PENDEKATAN BRAIN BASED LEARNING DALAM PENANAMAN NILAI BUDAYA MELALUI PENDIDIKAN FORMAL

Zulfikri Anas

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi gagasan penggunaan pendekatan brain based learning dalam penanaman nilai budaya melalui pendidikan formal. Undang-Undang  menyatakan dengan tegas bahwa pendidikan adalah upaya sadar untuk mengembangkan potensi setiap siswa agar menjadi warga negara yang cerdas, kreatif dan berakhlak mulia.  Nilai-nilai budaya  mengkondisikan manusia untuk hidup saling menghargai dengan berbagai nilai-nilai yang diyakini bersama. Seyogyanya kehidupan menjadi harmonis karena semua yang melingkupi kehidupan manusia menggiring ke arah sana. Akan tetapi mengapa tatakrama, kreatifitas, kemandirian dan ciri-ciri kemanusiaan lainnya menjadi memudar? Dunia pendidikan termasuk yang paling disoroti. Berbagai pendapat ekstrim menyatakan, pendidikan telah mencabut anak dari akar budayanya. Penyebabnya adalah pembelajaran yang monoton, mengekang, dan mempoisisikan anak sebagai obyek pembelajaran, bukan subyek yang aktif. Untuk mengembalikan fungsi pendidikan ke arah yang diharapkan, harus diciptakan iklim pembelajaran yang semirip mungkin dengan kehidupan nyata serta pengintegrasian kurikulum dengan hal-hal nyata dalam kehidupan. Kondisi ini akan mendorong  peserta didik  untuk berkembang dan menjadi anak-anak yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia. Hal inilah yang menjadi salah satu sasaran penerapan brain based learning.

The objective of this study is to explore ​​the use of brain based learning approach in character education ​​through formal education. Law insists that education is a conscious effort to develop the potential of every student to become a smart, creative, and noble citizen. Cultural values suggest human condition to live with mutual respect with different values ​​shared together. If this condition is achieved, a harmonious life for all human life can be realized. However, why manners, creativity, independence and other human traits is fading? Education is among the most highlighted. Some extreme opinions has highlighted that the education has uprooted children from their cultural roots. This is caused by monotone and curbing learning, which places child as an object of learning, rather than active subjects. To restore the function of education in the direction expected, the learning climate must be created as closely as possible to real life as well as the integration of curriculum with real things in life. This condition will encourage learners to develop and become intelligent, creative, and noble children. This has become one of the target of the application of the brain based learning.

Keywords

brain based learning; cultural values​; formal education.

Full Text:

PDF

References

Akbar, S. 2008. Pendidikan Karakter: Bagaimana Menjadi Manusia yang berkarakter Baik. Jurnal Pendidikan Nilai. 16(2)

Damayanti, P. 2011. Upaya Pelestarian Hutan Melalui Pengelolaan Sumber Daya Hutan Bersama Masyarakat. Jurnal Komunitas. 3(1): 84-96

Hartoko, D. 1985. Memanusiakan Manusia Muda, Tinjauan Pendidikan Humaniora. Yogyakarta: Kanisius

Jensen, E. 2008. Brain Based Learning, (terj.): Pembelajaran Berbasis Otak: Cara baru dalam Pengajaran dan Pelatihan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Joesoef, D. 1982. Aspek-Aspek Kebudayaan yang Harus Dikuasai Guru, dalam Majalah Kebudayaan, no. 1 , tahun 1981/1982

Koentjaraningrat. 1986. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Aksara Baru

Masinambow, E.K.M(ed). 1997. Koentjaraningrat dan Antropologi Indonesia. Jakarta: AAI dan Yayasan Obor Indonesia

Susarno, L.H. 2010. Strategi Penyampaian Bahan Ajaran Melalui Pemanfaatan Metode dan Media dalam Proses Pembelajaran. Jurnal Teknologi Pendidikan. 10(1): 1-7

Hamdani, A. 2010. Pendekatan Akademis Pendidikan Berbasis Nilai Karakter dan Budaya Mahasiswa di STIE AUB SURAKARTA. Jurnal Ekonomi Bisnis dan Perbankan. 18(13): 16-26

Refbacks

  • There are currently no refbacks.