ANALISA GRADASI AGREGAT CAMPURAN PASIR PANTAI DAN PASIR LOKAL SEBAGAI BAHAN BETON KEDAP AIR DAN BETON NORMAL

Hery Suroso

Abstract


The use of beach sand as concrete material has not been done in Indonesia, it is necessary to further research. The problem is how the material properties, characteristics of the mix aggregate and aggregate characteristics as a watertight concrete and normal concrete. Types of experimental studies. Variable is the ratio of Sand Beach, Local Sand and gravel. Methods of data collection using the method of measurement or test the experimental design. Methods of analysis by means of data processing test results.

From the research, all the material properties used as a safe aggregate concrete. Characteristics of beach sand grains are refined, somewhat coarse grained Local Sand and gravel aggregate grain Pudak Umbrella maximum 20mm. For normal concrete, the comparison of mixed sand beach Tegal, Kali Gung and Gravel Pudak Umbrella 10%: 30%: 60%. Pemalang beach sand, and gravel Pudak Kali Gung Umbrella 10%: 30%: 60%, Sand Beach Rod, and the Pebbles Pudak Kaliboyo Umbrella 10%: 15%: 70%. Jepara beach sand, and gravel Pudak Muntilan Umbrella 7%: 26%: 67%. Apex beach sand, and gravel Pudak Cepu umbrella not the comparison that go into default. For concrete waterproof concrete assuming weight 2300 kg, fas 0.4, 10% sand beach Tegal: 20% Kali Gung: 70% Gravel Umbrellas Pudak 206.72 kg minimum weight of cement, 10% sand beach Pemalang: 30% Kali Gung: 60% Gravel umbrellas Pudak 219.67 kg, 1% Sand Beach Rod: 30% Kaliboyo: 69% Gravel umbrellas Pudak 202.14 kg, 7% Sand Beach Jepara: 26% Muntilan: 67% Gravel umbrellas Pudak 235.38 kg, 10% sand Apex Beach: 20% Cepu: 70% Gravel umbrellas Pudak 176.81 kg. From the results of the study concluded that beach sand can be used as normal concrete and concrete watertight, but gradation need to be tested repeatedly in order to obtain gradation into a predefined limit.

Penggunaan Pasir Pantai sebagai bahan beton belum banyak dilakukan di Indonesia, untuk itu perlu penelitian lebih lanjut. Permasalahannya adalah bagaimanakah sifat-sifat material, karakteristik agregat campuran dan karakteristik agregat sebagai bahan beton kedap air dan beton normal. Jenis penelitian eksperimen. Variabelnya adalah perbandingan Pasir Pantai, Pasir Lokal dan kerikil. Metode pengumpulan data menggunakan metode pengukuran atau tes pada rancangan eksperimen. Metode analisis dengan cara pengolahan data hasil pengujian.

Dari hasil penelitian, sifat-sifat material semua agregat aman dipakai sebagai bahan beton. Karakteristik Pasir Pantai butirannya terlalu halus, Pasir Lokal berbutir agak kasar dan kerikil Pudak Payung butir agregatnya maksimal 20mm. Untuk beton normal, diperoleh perbandingan campuran Pasir Pantai Tegal, Kali Gung dan Kerikil Pudak Payung 10%:30%:60%. Pasir Pantai Pemalang, Kali Gung dan Kerikil Pudak Payung 10%:30%:60%, Pasir Pantai Batang, Kaliboyo dan Kerikil Pudak Payung 10%:15%:70%. Pasir Pantai Jepara,Muntilan dan Kerikil Pudak Payung 7%:26%:67%. Pasir Pantai Rembang, Cepu dan Kerikil Pudak payung tidak diperoleh perbandingan yang masuk ke dalam standar. Untuk beton kedap air dengan asumsi berat beton 2300 kg, fas 0,4, 10% Pasir Pantai Tegal:20%Kali Gung:70%Kerikil Pudak Payung berat semen minimal 206,72kg, 10% Pasir Pantai Pemalang:30% Kali Gung:60%Kerikil Pudak Payung 219,67kg, 1% Pasir Pantai Batang:30% Kaliboyo:69% Kerikil Pudak Payung 202,14kg, 7% Pasir Pantai Jepara:26%Muntilan:67% Kerikil Pudak Payung 235,38kg, 10% Pasir Pantai Rembang:20% Cepu:70% Kerikil Pudak Payung 176,81kg. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa pasir pantai dapat digunakan sebagai bahan beton normal dan beton kedap air, namun gradasinya perlu diuji secara berulang agar didapatkan gradasi yang masuk kedalam batas yang sudah ditetapkan.


Keywords


Mixed Aggregate Gradation; Sand Beach; Sand Local; Gradasi Agregat Campuran; Pasir Pantai; Pasir Lokal

Full Text:

PDF

References


Haryanto, Budi. 2005. Pemanfaatan Agregat Kasar Sungai Berem sebagai Campuran Beton. UNNES SEMARANG.

Anonim. 1990. Spesifikasi Beton Bertulang Kedap Air (SK SNI S-36-1990-03). Bandung: Yayasan Lembaga Pendidikan Masalah Bangunan. Departemen Pekerjaan Umum.

Anonim. 1992. Spesifikasi Beton Bertulang Kedap Air (SK SNI 03-2914-1992). Bandung: Yayasan Lembaga Pendidikan Masalah Bangunan. Departemen Pekerjaan Umum.

Anonim. 1989. Perancangan Campuran Beton Normal. (SK SNI T-15-1990-03). Bandung: Yayasan Lembaga Pendidikan Masalah Bangunan. Departemen Pekerjaan Umum.

Tjokrodimuljo, Kardiyono. 2007. Teknologi Beton. Yogyakarta: KMTS FT UGM.

Suroso, Hery. 2001. Pemanfaatan Pasir Pantai sebagai Bahan Agregat Halus pada Beton. Tesis. Jurusan Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Gadjah Mada. Yogyajarta.

Neville, A.M and Brooks, J.J. 1987. Concriete Technology. New York. Longman Scientific & Technical Copublished in The US with John Wiley & Sons. Inc.

Anonim. 1992. Pelatihan Assisten Teknisi Laboratorium Pengujian Beton. Padalarang.




DOI: https://doi.org/10.15294/jtsp.v14i2.7091

Refbacks

  • There are currently no refbacks.