PENGARUH PENGGUNAAN POTONGAN KAWAT BENDRAT PADA CAMPURAN BETON DENGAN KONSENTRASI SERAT PANJANG 4 CM BERAT SEMEN 350 KG/M3 DAN FAS 0,5

Aris Widodo

Abstract


Concrete is a construction material that can withstand compressive strength well but to withstand tensile strength, these materials diras less perfect. To overcome this, it is given an additional piece of wire with a length of 4 cm bendrat the concrete mix. The addition of this wire as a fiber (fiber) is expected to increase the tensile strength sides, compressive strength and modulus of elasticity of concrete. From the test results obtained an increase in split tensile strength, compressive strength and modulus of elasticity. In tensile sides obtained an increase of 39.931% was achieved at a concentration of 5% fiber. In the compressive strength obtained an increase of 31.648% at a concentration of 7.5% and the modulus of elasticity of 25 670 MPa results obtained at a concentration of 7.5% fibers. Thus the use of wire bendrat can increase the strength of the concrete.

Beton merupakan bahan konstruksi yang mampu menahan kuat tekan dengan baik namun untuk menahan kuat tarik, bahan ini diras kurang begitu sempurna. Untuk mengatasi hal itu maka diberikan tambahan potongan kawat bendrat dengan panjang 4 cm pada campuran beton. Penambahan kawat ini sebagai serat (fiber) yang diharapkan mampu meningkatkan kuat tarik belah, kuat tekan dan modulus elastisitas dari beton. Dari hasil pengujian didapatkan adanya peningkatan kuat tarik belah, kuat tekan dan modulus elastisitas. Pada kuat tarik belah didapatkan peningkatan sebesar 39,931% yang tercapai pada konsentrasi serat sebesar 5%. Pada kuat tekan didapatkan kenaikan sebesar 31,648% pada konsentrasi 7,5% dan pada modulus elastisitas didapatkan hasil sebesar 25670 Mpa pada konsentrasi serat 7,5%. Dengan demikian penggunaan kawat bendrat dapat meningkatkan kekuatan pada beton.


Keywords


Effect of use; Pieces Wire bendrat; Pengaruh penggunaan; Potongan Kawat bendrat

Full Text:

PDF

References


Adi Harso. 2000. Kekedapan dan Kuat Tekan BetonMenggunakan Batu Feldspar dari Purwanegara Banjarnegara Jawa Tengah Ditinjau dari Variasi Fas (0,4; 0,45; 0,5; 0,55; 0,6) dengan Berat Semen 450 Kg/m3. Skripsi Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang : Semarang.

Anonim. 1989. Spesifikasi Agregat Sebagai Bahan Bangunan (SK-SNI-S-04-1989-F). Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan : Jakarta.

Anonim. 1990. Tata Cara Pengujian Kuat Tarik Beton (SK SNI M-60-1990-03). Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan : Jakarta.

Anonim. 1991. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Bertulang untuk Bangunan Gedung (SK SNI-T-15-1990-03). Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan : Jakarta.

Dipohusodo, I. 1999. Struktur Beton Bertulang Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03 Departemen Pekerjaan Umum RI. PT Gramedia Pustaka Utama : Jakarta.

Gani, M.S.J. Cement and Concrete. Champman & Hall : Melbourne.

Harmulif. 2004. Pemakaian 25% Abu Batu dari Campuran dengan Jumlah Semen 350 Kg/m3 terhadap Sifat-Sifat Beton. Skripsi Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang : Semarang

Kasno. 2006. PengaruhPenggunaan Potongan Kawat Bendrat Pada Campuran Beton (Tinjauan terhadap Fc, Ft, Ec pada Konsentrasi Panjang Serat 8 cm, BS 350 Kg/m3, Fas 0,5). Skripsi Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang : Semarang.

Mardiyanto, Ferry Eko. 1999. Pengaruh Konsentrasi Serat Kawat Bendrat dan Faktor Air Semen terhadap Kuat Tekan dan Lentur Pada Beton Non-Pasir. Tugas Akhir Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Janabadra : Yogyakarta.

Mulyono, Sri. 2001. Pengaruh Penambahan Serat Kawat Bendrat terhadap Kuat Tekan dan Kuat Tarik Belah Beton. Tugas Akhir Jurusan Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta : Yogyakarta.

Mulyono, T. 2003. Teknologi Beton. Andi : Yogyakarta.

Pusat Penelitian MBT, 1995. Petunjuk Praktikum Asisten Teknisi. Laboratorium Pengujian Beton : Bandung.

Samekto dan Rahmadiyanto. 2001. Teknologi Beton. Kanisius : Yogyakarta.

Saniyah, Mahmudatus. 2006. Penggunaan Serat Kawat Bendrat Panjang 12 cm Sebagai Campuran Beton pada Berat Semen 350 Kg/m3 dan Fas 0,5 ditinjau dari Kuat Tekan, Kuat Tarik, Modulus Elastisitas. Skripsi Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang : Semarang.

Suhendro, B. 2000. Beton Fiber Konsep, Apliksi, dan Permasalahannya. Universitas Gadjah Mada : Yogyakarta.

Suroso, H. 2001. Pemanfaatan Pasir Pantai sebagai Bahan Agregat Halus pada Beton. Thesis Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada : Yogyakarta.

Tjokrodimulyo, K. 1996. Teknologi Beton. Nafiri : Yogyakarta.




DOI: https://doi.org/10.15294/jtsp.v14i2.7092

Refbacks

  • There are currently no refbacks.