ETIKA MASYARAKAT BADUY SEBAGAI INSPIRASI PEMBANGUNAN

Suhadi -

Abstract

Krisis multidimensional yang termasuk di antaranya adalah pertumbuhan penduduk yang tidak terkontrol, polusi udara, krisis air, pemanasan global, tekanan hidup merupakan simbol masalah sosial dari proses pembangunan. Kita perlu merefleksikan secara kritis tentang tujuan dan nilai dalam pembangunan yang menghambat pembangunan. Dalam penelitian ini, penulis menggali nilai-nilai etika masyarakat pedalaman yang dapat digunakan sebagai inspirasi untuk menerapkan nilai-nilai dalam pembangunan sehingga dapat meminimalisir masalah-masalah yang muncul dari proses pembangunan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelompokan masyarakat pedalaman secara etika dapat digunakan sebagai alat untuk mengukur mentalitas pembangunan di Indonesia. Sebagai contoh etika Baduy, mencerminkan karakter sosial untuk mengembangkan pilar-pilar nilai budaya nasional, skenario pembangunan teknologi, keamanan pangan, kemerdekaan, gaya hidup, mengangkat ketertarikan masyarakat, fokus pada  program prioritas dan bangkit dari politik transaksi ekonomi dan kekuatan dalam pembangunan. Di sisi lain ada hal-hal yang bersifat merusak bagi etika masyarakat pedalaman di bawah tekanan atas lingkungan yang nyaman dan itu datang dari dalam maupun luar.


The multi-dimentional crisis which includes the uncontrolled population explosion, the more dense settlement, the amount of pollutants in the earth, water crisis, global warming, and a lot of life pressure / stress are signs of the social problems of the development process. That is why, we need to reflect critically on the goals of development and values that discourage development. In this article, the author seeks to explore ethical values in traditional Baduy society which can be used as inspiration in applying development values that can minimize the problem raised by development. This research used qualitative approach. Research results show that community grouping in isolated community can be used ethically as a means to measure mentality of Indonesian development. For example the ethics of Baduy reflects social character to develop the pillars for national cultural values, technological development scenario, food security, independence, lifestyle, promoting the interests of society, focus on running projects, and away from the politics of economic transactions and power in development. On the other hand there are symptoms of the destruction of isolated communities ethics under the pretext of environmentally friendly development that comes from inside and outside.

Keywords

Ethics; isolated community; Baduy; Development.

Full Text:

PDF

References

Murat, A. 2009. Ekologi Politik Dimana Ekonominya? Jurnal Tanah Air. 12 (13): 16-26.

Djoyomartono, M. 2006. Pengantar Antropologi Kesehatan. Universitas Negeri Semarang Press. Semarang.

Effendhie, M. 2007. Korupsi dan kolusi pada masa raffles. Humaniora. 19 (1): 13-32

Garna, J.K. 1993. “Orang Baduy di Jawa: Sebuah Studi Kasus mengenai Adaptasi Suku Asli terhadap Pembangunan” dalam Lim Teck Ghee & Alberto G. Gomes (peny.). Suku Asli dan Pembangunan di Asia Tenggara. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Mientje D.E. 2002. Status Penggunaan dan Pemilikan Tanah Dalam Pengetahuan Budaya dan Hukum Adat Orang Byak. Jurnal Antropologi Papua. 1 (2): 65-75

Ohmae, K. 1995. The End of The Nation State;The Rise of Regional Economies. New York. The Free Press.

Ufford, P. Q. Van dan A. Kumar, G. P. Md (ed). 2004. Kritik Moral Pembangunan. Jakarta. Yappika.

Prawira, N. G. 2000. Kriya dan Rekahias Baduy: Bentuk, fungsi, motif, simbol, dan makna. Jurnal Seni Rupa dan Desain, (Online). (http://www.jurnal-opertis4.org/file/kopwil4-336.doc, diakses 12 Juli 2011).

Sudibyo, A. 2010. Masyarakat Warga dan Problem Keberadaban. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik. 14 (1): 23-43

Suhadi. 2011a. Konselor Digital Dalam Perspektif Sosial: Sebuah Kado Spesial untuk Guru BK. Dalam http://www.slideshare.net/es_lodheng/konselor-digital-dalam-perspektif-sosial. Diunduh pada tanggal 12 Juni 2011.

_____. 2011b. Relasi Dinamika Sosial Masyarakat Pamotan. Dalam http://www.scribd.com/doc/57898009/Relasi-Dinamika-Sosial-Masyarakat-Pamotan. Diunduh pada tanggal 15 Juni 2011.

_____. 2010. Perkawinan Belia Dalam Perspektif Teori Dramaturgi. PPs Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Universitas Negeri Semarang. Dalam http://www.scribd.com/doc/46467382/Perkawinan-Belia-di-Tegaldowo-Gunem-Rembang-Jawa-Tengah. Diunduh pada tanggal 12 Juni 2011.

Supardan, D. 2008. Pengantar Ilmu Sosial, Sebuah Kajian Pendekatan Struktural. Jakarta. PT. Bumi Aksara.

Wahid, M. 2010. Sunda Wiwitan Baduy: Agama Penjaga Alam Lindung di Desa Kanekes Banten. Dalam Annual Conference on Islamic Studies (ACIS) Ke – 10. Banjarmasin, 1 – 4 November 2010.

Wahyu. 2011. Adaptasi Petani Di Kalimantan Selatan. Jurnal Komunitas. 3 (1): 97-107.

Wahyudi, H. 2004. Tradisi Kawin Cerai Pada Masyarakat Adat Suku Sasak Lombok Serta Akibat Hukum yang Ditimbulkannya (Studi di Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lornbok Timur). Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

Wibowo, I. 2010. Negara Centeng: Negara dan Saudagar di Era Globalisasi. Yogyakarta. Kanisius.

Wikipedia. 2011. Tragedy of the commons. Dalam http://en.wikipedia.org/wiki/Tragedy_of_the_commons. Diunduh pada tanggal 15 Juni 2011.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.