of saturation and traffic behavior. From the results of research on the signalized intersection at  the  intersection Banyumanik, obtained by  the basic saturation  flow on  the northern approach of 5310 pcu/h, east of 3060 pcu/h, south of 4740 pcu/h. Saturation flow rate on the northern approach of 4117 pcu/h, east of 2100 pcu/h, south of 4064 pcu/h. Comparison of  the current  intersection of 0.857. green  time of 161 seconds. Capacity on  the northern approach of 2474 pcu/h, east of 681 pcu/h, south of 2442 pcu/h. Degree of Saturation on  the northern approach of 0.7284 pcu/h, east .9261 pcu/h, south of 0.9261 pcu/h. The number of queues on the approach north of 58 pcu, pcu 32 east, south 96.3 pcu. Long queues at the northern approach of 180 meters, 178 meters east, south 294  yards.  The  number  of  stopped  vehicles  throughout  intersections  0.80  stop/pcu.Tundaan crossing  by  an  average  of  40.76  sec/pcu.  The  amount  of  capacity  and  degree  of  saturation  is almost past the recommended limit, so that wide approach needs to change.

Keywords:  evaluation, optimization, intersection, Banyumanik

 

Abstrak:  Posisi  kota  Semarang  ditinjau  dalam  skala  nasional maupun  regional  sangat  strategis akan menimbulkan  dampak  pertumbuhan  lalu  lintas  yang  bersifat  lokal maupun  menerus  yang cukup besar. Pertumbuhan  lalu  lintas yang cukup besar menghasilkan arus  lalu  lintas yang harus dikaji  terus  menerus  sehingga  tidak  menimbulkan  dampak  negatif.  Arus  lalu  lintas  yang  cukup besar  tanpa  disertai  pengaturan  pola  lalu  lintas  yang  sesuai  akan menyebabkan  tundaan  yang cukup  lama dan antrian yang cukup panjang. Pola arus  lalu  lintas suatu ruas  jalan dapat kita  lihat dari  pola  pengaturan  simpang  yang  berada  pada  ruas  tersebut.  Parameter  yang  diteliti eliputi jumlah  kendaraan  yang  keluar  dari masing.masing  lengan,  kondisi  saat  ini  dan waktu  sinyalnya. Analisis ini meliputi : arus jenuh dasar, arus lalu lintas, waktu siklus, waktu hijau, kapasitas, derajat kejenuhan dan perilaku  lalu  lintas. Dari hasil penelitian pada simpang bersinyal di persimpangan banyumanik, diperoleh arus  jenuh dasar pada pendekat utara sebesar 5310 smp/jam,  timur 3060 smp/jam,  selatan  4740  smp/jam.  Nilai  arus  jenuh  pada  pendekat  utara  sebesar  4117 smp/jam, timur  2100  smp/jam,  selatan  4064  smp/jam.  Perbandingan  arus  simpang  sebesar  0,857.  waktu hijau  sebesar  161  detik.  Kapasitas  pada  pendekat  utara  sebesar  2474  smp/jam,  timur  681 smp/jam, selatan 2442 smp/jam. Derajat Kejenuhan pada pendekat utara sebesar 0,7284 smp/jam, timur 0,9261 smp/jam, selatan 0,9261 smp/jam. Jumlah antrian pada pendekat utara sebesar 58 smp,  timur 32 smp, selatan 96,3 smp. Panjang antrian pada pendekat utara sebesar 180 meter, timur  178  meter,  selatan  294  meter.  Jumlah  kendaraan  terhenti  seluruh  simpang  0,80 stop/smp.Tundaan persimpangan rata.rata sebesar 40,76 det/smp. Besarnya kapasitas dan derajat kejenuhan hampir melewati batas yang disarankan, sehingga perlu perubahan lebar pendekat.

Kata kunci : evaluasi, optimalisasi, simpang, Banyumanik


Keywords


evaluation; optimization; intersection; Banyumanik; evaluasi; optimalisasi; simpang

Full Text:

PDF PostScript

References


American Associaton of State Highway and Transportation Officials, 2001, “ A Policy on Geometric Design of Highways and Streets “, Washington, DC, USA.

Direktorat Bina Jalan Kota, Direktorat Jendral Bina Marga, 1997, “ Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) “, Jakarta, Indonesia.

Ministry of Public Work, Directorate General of Highways, 1992, “ Standard Specifications for Geometric Design of Urban Roads “, Jakarta, Indonesia Ministry of Public Work, Directorate general of Highways, 1990, “ Standard Specifications for Geometric Design of Interurban Roads “, Jakarta, Indonesia

Pemerintah Kota Semarang, 1994, “Rencana Umum Tata Ruang Kota 1995.2005”, Semarang, Indonesia Transportation Research Board Special Report 209, 1994, “Highway Capacity Manual“ , Washington D.C., USA.

Wright, P.H and Dixon, K.K, 2004, “ Highway Engineering “, John Willey & Son, Inc, US




DOI: https://doi.org/10.15294/jtsp.v13i1.1334

Refbacks

  • There are currently no refbacks.