PEMODELAN KETERSEDIAAN AIR UNTUK PERENCANAAN PENGENDALIAN BANJIR KALI BLORONG KABUPATEN KENDAL

Dewi Liesnoor Setyowati

Abstract


At centered of Blorong watershed happened switching function of farm run quickly, towards to form of setlement area, causes happened improvement of floods at downstream Kali Blorong. Making base concept of water availability model is water balance. Software yielded in the form of KTSAIRDAS.EXE is made with program delphi version 7. Result of examination shows relationship enough signifikan between debits result of model with result of measurement in field. Test value t-tes shows value t-model 0,97 bigger than t-table 0,576, told model applicable to analyse water availability in Blorong watershed by doing simulation. Debit ratio value yielded from various alternative of land uses shows smallest debit ratio value at first alternative 27,64. The biggest ratio value at alternative of 3 is 28,48. Although result of debit ratio in Blorong watershed still at tolerance threshold boundary, but current debit Kali Blorong has value to range from 27,64 to 28,48 closing stall number. Degradation of ratio is not followed with improvement of farm production rate. Evaluated from aspect produce of farm, hence composition of farm wide in the form of reduction of area of rice field and garden, can reduce debit ratio but produce of farm declines.

DAS merupakan suatu ekosistem yang memiliki kekomplekan variabel, untuk mempermudah dalam melakukan analisis sistem maka diperlukan pemodelan. Pemodelan dapat menyederhanakan sistem dengan tetap mempertahankan karakteristiknya. Model ketersediaan air disusun dalam rangka melakukan upaya perencanaan pengelolaan DAS, dinamakan software model KTSAIRDAS. EXE. Pengujian model secara grafis dan uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan cukup signifikan antara debit hasil model dengan hasil pengukuran lapangan. Model dapat digunakan untuk analisis ketersediaan air suatu DAS dengan melakukan simulasi berbagai alternatif penggunaan lahan. Nilai rasio debit Kali Blorong berkisar antara 27,64 sampai 28,48 mendekati angka kritis. Berdasarkan aspek produksi lahan, pengurangan lahan sawah dan kebun, dapat menurunkan rasio debit dan produksi juga menurun. Analisis aspek ekonomi termasuk merugikan karena terganggunya suplai beras dan tanaman tegalan yang diperlukan untuk menopang kehidupan masyarakat. Upaya pengendalian banjir Kali Blorong dapat ditekan dengan melakukan perencanaan simulasi penggunaan lahan sampai memperoleh angka rasio debit kecil, dengan harapan produksi lahan juga meningkat sehingga dari aspek ekonomi menguntungkan masyarakat.



Keywords


debt result of model; debt ratio; Model ketersediaan air; rasio debit

Full Text:

PDF

References


Arsyad, S. 1989. Konservasi Tanah dan Air. Bogor:IPB.

Asdak, C. 2002. Hidrologi dan Daerah Aliran Sungai.Yogyakarta: UGM Press.

Chow,VT. 1964. Handbook of Applied Hydrology, a Compendium of Water Resources Technology. New York: McGraw-Hill Book Company.

Haan, C.T., Johnson, and D.L. Brakensiek. 1982. Hydrologic Modeling of Small Watershed. Michigan: An ASAE Monograph.

Hillel. D. 1980. Fundamentals of Soil Physics. Ner York: Academic Press.

Manetch T., and G.L.Park. 1973. System Analysis and Simulation with Aplication to Economic and Social System. Part of Manuscrip and Classnote. Part I. Departement of Elektrical Engineering and Science.

Setyowati, Dewi Liesnoor, 2006. Model Pengendalian Banjir Berbasis Spasial Biofisik, Ketersediaan Air, dan Perilaku Masyarakat untuk Perencanaan Pengelolaan DAS. Laporan Penelitian. Semarang: Lembaga Penelitian Universitas Negeri Semarang.

Seyhan, E. 1977. The Watershed as an Hydrologic Unit. Utrecht: Geografisch Institut der Rijksuniversiteit Utrecht.




DOI: https://doi.org/10.15294/jtsp.v10i2.6953

Refbacks

  • There are currently no refbacks.