PENATAAN PERMUKIMAN KUMUH RAWAN BENCANA KEBAKARAN DI KELURAHAN LINGKAS UJUNG KOTA TARAKAN

Evans Oktaviansyah

Abstract


The rate of urban economic development is rapidly increasing making increasing intensity of urban activities and land use are increasingly competitive. The condition also occurred in coastal areas in the city of Tarakan which resulted in the growth of urban slums. The purpose of this study is to identify the characteristics of slums in Sub End Lingkas Tarakan City kebarakan settlements and their vulnerability and plan treatment. Method research approach using descriptive-evaluative method, the method pemobobotan level of squalor and fire. The results obtained are 1) Settlement in the Village Edge Lingkas a village on water with a majority of non-permanent structures and slums. 2) The area to the category of fire-prone slums have a tendency, it is influenced by the density of buildings and structures. Neighborhood (RT) to the category of most slum located in RT 6 and 11, while the other belongs to the category RT seedy looking. RT is not classified as slum is RT 1. Flammability level in Sub End Lingkas influenced by the density of buildings, accessibility, building structures and water sources. RT which included highly prone to fire is RT 2, 3, 8, 14, 16, and 18. 3) Setup the slum areas is done by two approaches, namely short-term problems of fire, garbage and sanitation, while the long-term plan to rejuvenate the area.

Laju perkembangan ekonomi perkotaan yang semakin pesat membuat intensitas kegiatan perkotaan meningkatkan dan pemanfaatan lahan yang semakin kompetitif. Kondisi tersebut terjadi pula pada kawasan pesisir pantai di Kota Tarakan yang berakibat pada tumbuhnya permukiman kumuh kota. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik permukiman kumuh di Kelurahan Lingkas Ujung Kota Tarakan beserta kerawanan kebarakan permukiman dan rencana penanganannya. Metode pendekatan penelitian dengan menggunakan metode deskriptif-evaluatif, dengan metode pemobobotan tingkat kekumuhan dan kebakaran. Hasil yang didapatkan yaitu 1) Permukiman di Kelurahan Lingkas Ujung berupa perkampungan di atas air dengan mayoritas struktur bangunan non permanen dan kumuh. 2) Wilayah dengan kategori kumuh memiliki kecenderungan rawan kebakaran, hal ini dipengaruhi oleh faktor kepadatan bangunan dan struktur bangunan. Rukun Tetangga (RT) dengan kategori paling kumuh berada di RT 6 dan 11, sedangkan RT lainnya termasuk kategori kumuh sedang. RT yang tidak tergolong kumuh adalah RT 1. Tingkat kerawanan kebakaran di Kelurahan Lingkas Ujung dipengaruhi oleh kepadatan bangunan, aksesibilitas, struktur bangunan dan sumber air. RT yang termasuk sangat rawan kebakaran adalah RT 2, 3, 8, 14, 16, dan 18. 3) Penataan kawasan permukiman kumuh dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu jangka pendek untuk permasalahan kebakaran, persampahan dan sanitasi, sedangkan rencana jangka panjang dengan peremajaan kawasan



Keywords


fire hazard; the arrangement of settlements; slums; bahaya kebakaran; penataan permukiman; permukiman kumuh

Full Text:

PDF

References


BAPPEDA Kota Tarakan. 2010. RTRW Kota Tarakan tahun 2010-2031. Laporan tidak diterbitkan. Tarakan.

Dinas Tata Kota Tarakan. 2005. Identifikasi dan Dokumentasi Informasi Daerah Rawan Kebakaran. Laporan tidak diterbitkan. Kota Tarakan.

Direktorat Jenderal Perumahan dan Permukiman. 2006. Pedoman Identifikasi Kawasan Permukiman Kumuh. Pedoman Umum. Jakarta.

Gotham, Kevin Fox. 2001. A City Without Slum. American Journal of Economic and Sociology. Vol 60-2001

Hesley, W Robert et al. 1995. Strategic Growth Control. Regional Science and Urban Economics Journal No 25 (1995) 435-460. www.Elsevier.com

Jenkis, Paul et al. 2007. Planning and Housing In The Rapidly Urbanising World. New York : Routledge

Kementerian Pekerjaan Umum. 2000.Ketentuan Teknis Penanggulangan Kebakaran di Perkotaan no 11/KPTS/2000. Pedoman Umum. Jakarta.

Pemerintah Kelurahan Lingkas Ujung. 2011. Profil Kelurahan Lingkas Ujung.




DOI: https://doi.org/10.15294/jtsp.v14i2.7093

Refbacks

  • There are currently no refbacks.