PERILAKU MASYARAKAT DESA HUTAN DALAM MEMANFAATKAN LAHAN DI BAWAH TEGAKAN

Moh. Solehatul Mustofa(1),


(1) Gedung C7 Lantai 1 FIS UNNES Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229

Abstract

Kelestarian hutan dan kehidupan ekonomi masyarakat desa hutan merupakan dua isu penting.  Pada saat muncul masalah kerusakan hutan, seringkali yang dianggap penyebabnya adalah  masyarakat desa hutan. Terkait dengan isu tersebut  muncul alternatif pemanfaatan lahan  hutan  untuk mendukung perekonomian masyarakat  khususnya di sekitar hutan tanpa menimbulkan gangguan kerusakan hutan yang disebut lokasi Pemanfaatan Lahan Di bawah Tegakan. Tujuan artikel ini adalah membahas bagaimana perilaku masyarakat desa hutan dalam memanfaatkan lahan di bawah tegakan tanpa menimbulkan gangguan kerusakan hutan. Dalam penelitian ini pendekatan kualitatif menjadi basisnya, dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi dalam pengambilan datanya. Triangulasi sumber sebagai teknik validitas data dan analisis interpretatif sebagai teknik analisisnya.Perilaku penduduk sekitar terhadap lingkungan hutan ditunjukkan dengan hal-hal berikut: membuka lahan, memanfaatkan  lahan hutan untuk pertanian, menjaga kelestarian hutan,  dan menjaga keamanan hutan. Pemanfaatan lokasi ini berpengaruh pada kelembagaan dalam masyarakat petani desa hutan. Jenis-jenis tanaman yang bervariasi juga mulai dikembangkan baik itu palawija maupun buah-buahan. Pemanfaatan lahan di bawah tegakan ini perlu terus dilakukan sebagai solusi peningkatan aspek perekonomian  dan upaya pelestarian hutan.

Forest conservation and economic life of the rural community are two important cross-cutting issues in environmental conservation and economic empowerment. When deforestation rises, rural communities around the forest are often stereotypes as the cause of deforestation. To address the problem, an alternative is offered. People can  use the land without damaging the forest by planting crops under the trees. This planting under trees system can increase the community’s economy, especially for the community near the forest. The objective of this article is to discuss the behavior of rural community in the use of land under the forest trees without causing forest destruction. The study method used id qualitative approach. The result of the research indicates that behavior of the population around the forest environment can be classified in the following: open land, forest land use for agriculture, forest preserve, and maintain the security of the forest. The use of under trees site for farming has the institutional impact on rural farming community forest. The farmers have different the types of plants to develop both the crops and fruits. Land use under this trees stand appears to be successful solution to increase the economic welfare on the one side and forest conservation efforts on the other side.

Keywords

behavioral economics; forest communities; deforestation.

Full Text:

PDF

References

Abidin. 2009. Kantor Ketahanan Pangan. Purbalingga

Ahmed dan Khan, 1993. Biodiversery Conservation an Rural Development in the Aga Khan Rural Support Programme

Alfitri. 2006. Model Perhutanan Sosial Berbasis Partisipasi Masyarakat Pada Program Konservasi Hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Indonesian Journal For Sustainable Future, 1 (2): 50-60

Ariningsih dan Rachman. 2008. Strategi Peningkatan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Rawan Pangan. Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian, 06 (03): 10-25

Bahruni, S., Darusman, D.E. & Alikodra, H.S. 2007. Pendekatan Sistem Dalam Pendugaan Nilai Ekonomi Total Ekosistem Hutan: Nilai Guna Hasil Hutan Kayu Dan Non Kayu. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 4 (3): 369–378

Banowati. 2001. Agrosilvikultur dan Peningkatan Pendapatan Pesanggem. Thesis. Yogyakarta: Fakultas Geografi UGM

--------------. 2009. Kesiapan Masyarakat Dalam Mewujudkan Pembangunan Sumber Daya Hutan Berkelanjutan di Kawasan Hutan Muria Wilayah Pati-Jawa Tengah. Laporan Penelitian Hibah Program Doktor. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada

Busyairi. 2009. Kinerja Pemerintah Sektor Pertanian. Koran Tempo Edisi: 1 Juli 2009

Gautama, I. 2007. Studi Sosial Ekonomi Masyarakat Pada Sistem Agroforestry Di Desa Lasiwala Kabupaten Sidrap. Jurnal Hutan dan Masyarakat, 2 (3): 319-328

Joseph, J. 1995. Combining Development With Biodersity Conservation Objectives In Realm Indocina

Kusdamayanti. 2008. Peran Masyarakat Dalam Penyusunan Kebijakan Pola Kemitraan Pengelolaan Hutan Di Kabupaten Malang. Jurnal Penelitian Sosial Dan Ekonomi Kehutanan. 5 (2): 111–124

Lutfi, A. 2010. Akses dan Kontrol Perempuan Petani Penggarap Pada Lahan Pertanian PTPN. Jurnal Komunitas. 2 (3):9-19

Muspida. 2008. Kearifan Lokal Dalam Pengelolaan Hutan Kemiri Rakyat Di Kabupaten Maros Sulawesi Selatan. Jurnal Hutan dan Masyarakat. 3 (2): 111-234

Naila. 2008. Pembangunan Hutan Berbasis Masyarakat Sebagai Strategi Mempertahankan Kelestarian Hutan. Lomba Tulis YPHL

Salim, H.S. 2006. Dasar-Dasar Hukum Kehutanan. Jakarta: Sinar Grafika

Sribudiani, E. 2005. Tingkat Pemahaman Penduduk Sekitar Hutan di Kecamatan Sungai Apit Terhadap Hutan dan Pengelolaan Kawasan Hutan. Jurnal Hutan Tropika. 1 (2): 60-70

Sudjatmoko. 2009. Ketahanan Pangan Harus Capai Tingkat Rumah Tangga. Purbalingga: Pemkab

Sumastuti, E. 2009. Analisis Pendapatan Keluarga Petani Tebu Di Kabupaten Pekalongan. Jurnal lmu-Ilmu Pertanian. 5 (1): 10-25

Suyastiri, N.M. 2008. Diversifikasi Konsumsi Pangan Pokok Berbasis Potensi Lokal Dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Pedesaaan Di Kecamatan Semin Kabupaten Gunung Kidul. Jurnal Ekonomi Pembangunan, Kajian Ekonomi Negara Berkembang. 13 (1): 51-60

Tikson, D.T. 2000. ‘Community Development Dalam Pemberdayaan Masyarakat Lokal’ Dalam M. Yamin Sani (Peny.) Manusia, Kebudayaan Dan Pembangunan Makassar: Laboraturium Pembangunan Masyarakat Program Pascasarjana Unhas. Hal 35-59

Wahid, A. 2008. Dinamika Kelompok Tani Pada Kegiatan Rehabilitasi Hutan Dan Lahan Di Das Bila Walanae Desa Lasiwala Kabupaten Sidrap. Jurnal Hutan dan Masyarakat. 3 (2): 111-234

Yeremias. 1995. Kemiskinan di DIY dan Jateng (Suatu Perbandingan). Seminar. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.