PENGUJIAN SIFAT MEKANIK BAMBU (METODE PENGAWETAN DENGAN BORAKS)

Sri Handayani

Abstract


Bamboo is an alternate material for wood In the structure of building, because bamboo has more easy found and cheap, if it followed with the processing technology of bamboo as an effort to improve preservation and strong. Preservation method with boraks is the other way characteristic of bamboo developing to improve quality of bamboo. The research purpose is to know comparative result mechanics strength of bamboo (compressions, tensile, and flexure strengths), due to its preservation method with the boraks. Two species of bamboo are used in this research, they are Ori and Wulung. Analysis result shown there are different mechanics strength of bamboo between preserve and not preserve. Mechanics strength of bamboo preservation have more strength. Therefore, usage bamboo in building materials, first rate of the construction, will need maximally processing with preservation of boraks.


Bambu sebagai bahan alternatif pengganti kayu dalam bahan bangunan gedung perlu dipertimbangkan, karena bambu mempunyai kelebihan mudah didapatkan dan murah, apabila disertai dengan teknologi pengolahan bambu akan mampu meningkatkan keawetan dan kekuatan bambu. Metode pengawetan dengan menggunakan boraks merupakan salah satu upaya perbaikan sifat-sifat bambu yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas bambu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kekuatan mekanik bambu (tekan, tarik dan lentur) akibat adanya metode pengawetan dengan menggunakan boraks. Jenis bambu yang digunakan adalah bambu Ori dan Wulung, yang sering dipakai untuk keperluan bahan bangunan. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada perbedaan kekuatan mekanik bambu dengan dan tanpa pengawet. Kekuatan mekanik bambu yang diawetkan dengan boraks mempunyai kekuatan lebih tinggi. Oleh karena itu, pengggunaan bambu untuk bahan bangunan terutama dalam penggunaan sebagai konstruksi perlu adanya penanganan bambu secara maksimal dengan pengawet boraks.


Keywords


boraks; mechanics strength; preservation of bamboo; boraks; kuat mekanik; pengawetan bambu

Full Text:

PDF

References


Kumar, S & Dobriyal, PB. 1988. Preservative Treatment of Bamboo for Structural Uses.

Liese, W. 1980. Preservation of Bamboo. In Lessard, G & Chouinard, A (eds). Bamboo Research in Asia. IDRC Canada.

Morisco. 1999. Rekayasa Bambu. Yogyakarta.

Pathurahman. 1998. Aplikasi Bambu pada Struktur Gable Frame. Fakultas Teknik, UGM, Yogyakarta.

Samsudin, Muchammad. 1997. Sambungan Bambu dengan Baut dan Pengisi. Thesis tidak diterbitkan. Program Pasca Sarjana, UGM, Yogyakarta.

Tim ELSPPAT. 2000. Pengawetan Kayu dan Bambu. Puspa Swara.

Rochadi, Tri. 1996. Pengujian Bahan Bangunan 2, untuk Mahasiswa Teknik Jurusan Teknik Sipil. Bandung: Pusat Pengembangan Pendidikan Politeknik Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Yuliana, Tri. 2002. Analisa Kadar Boraks dalam Mie Basah dan Mie Kering dengan Indikator Kurkumin Menggunakan Analisa Volumetri. Skripsi tidak diterbitkan. FMIPA, UNNES, Semarang.




DOI: https://doi.org/10.15294/jtsp.v9i1.6921

Refbacks

  • There are currently no refbacks.