KEARIFAN LOKAL ADAT MASYARAKAT SUNDA DALAM HUBUNGAN DENGAN LINGKUNGAN ALAM

Ira Indrawardana

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskusikan kearifan lokal adat masyarakat Sunda dalam hubungan dengan lingkungan alam. Penelitian dilakukan secara kualitatif terhadap masyarakat Sunda Kanekes. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa pada dasarnya kearifan lokal masyarakat Sunda Kanekes disarikan dari pengalaman masyarakat Sunda lama yang sangat akrab dengan lingkungannya dan sudah lama hidup dalam budaya masyarakat peladang. Kearifan lokal adat, suatu kondisi sosial dan budaya yang didalamnya terkandung khasanah nilai-nilai budaya yang menghargai dan adaptif dengan alam sekitar, dan tertata secara ajeg dalam suatu tatanan adat istiadat suatu masyarakat. Walau sering dianggap kuno, nilai-nilai yang mereka ajarkan dan praktek yang mereka jalankan masih merupakan cara yang terbaik untuk memelihara lingkungan di zaman post-modern.

 


The objective of this study is to discuss the wisdom of indigenous traditional Sundanese community in relation to natural environment. The research is done qualitatively in Kanekes Sundanese traditional community. The research found that the distinguished Kanekes local knowledge regarding to the environment is creatively developed by the community from their everyday exepriences of living with natures, being friends with nature and their experience as farming communities. The local wisdom of Kanekes community, which contains cultural values of respect and adaptive to the environment, and life based upon traditional norms. Though often stereotyped as primitive, their living values and practices of life are still the best instrument to conserve environment in post-modern age.

Keywords

Environment; Local wisdom; Sunda Kanekes.

Full Text:

PDF

References

Agrawal, A. “Indegeneous and Scientific Knowledge: Some Critical Comments. Indigeneous Knowledge and Development Monitor. 3 (3) : 3-6. 1995.

Daeng, H.J. 2008. Manusia, Kebudayaan dan Lingkungan Tinjauan Antropologis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Bruce, M. 2007. Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan .Penerjemah: Setiawan B, Dwita Hadi Rami. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Danasasmita, S. dkk. 1986. Kehidupan Masyarakat Kanekes. Bagian Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sunda (Sundanologi). Bandung: Direktorat jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Danasasmita, M. 2001. Wacana Bahasa dan Sastra Sunda Lama. Bandung: STSI Press.

Dagun, S. 2006. Kamus Besar Ilmu Pengetahuan. Edisi kedua. Jakarta: Lembaga Pengkajian Kebudayaan Nusantara (LPKN).

Hidayat, T. 2000. Studi kearifan budaya petani Banjar dalam pengelolaan lahan rawa pasang surut. Jurnal Kalimantan Agrikultura 7(3): 105-111.

Kalsum. 2010. Kearifan Lokal dalam Wawacan Sulanjana: Tradisi Menghormati Padi pada Masyarakat Sunda di Jawa Barat, Indonesia. Sosiohumanika. 3 (1): 79-94.

Koentjaraningrat.1987. Sejarah Teori Antropologi I. Jakarta: UI Press.

Koentraningrat. 2004. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan.

Nygren, A. 2009. “Local Knowledge in the Environment-Development Discourse: From Dicotomies to Situated Knowledge”. Critique of Anthropology. 19 (3): 267-288.

Rosidi, A.,dkk. (Penyunting). 2006. Prosiding Konferensi Internasional Budaya Sunda. Bandung-Jakarta: Yayasan Kebudayaan Rancage bekerjasama dengan P.T Dunia Pustaka Jaya.

Rusyana, Y. dkk. 1989. Pandangan Hidup Orang Sunda : seperti Tercermin dalam Kehidupan Masyarakat Dewasa ini (Tahap II). Bandung: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisonal. Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara bagian Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sunda..

Suyaatmana, E.,dkk.1993. Paririmbon Sunda (Jawa Barat). Bandung: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisonal. Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara.

Wahyu. 2011. Adaptasi petani di Kalimantan Selatan. Jurnal Komunitas. 3 (1): 97-107.

Warnaen, S.,dkk.1987. Pandangan Hidup Orang SundaSeperti tercermin dalam Tradisi Lisan dan Sastra Sunda. Penelitian Tahap II (Konsistensi dan Dinamika). Bandung: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Jenderal Kebudayaan. Bagian Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sunda.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.