PANDATARA DAN JARLATSUH: MODEL PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI SMA TARUNA NUSANTARA MAGELANG

Laila Octaviani

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas model pendidikan multikultural di SMA Taruna Nusantara (TN) Magelang Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Implementasi pendidikan multicultural tercermin dalam beberapa aspek: (1) aspek visi dan misi, (2) kehidupan keseharian peserta didik; (3) kegiatan seni yang dikenal dengan nama pandatara, (4) nilai-nilai yang dikembangkan di SMA TN berkaitan dengan wawasan kebangsaan, kejuangan, dan kebudayaan; serta (5) proses pendidikan melalui tahap-tahap pembentukan kepribadian dan karakter melalui jarlatsuh (pengajaran, pengasuhan, dan pelatihan).

The objective of this study is to discuss the implementation and a model of multicultural education in Taruna Nusantara (TN) high school, Magelang, Central Java. The research method used in this study is phenomenological approach. The study shows that the implementation of multicultural education is reflected in several aspects: (1), vision and mission; (2) daily life activities of the learners; (3) activities related to culture and arts, which are called pandatara; (4) the values associated with the concept of nationalism, effort, and culture; and (5) the implementation of developmental stages of the personality and character of the students through jarlatsuh which include teaching activities, care, training.

Keywords

implementation, multicultural education, proces

Full Text:

PDF

References

Arifudin. 2007. Urgensi Pendidikan Multikultural di Sekolah. Dalam Jurnal Pemikiran Alternatif Pen¬didikan. No, 2 hal 220-233.

Athanases, S. 1998. Diverse Learners, Diverse Texts: Exploring Identity and Difference through Lit¬erary Encounters. Journal of Literacy Research. 30 (1): 273-296

Dwi, W., Rutiana. 2006. Multikulturalisme untuk Ma¬syarakat yang Plural. Jurnal Dinamika. 2(2):87- 96.

Field, J. 2010. Middle school music curricula and the fostering of intercultural awareness. Journal of Research in International Education. 9 (1): 5-23

Kumbara. 2009. Pluralisme dan Pendidikan Multikul¬tural di Indonesia. Jantra. 7(1):531-539.

Komite Sekolah SMA Taruna Nusantara. 2009. SMA Taruna Nusantara Magelang: Sekolah Terbaik Di Indonesia. Jakarta: PT. Cipta Multiguna.

Mahfud, C. 2010. Pendidikan Multikulultural. Yogya¬karta: Pustaka Pelajar.

Riyadi, A. 2010. “Pendekatan Pendidikan Multikul¬tural di SMA (Kasus Pada Mata Pelajaran So¬siologi Kelas XI SMA N 4 Purworejo)”. Skripsi. Semarang: Fakultas Ilmu Sosial Unnes.

Rosdaya, D. 2008. Pendidikan Multikultural Di Indo¬nesia Sebuah Pandangan Konsepsional. Kajian Ilmu Sosial. :1(1)1-16.

Team Revisi Katalog SMA Taruna Nusantara. Kata¬log Sekolah Menengah Atas Taruna Nusantara Magelang 2012.

Tukiran. 2008. Pendidikan Multikultural dan Nasi¬onalisme Indonesia. Jurnal Kajian Ilmu Sosial .1(1)17-25.

Wesserdorf, S. 2010. The Multiculturalism Backlash: Eu¬ropean discourses, policies and practices. London: Routledge.

Wiyanarti. 2008. Pendidikan Multikultural Sebagai Suatu Kebutuhan Dalam Pengembangan Pen¬didikan Di Kalimantan Tengah. Dalam Jurnal Kajian Ilmu Sosial .1(1)96-112.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.