EKONOMI PEKARANGAN DI PEDESAAN JAWA

Dede Mulyanto

Abstract

Tujuan artikel ini adalah untuk menganalisa peran pekarangan sebagai sumber ketersediaan pangan, energi rumahtangga, dan uang tunai bagi rumahtangga petani. Bagi orang Jawa lahan tidak hanya tempat bekerja mereka tetapi sebagai sebuah status sosial, ekoncomi dan politik di masyarakat. Disinilah pekarangan, sebuah lahan kecil di rumah, mengambil peran ketika petani menghadapai kesulitan ekonomi yang dikarenakan lahan garapannya tidak menguntungkan. Rumusan masalahnya adalah bagaimana karakteristik desa Wetankali dan bagaimana bentuk pemanfaatan ekonomi pekarangan yang terjadi di sana. Metode penelitian yang digunakan adalah etnografis disertai survei dengan kuisioner dan analisis data sekunder. Penelitian ini dilakukan di Desa Wetankali Kecamatan Kutocilik Kabupaten Banyumas. Pekarangan bagi masyarakat Jawa merupakan benteng yang dengannya mereka dapat bertahan hidup. Pekarangan ditanami beberapa jenis tanaman ynag dapat dijual untuk menambah pendapatan rumahtangga petani. Bersaamaan dengan pertumbuhan penduduk yang naik, pekarangan berubah bentuk menjadi semakin sempit karena masyarakat lebih memilih menggunakan lahannya untuk hunian. Akibatnya, untuk rumahtangga miskin, sumber makanan pendukung dan energi murah mulai menghilang.

The objective of this article is to analyse the role played by house yards or home garden as source of food storage, household energy, and cash for peasant household. For Javanese peasant, yard was not only a  place for work, but also a space to represent economy and social status. The importance of house yards is felt in difficult situation such as economic crises and corpse failure. Research questions in this anysisis are how about the characteristics of Wetankali village and how about the pattern of using home garden or home yard there. Research method used is etnography with survey using questionaire and secondary data analysis. The research was conducted in Watankali, Kutocilik Banyumas. For Javanese, yards become a place for final defence. Peasent often plant their home garden with several kind of plants that have economical value to sell so that they will earn money from it. Along with the tendency of population growth, traditional home garden is changed to become housing complex. Consequently, for poor household, the source of food suplement and cheap energy deteriorates.

Keywords

home garden; java; peasant economy.

Full Text:

PDF

References

Elizabeth, R. 2007. Fenomena Sosiologis Metamorphosis Petani: Ke Arah Keberpihakan Pada Masyarakat Petani Di Pedesaan Yang Terpinggirkan Terkait Konsep Ekonomi Kerakyatan. Forum Penelitian Agro Ekonomi. Volume 25 No. 1, hal. 29 – 42

Hohnholz, J.H. 1986. Ubi Kayu sebagai Bahan Makanan dan Peranannya dalam Perekonomian di Asia Tenggara, dalam J.H. Hohnholz (ed.) Geografi Pedesaan: Masalah Pengembangan Pangan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, hlm. 173-192

Murid, Y. 2010. Ekonomi Laki-laki, Ekonomi Perempuan. Jurnal Komunitas, 2 (2): 59-67

Nastiti, T.S. 2003. Pasar di Jawa Masa Mataram Kuna Abad VIII-XI Masehi. Jakarta: Pustaka Jaya

Nasution, Z. 2008. Perkembangan Ekonomi Masyarakat Nelayan Perairan Umum “Lebak Lebung”. Sodality: Jurnal Transdisiplin Sosiologi, Komunikasi dan Ekologi Manusia, 2 (2): 249-264

Nibbering, J.W. 1991. Crisis and Resilience in Upland Use in Java, dalam Joan Hardjono (ed.) Indonesia: Resources, Ecology, and Environment. Singapore: Oxford University Press

Penny, D.H. & Meneth G. 1984. Pekarangan, Petani dan Kemiskinan: Suatu Studi tentang Sifat dan Hakekat Masyarakat Tani di Sriharjdo Pedesaan Jawa. Yogyakarta: UGM Press dan Yayasan Agro Ekonomika

Pranadji, T. dan Hastuti, E.L. 2004. Transformasi Sosio-Budaya Dalam Pembangunan Pedesaan. Jurnal AKP, 2 (1): 77-92

Sumastuti, E. 2010. Potensi Sektor Pertanian di Jawa Tengah. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian. 6(1): 54-68

Suseno, D dan Suyatna, H. 2007. Mewujudkan Kebijakan Pertanian Yang Pro-Petani. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 10 (3): 267-294

Van der Eng, P. 1996. Chalenging Changes: Current Themes in the Economic History of Indonesia, dalam HEHA-Bulletin, Tijdschrift voor de economische geschiedenis in Nederland 10 (2): 89-113

Refbacks

  • There are currently no refbacks.