MASALAH DAN USAHA MEMBANGUN KARAKTER BANGSA

- Wahyu

Abstract

Merajalelanya korupsi menandai bahwa persoalan pendidikan karakter bangsa harus menjadi perhatian semua pihak, pemimpin bangsa, aparat penegak hukum, pendidik dan tokoh-tokoh agama, golongan dan lain sebagainya. Pembangunan karakter harus dibentuk. Studi ini dilakukan berangkat dari keprihatinan saya persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia dalam hal pendidikan karakter, lalu menganalisis fakta-fakta yang ada, dan dari sana menawarkan berbagai alternatif penyelesaian. Dari hasil analisis dan pembahasan, didapatkan kesimpulan bahwa pembangunan karakter jika ingin efektif dan utuh mesti menyertakan tiga institusi, yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Karena itu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyambung kembali hubungan dan educational networks yang nyaris putus antara ketiga institusi pendidikan ini. Tanpa tiga institusi itu, program pendidikan karakter sekolah hanya menjadi wacana semata tidak akan berhasil karena tidak ada kesinambungan dan harmonisasi.

The current state of corruption should encourage every citizens of the nation, all parties, the leaders of the nation, law enforcement officials, educators and religious leaders, to focus their attention to character building. Character development should be established as part of the national strategy to improve nation’s life. The study begins from my concern about the backwardness of character education in Indonesia, and then from there I attempts to propose alternative solutions. The article concludes that to be successfull, character development should include the participation of three important institutions of social life: family, school and community. Therefore, the first step  is  to reconnect the educational institutions with other institutions. Without the three institutions, the school character education program is only a discourse which will not succeed because there is no continuity and harmonization.

Keywords

character education; community; education; family; school.

Full Text:

PDF

References

Abidinsyah. 2011. Urgensi Pendidikan Karakter dalam Membangun Peradaban Bangsa yang Bermartabat. Jurnal Socioscientia Kopertis Wilayah. 11(3)

Azra, A. 2008. Pembangunan Karakter Bangsa: Pendekatan Budaya, Pendidikan dan Agama, dalam Saifudin dan Karim, Refleksi Karakter Bangsa. Jakarta: Forum Kajian Antropologi Indonesia

Damayanti, P. 2011. Upaya Pelestarian Hutan Melalui Pengelolaan Sumber Daya Hutan Bersama Masyarakat. Jurnal Komunitas. 3(1): 84-96

Fraenkel, J.R. 1977. How to Teach about Values : An Analytical Approach. Eglewood, New Jersey: Prentice Hall

Hawadi, R.A. 2008. Membangun Green Psychology Generasi Muda Indonesia Melalui Pendidikan Karakter, dalam Saifudin dan Karim, Refleksi Karakter Bangsa. Jakarta: Forum Kajian Antropologi Indonesia

Hidayatullah, F.M. 2010. Pendidikan Karakter, makalah pada Seminar Nasional Pembangunan Karakter Bangsa, Banjarmasin, 7 Nopember 2010

Iskandar Agung, Rumtini. Civil Society dan Pendidikan Karakter Bangsa. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 16, Edisi khusus III, Oktober 2010

Karyanto, P., dkk. 2008. Pembentukan Karakter Anak Menurut Teks Cerita Rakyat ‘Ranggana Putra Demang Balaraja’: Kajian Pragmatik Sastra. Jurnal Penelitian Din.Sos. 7(1): 45-53

Koesoema, D. 2006. Pendidikan Karakter. Jakarta: Kompas, 3 Februari

Lickona, T. 1991. Education for Character: How Our School can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books

Martadi, 2010. Grand Design Pendidikan Karakter. Makalah pada Saresehan Nasional Pendidikan Karakter 2010. Koordinator Kopertis Wilayah XI Kalimantan

Nurchaili. 2010. Membentuk Karakter Siswa Melalui Keteladanan Guru. Jurnal pendidikan dan kebudayaan. 16(3):

Phillips, C.T, 2000. Family as the School of Love, makalah pada Nasional Conference On Character Building, Jakarta 25-26 November, 2000

Situmorang, H. 2010. Pembangunan Karakter Bangsa. Jurnal Pendidikan Penabur. 9(14)

Tilaar, H.A.R. 2008. Karakteristik Bangsa dalam Perspektif Pedagogik Kontemporer, dalam Saifudin dan Karim, Refleksi Karakter Bangsa. Jakarta: Forum Kajian Antropologi Indonesia

Refbacks

  • There are currently no refbacks.