ANALISIS LABELLING PEREMPUAN DENGAN TEORI FEMINISME PSIKOANALISIS: STUDI KASUS MAJALAH REMAJA OLGA!

- Muashomah

Abstract

Labelling perempuan dalam majalah remaja merupakan salah satu tindakan media yang merugikan perempuan. Dalam tulisan ini, penulis mengkaji label-label perempuan, bentuk labelling, analisis teori feminisme psikoanalisis terhadap labelling untuk perempuan dalam majalah remaja. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode semiotik dan penelitian dilakukan terhadap majalah Olga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktek pelabelan terhadap perempuan yang dilakukan oleh majalah remaja ditujukan untuk remaja perempuan dilakukan dengan empat kode yaitu tubuh seksi dan wajah cantik, pentingnya penampilan bagi perempuan, kondisi psikologis perempuan yang labil, dan peran domestik perempuan. Label-label ini dapat membentuk persepsi masyarakat tentang perempuan dan mengandung konsekuensi pengharapan kepada perempuan. Penelitian ini menguatkan lagi tesis bahwa perempuan sering menjadi objek pelabelan. Label-label ini berasal dari kehidupan sosial perempuan dan diinternalisasi oleh perempuan.


Labelling in woman in teenagers magazine is one of the mass media strategy that can harm woman. Even though women normally do not recognize it. The purpose of this research is to describe the labelling practices in media analysed with the psychoanalysis feminism theory. The research method used is semiotics and the research is conducted on Olga! maganize. Result from the research shows that  the labelling targets teenagers through four labelling codes: sexy body and beautiful face; the importance physical performance for women; unconsistent psycological condition; and domestic role of women. This label constructs society perception on  woman. The study strengthen a thesis that woman tends to be a labelling object. These labels are developped from women’s social life and are internalized by women

Keywords

Labelling; Psychoanalisist feminism; Teenager magazine; Women

Full Text:

PDF

References

Amiruddin, M. 2010. Apa Kabar Media Kita?. Jurnal Perempuan. Edisi 67

Arifin, H. 2007. Representasi Perempuan dalam Pers. Jurnal Komunikasi Mass. 1(1): 8-17

Bahtar. 2006. Eksploitasi Wanita di Media Massa (Perspektif Teori Sosial dan Komunikasi Islam). Jurnal Hunafa. 3(3): 275-286

Barker. C. 2005. Cultural Studies; Teori dan Praktek. Yogyakarta: Bentang

Bernard, M. 2006. Fashion sebagai Komunikasi; Cara Mengomunikasikan Identitas Sosial, Seksual, Kelas, dan Gender. Jakarta: Jalasutra

Bertens, K. 2006. Psikoanalisis Sigmund Freud. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Brooks, A. 1997. Postfeminisme dan Cultural Studies; Sebuah Pengantar Paling Komprehensif. Jakarta: Jalasutra.

Fiske, J. 2006. Cultural and Communication Studies; Sebuah Pengantar Paling Komprehensif. Yogyakarta: Jalasutra.

Hariyanto. 2009. Gender dalam Konstruksi Media. Jurnal Komunika. 3(1): 167-183

Hermawati, T. 2007. Budaya Jawa dan Kesetaraan Gender. Jurnal Komunikasi Massa. 1(1): 18-24

Ritzer, G dan Godman, D. J. 2004. Teori Sosiologi Modern Edisi Keenam. Jakarta: Kencana.

Strinati, D. 2004. Popular Culture; Pengantar Menuju Teori Budaya Popular. Yogyakarta: Bentang.

Yusuf, I.A. 2009. Peningkatan Kepekaan Gender dalam Jurnalisme. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. 7(3): 351-375

Refbacks

  • There are currently no refbacks.