AJARAN SUNAN GESENG BAGI KEHIDUPAN KEAGAMAAN MASYARAKAT

Dina Faelasofa

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pengaruh ajaran Sunan Geseng bagi kehidupan keagamaan masyarakat di wilayah Grabag Magelang. Sunan Geseng adalah seorang tokoh agama atau disebut wali yang menyebarkan agama Islam di wilayah Grabag, Kabupaten Magelang yang sampai sekarang ajaran-ajarannya masih dilaksanakan oleh masyarakat di wilayah Grabag, yang diwujudkan dalam kehidupan keagamaan yang dilakukan oleh masyarakat di wilayah komplek makam Sunan Geseng. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengadopsi pola studi kasus. Data dikumpulkan dengan metode wawancara dan observasi. Hasil penelitian mengungkapkan beberapa fakta tentang kuatnya pengaruh ajaran Sunan Geseng terhadap kehidupan masyarakat Grabag Magelang. Contohnya, makam Sunan Geseng yang digunakan sebagai tempat wisata spiritual keagamaan, yang banyak dikunjungi  para peziarah. Selain itu ada tradisi selikuran yang dilaksanakan setahun sekali pada malam ke-21 bulan Ramadhan di kompleks makam Sunan Geseng. Juga masih terdapat kegiatan keagamaan masyarakat yang menganut ajaran Sunan Geseng seperti tradisi slametan, gendurenan, methoan, dan tradisi-tradisi yang lainnya. Hal lain yang menarik adalah banyak pondok pesantren yang sistem pengelolaan maupun pengajarannya serupa dengan pondok pesantren rintisan Sunan Geseng. Hal ini membuktikan teori sentimen kemasyarakatan yang menyatakan bahwa peristiwa sejarah masa lampau dan peninggalan-peninggalan Sunan Geseng menjadi dasar sentimen kemasyarakatan.

The objective of this research is to describe the influence of Sunan Geseng religious teachings on the society of Grabag, Magelang. Sunan Geseng is a religious figure or called wali who spreaded Islam in Grabag region, Magelang. His religious teachings are still implemented and hold by the society in Grabag region, living in  Sunan Geseng cemetary area. The method used in this study is a qualitative research which also adopted the pattern of case study. Data was collected through interview and observation. Research results show the strong influence of Sunan Geseng’s religious teaching is apparent in Grabag, Magelang. Among the indicators are the use of Sunan Geseng’s cemetery as spiritual tourism site visited by people from many area. There is also selikuran tradition held annually at the 21st night of Ramadhan in Sunan Geseng cemetery area. There are also other rituals like slametan, gendurenan, and methoan. Another interesting thing is that many boarding schools still adopt the management system or learning process like those of Sunan Geseng. All of this enforce the society sentiment theory stating that historical memory in the the past and Sunan Geseng heritages are fondation for society sentiment.

Keywords

religiousity; ritual; sunan geseng tought; society.

Full Text:

PDF

References

Aziz, A.A., dkk. 2004. Kekeramatan Makam (Studi Kepercayaan Masyarakat terhadap Kekeramatan Makam-makam Kuno di Lombok). Jurnal Penelitian Keislaman. 1(1): 59-77

Arroisi, A. 2000. Wali Sanga. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Bodan dan Tylor dalam Moleong, Lexy. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya

Budiyanto, M., dkk. 2008. Pergulatan Agama dan Budaya; Pola Hubungan Islam dan Budaya Lokal di Masyarakat Tutup Ngisor, Lereng Merapi, Magelang. Jurnal Penelitian Agama. 17(3)

Danandjaja, J. 1986. Foklor Indonesia Imu Gosip, Dongeng, dan Lain-lain. Jakarta: PT. Pustaka Grafitipers

Fitri, A.Z. 2008. Pola Interaksi Harmonis antara Mitos, Sakral dan Kearifan Lokal Masyarakat Pasuruan. Jurnal el Harakah. 14(1)

Geertz, C. 1981. Abangan, Santri, Priyayi Dalam Masyarakat Jawa. PT Dunia Pustaka Jaya

Rahgiyanti. 2011. Fungsi Sungai Bagi Masyarakat di Tepian Sungai Kuin Banjarmasin. Jurnal Komunitas. 3(1): 51-56

Robertson, R. 1992. Agama: Dalam Analisa dan Interpretasi Sosiologi. Jakarta: Rajawali Pers

Sartini. 2004. Menggali Kearifan Lokal Nusantara Sebuah Kajian Filsafati. Jurnal Filsafat. 37(2)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.