Population Control Policy Implementation in the Framework of National Health Insurance

Fikri Mourly Wahyudi

Abstract


The presence of National Health Insurance at the same time with the implementation of regional autonomy affects the implementation of many other policies, including population control. Different understanding and commitment of implementors resulted in mixed results, with unsuccessful trends of implementing population control policy in the frame of National Health Insurance. Cimahi as the most populous city in West Java needs to implement the policies effectively to prevent negative impact of overpopulation. An analysis needs to be conducted to assess the implementation of the policies in Cimahi. The purpose of this study was to analyze the implementation of population control policy within the framework of National Health Insurance. This research was conducted in Cimahi and used qualitative design with case study approach. Data collected through in-depth interview and questionnaires to the implementors of the policies. Data analyzed with the concept of Edwards III and Analysis Hierarchy Process. The results showed that the policies implemented facing difficulties, with National Health Insurance not necessarily encouraging population control through the use of contraceptive. It is suggested that Cimahi City Government improve policies implementation by integrating mutually supportive policies, communicating and disseminating, increasing resources, and increasing cooperation between institutions.


Keywords


Implementation; Population Control Policy; National Health Insurance

References


Aidha, C. N., & Chrisnahutama, A. (2020). Defisit Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Usulan Alternatif Pendanaan yang Berkelanjutan. Prakrarsa Policy Brief, 01-04.

Ansanoor, S. H. (2017). Tinjauan Yuridis Kebijakan Penyuluhan Keluarga Berencana di Provinsi Kepulauan Riau. Jurnal Sehat, 190-204.

Arief, S. (2016). Pengembangan Model Implementasi Kebijakan Program Penanganan Anak Jalanan untuk Pengentasan Kemiskinan di Kota Makassar. Pendidikan Ilmu-Ilmui Sosial Membentuk Karakter Bangsa dalam Rangka Daya Saing Global (pp. 423-436). Makassar: Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar dan Himpunan Sarjana Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Indonesia.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2020). Sejarah BKKBN. Retrieved from BKKBN: https://www.bkkbn.go.id/pages/sejarah-bkkbn

Badan Pusat Statistik. (2020, Juli 15). Penduduk Indonesia menurut Provinsi 1971, 1980, 1990, 1995, 2000 dan 2010. Retrieved from Badan Pusat Statistik: https://www.bps.go.id/statictable/2009/02/20/1267/

Edwards III, G. C. (1980). Implementing Public Policy. Texas: Congressional Quarterly Press.

Ernawati, C. T., & Uswatul, D. (2019). Hubungan Kepesertaan JKN Mandiri dengan Pendapatan, Pengetahuan, Persepsi, Akses, dan Kepercayaan Masyarakat Suku Sakai di Desa Petani Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis Tahun 2018. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 25-29.

Irianto, K. (2013). Pelayanan Keluarga Berencana. Bandung: Alfabeta.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan No 21 Tahun 2016 tentang Penggunaan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional untuk Jasa Pelayanan Kesehatan dan Dukungan Biaya Operasional pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Milik Pemerintah Daerah. Jakarta.

Khoiriyah, S. D. (2019). Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Kontrasepsi di Indonesia Tahun 2014-2017. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 188-195.

Kurniawati, W., & Rachmayanti, R. D. (2018). Identifikasi Penyebab Rendahnya Kepesertaan JKN pada Pekerja Sektor Informal di Kawasan Pedesaan. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 33-39.

Mulyadi, D. (2018). Perilaku Organisasi dan Kepemimpinan Pelayanan. Bandung: Alfabeta.

Oesman, H. (2017). Pola Pemakaian Kontrasepsi dan Pemanfaatan Kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dalam Pelayanan Keluarga Berencana di Indonesia. Indonesian Journal of Reproductive Health, 15-29.

Pemerintah Republik Indonesia. (2009, Oktober 29). Undang-Undang No 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Jakarta.

Pemerintah Republik Indonesia. (2014, Oktober 2). Undang-Undang No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Jakarta.

Presiden Republik Indonesia. (2010, Oktober 13). Peraturan Presiden No 62 Tahun 2010 tentang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. Jakarta.

Presiden Republik Indonesia. (2018, September 18). Peraturan Presiden No 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Jakarta.

Putri, P. K., Hubeis, A. V., Sarwoprasodjo, S., & Ginting, B. (2019). Kelembagaan dan Capaian Program Keluarga Berencana (KB): Dari Era Sentralisasi ke Desentralisasi. Jurnal Kependudukan Indonesia, 1-12.

Rizal, M. (2016). Implementasi Kebijakan Program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Kampar (Studi Kasus KB Pria di Kecamatan Kampar Kiri Hilir). JOM FISIP, 1-11.

Winarno, B. (2016). Kebijakan Publik Era Globalusasi: Teori, Proses, dan Studi Kasus Komparatif. Yogyakarta: CAPS.

Worlodometer. (2020). Countries in the world by population (2020). Retrieved from Worlodometer: https://www.worldometers.info/world-population/population-by-country/

Zhang, J. (2017). The Evolution of China's One-Child Policy and Its Effects on Family Outcomes. Journal of Economic Perspectives, 141-160.




DOI: https://doi.org/10.15294/kemas.v17i4.26139

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.