PEMBELAJARAN SOSIOLOGI YANG MENGGUGAH MINAT SISWA

Hezti Insriani

Abstract

Mata pelajaran Sosiologi dipandang oleh sejumlah siswa sebagai mata pelajaran yang membosankan. Muatan materi sosiologi yang menyajikan banyak teori dan konsep seperti mengandung konsekuensi kepada siswa untuk menuntut semuanya dihafal secara baik. Model pembelajaran yang membosankan semakin membuat mata pelajaran ini kurang diminati oleh siswa. Strategi inovatif sudah dilakukan, namun pada prakteknya operasionalisasi model pembelajaran itu kurang efektif sehingga guru banyak yang kembali menggunakan model pembelajaran konvensional. Artikel ini ditulis untuk menyampaikan model pembelajaran Sosiologi bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) berdasarkan pengalaman saya mengajar. Menurut pengalaman saya, strategi yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah pembelajaran sosiologi antara lain adalah mengajukan pertanyaan kritis, eksplorasi artikel dan gambar/foto, nonton film, penelitian sederhana, dan membuat catatan harian. Melalui startegi ini, pembelajaran yang bersifat konstruktivisme lebih mudah dioperasional. Cara ini lebih dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun pembelajaran secara mandiri dan menjadikan siswa lebih dekat memahami kenyataan sosial sebagai bagian dari kehidupannya sekaligus sebagai materi pembelajaran sosiologi.

Students often regard Sociology as a boring subject. The subject presents many sociological theories and concepts students to memorize. Boring method of teaching further makes the course less attractive to students. Innovative strategy have been used, but in practice the method is not effective and teachers return to conventional models. This article is written based on the author’s experience in teaching Sociology among high school students. Based on my experience, strategies that can be used to create innovative learning include asking critical questions, exploring articles and pictures / photos, analyzing movies, doing simple research, and keeping a diary. Through this strategy, constructivist learning is much easier to run. This method is better able to provide the opportunity for students to develop independent learning and make students more intensively to understand social reality as a part of his life as well as the learning materials of sociology.

Keywords

sociology teaching; innovative approach; students’ interest.

Full Text:

PDF

References

Dewey, J. 2002. Pengalaman dan Pendidikan. Yogyakarta: Kepel Press

Goodman, P. 1971. Comments on the Science of Teaching dalam Anthropological Perspective on Education. United States Of America: Basic Books, Inc

Ianni, F. A. J. 1971. The Art on the Science of Teaching dalam Anthropological Perspective on Education. United States Of America: Basic Books, Inc

Mangunwijaya, Y.B. 2003. Biji Unggul dan Tanah Tumbuh dalam Impian dari Yogyakarta. Jakarta: Penerbit Buku Kompas

Nurkhin, A dan Wahyudi, M. 2008. Merancang Pembelajaran Berbasis Multiple Intellegences: Upaya Memahami Keberagaman Kecerdasan Anak. Jurnal Lembaran Ilmu Kependidikan: 37 (2): 143-151

Rochana, T. 2010. Keberadaan dan Kendala Pembelajaran Antropologi di SMA. Jurnal Komunitas, 2 (2): 92-99

Suhardiyanto, A. 2009. Peningkatan Kualitas Pendidikan Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Berbasis Konstruktivistik. Jurnal Lembaran Ilmu Pendidikan, 38 (1): 68-77

Syafri, F. 2007. Metode Cooperative Learning sebagai salah satu Alternatif Metode Pembelajaran Membaca dalam Bahasa Inggris. Jurnal Lembaran Ilmu Kependidikan: 36 (2): 124-130

Tjasmadi, J.H.M. 2008. 100 tahun Bioskop di Indonesia. Bandung: Megindo Tunggal Sejahtera.

Trianto. 2007. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka

Yuwono, A. 2009. Pengembangan Kompetensi Menyimak dengan Model CD Pembelajaran Interaktif. Jurnal Lembaran Ilmu Pendidikan. 37(2): 81-90

Windiahsari. 2009. Penerapan Metode Games dalam Pengajaran Bahasa Inggris Hukum. Jurnal Lembaran Ilmu Pendidikan. 39(2): 162-166

Refbacks

  • There are currently no refbacks.