INTERAKSI SOSIAL KOMUNITAS SAMIN DENGAN MASYARAKAT SEKITAR

Indah Puji Lestari

Abstract

Komunitas Samin merupakan bagian dari masyarakat desa Klopoduwur yang menganut dan mempertahankan ajaran Samin Surosentiko. Komunitas Samin mempunyai tata cara, adat istiadat, bahasa serta norma-norma yang berbeda dengan masyarakat pada umumnya. Dalam kajian ini penulis menjelaskan tentang bentuk interaksi sosial antara komunitas Samin dengan masyarakat sekitar desa Klopoduwur, faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial antar komunitas Samin dengan masyarakat desa Klopoduwur dan kendala yang dihadapi dalam interaksi sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk interaksi sosial antara komunitas Samin dengan masyarakat sekitar berupa kerja sama, akomodasi dan asimilasi. Sedangkan konflik atau pertentangan dalam interaksi sosial antara komunitas Samin dengan mayarakat sekitar desa Klopoduwur tidak tampak jelas. Interaksi sosial antara komunitas Samin dengan masyarakat sekitar dipengaruhi oleh berbagai faktor, yakni situasi sosial, kekuasaan norma kelompok, tujuan pribadi, kedudukan dan kondisi individu serta penafsiran situasi. Kendala-kendala yang dihadapi dalam interaksi sosial antara komunitas Samin dengan masyarakat sekitar adalah perbedaan bahasa yang sulit dipahami oleh masyarakat sekitar,dan adanya perbedaan nilai antara kedua kelompok sosial tersebut..

Samin community is part of the village community Klopoduwur who embrace and defend the teachings of Surosentiko Samin. Samin community has ordinances, customs, language and norms that are different from society at large. In this study, the author describes forms of social interaction between Samin and their surrounding community in Klopoduwur village, factors that affect the social interaction and the obstacles they faced. The study results indicate that these forms of social interaction between the community of Samin and local residents take the form of cooperation, accommodation and assimilation. There are no conflicts or contradictions in the social interaction between the Samin community and their neighbours. Samin social interaction between communities and local residents affected by various factors, namely the social situation, the power of group norms, personal goals, status and condition of the individual as well as the interpretation of the situation. Constraints encountered in the social interaction between communities and local residents Samin is the difference in language, and the value difference between the two social groups.

Keywords

social interaction, samin community, community

Full Text:

PDF

References

Darmastuti, R. & Mustika KP. 2010. Two Ways Com¬munications: Sebuah Model Pembelajaran dalam Komunitas Samin di Sukolilo Pati. Ju¬rnal Ilmu Komunikasi. 8(2): 204-216.

Heny Prabaningrum, 1995. Saminisme (Studi Kasus di Desa Baturejo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah). Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Tidak diterbitkan.

Kymlicka, W. 2007. Multiculturalism and the welfare state: recognition and redistribution in contemporary democracies. Oxford: Oxford University Press.

Listiani, T. 2011. Partisipasi Masyarakat Sekitar dalam Ritual Ban Eng Bio. Jurnal Komunitas. 3(2):1-8

Modood, T. 2007. Multiculturalism. London: Polity Press.

Mumfangati, T. 2004. Kearifan Lokal di Lingkungan Ma¬syarakat Samin kabupaten Blora Jawa Tengah. Yo¬gyakarta: Jarahnita.

Parekh, B. 2002. Rethinking Multiculturalism: Cultural Diversity and Political Theory. Harvard: Harvard University Press.

Philips, A. 2009. Multiculturalism without culture. Princ¬eton: Princeton University Press.

Rinangxu. (2006). Masyarakat Samin dan Anarkisme. Tersedia pada http://rinangxu.wordpress. com/2006/12/07/samin-anarchy-rebel-buda¬ya/. Diakses pada tanggal 4 Maret 2008.

Rohman, A. 2010. Romours and Realities of Marriage Practices in Contemorary Samin Society. Jurnal Humaniora. 22(2): 113-124.

Sitorus. 1996. Berkenalan dengan Sosiologi. Jakarta: Er¬langga

Soekanto, S. 2002. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Soekanto, Soerjono. 2005. Sosiologi Suatu Pengantar. Ce¬takan ke-38.Jakarta: PT RadjaGrafindo Persada.

Turner, T. 2009. Anthropology and Multiculturalism: What is Anthropology that Multiculturalists should be Mindful of it?. Cultural Anthropology. 8 (4): 411-429.

Wahono, dkk. 2002. Mempertahankan Nilai dari Gesekan Zaman di Kabupaten Kudus dan Pati, Jawa Ten¬gah. Dalam Budi Baik Siregar dan Wahono (Ed). Kembali ke Akar : Kembali ke Konsep Otonomi Ma¬syarakat Asli. Jakarta : FPPM.hlm 117.

Widodo, Slamet. 2008. Samin. Tersedia pada (http:// learning-of.slametwidodo.com/). Diakses pada tanggal 4 Maret 2008.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.