THE ROLE OF RELIGION AND AGRICULTURAL TECHNOLOGY IN SOCIAL TRANSFORMATION

M. Endy Saputro

Abstract

Tujuan penelitan ini adalah untuk mengungkapkan bagaimana agama dan teknologi pertanian dapat memberdayakan masyarakat dan mendorong sebuah transformasi sosial. Survei dan wawancara diterapkan guna mendapatkan data yang dibutuhkan dalam penelitian. Objek penelitian ini adalah komunitas petani di Banjarnegara yang tergabung dalam organisasi petani yang difasilitasi oleh organisasi massa islam Muhammadiyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agama, dalam hal ini ajaran agama yang dipegang erat oleh organisasi massa Islam (Muhammadiyah) dapat meningkatkan kondisi ekonomi sebuah komunitas petani di Banjarnegara. Muhammadiyah memfasilitasi komunitas petani tersebut untuk menerapkan teknologi pertanian yang tepat sehingga dapat meningkatkan hasil panen secara signifikan. Hal tersebut menunjukkan bahwa agama dan teknologi pertanian memainkan peranan penting dalam memberdayakan masyarakat dan membawa transformasi sosial bagi komunitas petani di Banjarnegara.

 

The objective of this study is to reveal how religion and agricultural technology can empower a peasant community and foster a social transformation. Survey and interview were implemented to gain the data. The object of the study was a community of peasants in Banjarnegara district that belong to a peasant organization facilitated by Muhammadiyah. The results show that religion, in this case is religious teaching tightly-hold by an Islamic mass organization (Muhammadiyah), can improve the economic condition of a community of peasants in Banjarnegara. Muhammadiyah facilitated the peasants community to apply a proper agricultural technology which can improve the crops significantly.  The study conclude that religion and agricultural technology play a great role in empowering society and bring about social transformation for peasants community in Banjarnegara.

Keywords

Agricultural Technology; Empowerment; Peasants Community; Religion.

Full Text:

PDF

References

Bustang, et. al. 2008. Potensi Masyarakat dan Kelembagaan Lokal dalam Pemberdayaan Keluarga Miskin di Pedesaan (Studi Kasus di Kabupaten Bone). Jurnal Penyuluhan. 4.

Cnaan, R. A. 1999. Empowerment through Organized Religion, in Wes Shera and Lilian Wells (eds.), Empowerment Practice in Social Work: Developing Richer Conceptual Foundations, Ontario: Canadian Scholar Press.

Hadiyanti, P. 2006. Kemiskinan dan Upaya Pemberdayaan Masyarakat. Komunitas, Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam. 2 (1): 60-70.

Hidayat, M. 2008. Ormas Keagamaan dalam Pemberdayaan Politik Masyarakat Madani. Komunitas, Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam. 4 (1): 10:20.

Listiyani. T. 2011. Partisipasi Masyarakat Sekitar dalam Ritual di Kelenteng Ban Eng Bio Kecamatan Adiwerna. Jurnal Komunitas. 3 (2): 1-8.

Maksum, D. 2007. Pemberdayaan Petani Versi Muhammadiyah, Banjarnegara: Ikmalana.

Maton, K. I. and Wells, E. A. 1995. Religion as a community resource fro well-being: prevention, healing, and empowerment pathways, in Journal of Social Issues. 51: 177-193.

MPM PP Muhammadiyah. 2006. Buku Materi Rakernas & Forum Kemitraan Pemberdayaan Masyarakat Majelis Pemberdayaan Muham-madiyah.

Mulkhan, A. M. 2003. Islam Sejati Kiai Ahmad Dahlan dan Petani Muhammadiyah, Yogyakarta: Serambi.

Sadono, D. 2008. Pemberdayaan Petani: Paradigma Baru Penyuluhan Pertanian di Indonesia. Jurnal Penyuluhan. 4.

Warner, S. R. 1993. Work in progress toward a new paradigm for the sociological study of religion in the United States, in American Journal of Sociology. (98) 1044-1093.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.