EFEKTIFITAS PEMANFAATAN TANAMAN RUMPUT AKAR WANGI UNTUK PENGENDALIAN LONGSORAN PERMUKAAN PADA LERENG JALAN DITINJAU DARI ASPEK RESPON PERTUMBUHAN AKAR

Hanggoro Tri Cahyo Andiyarto, Mego Purnomo

Abstract


Vetiver system applications in surface soil erosion control measures still seems to require further study. This is because the root of the composite system of land cultivation is a complex biological material so that the stability of the slope would be difficult to predict. To that end, efforts vetiver system application in compacted soil embankment as it has done in several ring roads Ambarawa root growth response need to be investigated. Dense soil structure will inhibit root penetration, and this has implications on fiber berkontribusnya no roots on soil shear strength due to increased root fibers not cut plane skidded on the surface of the avalanche. d) ranged from 1.28 - 1.34 gr/cm3 and 16.8 cm thick. At the bottom of the pot occurs due to the collection of roots can not penetrate the roots peralon covers (hubcaps). Length of roots may reach an average of 29.69 cm and a diameter of 0.40 mm root. This shows that Vetiver is able to thrive on the slope in a roundabout way Ambarawa the silt soil type kelempungan coarse grained reddish brown or red soil is often called.gOn soil planting medium coarse grained silt kelempungan reddish brown or red soil that is often referred to, in the age of the plant 90 days, vetiver grass plant roots to penetrate compacted soil layers red with a dry weight of soil volume ( d) would be possible greater average root diameter. In addition, the length and diameter of root relationships showed similarities to the distribution pattern of the same relative density.g d), number of roots, root length and root diameter in response to a growing number of pertumbuan root is the average number of roots will be possible greater average root diameter. The higher the volume of dry soil weight (gThe relationship between variables such as the volume of dry soil weight

Aplikasi sistem vetiver dalam upaya pengendalian longsoran permukaan nampaknya masih membutuhkan studi lebih lanjut. Hal ini mengingat sistem komposit akar perkuatan tanah merupakan material biologis yang kompleks sehingga stabilitas lereng akan sulit diprediksi. Untuk itu, upaya aplikasi sistem vetiver pada tanah timbunan yang dipadatkan seperti yang telah dilakukan di beberapa ruas jalan lingkar Ambarawa perlu diteliti respon pertumbuhan akarnya. Struktur tanah yang padat akan menghambat laju penetrasi akar, dan kondisi ini berimplikasi pada tidak berkontribusnya serat akar pada peningkatan kuat geser tanah karena serat akar belum memotong bidang gelincir pada longsoran permukaan. Pada media tanam berupa tanah lanau kelempungan berbutir kasar berwarna coklat kemerahan atau yang sering disebut tanah merah, pada umur tanaman 90 hari, akar tanaman rumput akar wangi mampu menembus lapisan tanah merah yang dipadatkan dengan berat volume kering tanah (gd) berkisar 1,28 - 1,34 gr/cm3 dan setebal 16,8 cm. Pada dasar pot terjadi pengumpulan akar akibat akar tidak dapat menembus penutup peralon (dop). Panjang akar dapat mencapai rata-rata 29,69 cm dan diameter akar 0,40 mm. Hal ini menunjukkan bahwa akar wangi mampu berkembang baik pada lereng jalan di jalan lingkar Ambarawa yang jenis tanahnya lanau kelempungan berbutir kasar berwarna coklat kemerahan atau yang sering disebut tanah merah. Keeratan hubungan antar variabel seperti berat volume kering tanah (gd), jumlah akar, panjang akar dan diameter akar sebagai respon dari pertumbuan akar adalah semakin banyak rata-rata jumlah akar akan dimungkinkan semakin besar rata-rata diameter akar. Semakin tinggi berat volume kering tanah (gd) akan dimungkinkan semakin besar rata-rata diameter akar. Selain itu, hubungan panjang dan diameter akar menunjukkan kemiripan pola sebaran untuk tingkat kepadatan yang relatif sama.



Keywords


vetiver system; avalanche surface; root penetration; sistem vetiver; longsoran permukaan; penetrasi akar

Full Text:

PDF

References


Budi, S.G., 2011 Pengujian Tanah di Laboratorium : Penjelasan dan Panduan, Graha Ilmu, Jogyakarta.

Bina Marga, PU, 2008, Spesifikasi penanaman rumput sistem vetiver pada lereng atau tebing galian dan timbunan, SKh-1.8.9, Dep. PU, Direktorat Jenderal Bina Marga.

Cazzuffi, D., Corneo, A., Crippa, E., 2006, Slope stabilisation by perennial gramineae in Southern Italy: plant growth and temporal performance, Geotechnical and Geological Engineering, Springer.

Chok Y.H, Kaggwa, W.S.,Jaksa, M.B, Griffiths, D.V., 2004, Modeling the Effects of Vegetation on Stability of Slopes, Proseding 9th Australia New Zeland Conference on Geomechanics, Aukland.

Gray, D.H, Sotir, R.B, 1996, Biotechnical and Soil Bioengineering slope Stabilization, John Wiley & Sons, New York.

Hanggoro, T.C.A, Indarto, H., 2008, Prediksi peningkatan stabilitas lereng Kawasan Wisata Ketep dengan sistem perkuatan rumput Akar Wangi, Prosiding Simposium Nasional RAPI VII, FT Univ. Muhammadiyah Surakarta.

Hengchaovanich, D., 2003, Vetiver System for Slope Stabilization : Reviewer, The 3th International Conference on Vetiver ICV3, Guangzhou, China

Norris, .J.E, Greenwood, J.R, 2006, Assessing The Role of Vegetation on Soil Slope in Urban Area, IAEG 2006, The Geology Society of London.

Operstein, V, Frydman, S., 2000, The Influence of Vegetation on Soil Strength, Jurnal Ground Improvement (2000-4) pp 81-89, Thomas Telford.

Rusdiana, O., Fakuara, Y., Kusmana, C., Hidayat, Y., 2000, Respon pertumbuhan akar tanaman Sengon (Paraserianthes falcataria) terhadap kepadatan dan kandungan air tanah podsolik merah kuning, Jurnal Manajemen Hutan Tropika, Vol.6 No.2.

Truong, P., Van, T.T, Pinners, E., 2007, Vetiver System Application : Technical Reference Manual, The Vetiver Network International, www.vetiver.org




DOI: https://doi.org/10.15294/jtsp.v14i2.7094

Refbacks

  • There are currently no refbacks.