TARI SEBAGAI GEJALA KEBUDAYAAN: STUDI TENTANG EKSISTENSI TARI RAKYAT DI BOYOLALI

Mukhlas Alkaf

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskusikan tari sebagai kebudayaan. Keberadaan tari merupakan gejala yang sangat umum ditemukan dalam berbagai komunitas masyarakat. Keberadaan berbagai ragam tari pada berbagai lapisan masyarakat, sesungguhnya merupakan suatu bentuk penting kebudayaan sekaligus sosial yang menarik diteliti. Penelitian ini dilakukan  sebagi upaya memperoleh penjelasan  lebih jauh mengenai tari berdasar berbagai studi pustaka serta pengalaman penelitian dengan menggunakan data kualitatif melalui metode partisipasi observasi  terhadap keberadaan beberapa tari rakyat yang ada di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Penelitian ini menunjukkan bahwa eksistensi tari, termasuk wujud teks tari ternyata senantiasa bersentuhan dengan dimensi-dimensi sosial, budaya, ekonomi, bahkan politik yang ada di sekitarnya.


The objective of this study is to gain an understanding of a cultural phenomenon called dance. Until now, dance is one of the many artistic expressions, which attracted the attention of researchers, especially the social and cultural researchers. The existence of many forms of dance is a  common in many levels of communities. The existence of a wide range of dance at various levels of society indicate that dance is an important ”form of culture”. This research was carried out as efforts to obtain more detail about folk dance as culture and the research was done on the existence of folk dances that exist in the District Selo, Boyolali, Central Java. The research reveals that the existence of dance never stands alone, it always and constantly intesects with  its surrounding social, cultural, economic, and political events.

Keywords

Dance; Culture; Folk dance.

Full Text:

PDF

References

Aris, La Ode. 2012. Fungsi Ritual Kaago – Ago (Ritual Pencegah Penyakit) pada Masyarakat Muna di Sulawesi Tenggara. Jurnal Komunitas. 4 (1): 8-16.

A.Sudiardjo. 1982. “Susanne K. Langer: Pendekatan Baru Dalam Estetika”, dalam M. Sastra-pratedja, ed. Manusia Multi Dimensional. Jakarta: PT. Gramedia.

Budiono, H. 1985. Simbolisme Dalam Budaya Jawa.Yogyakarta : PT Hanindita.

Cassirer, E. “An Essay on Man”, Tej. Alois A. Nugroho. 1990. Manusia dan Kebudayaan :Sebuah Esei Tentang Manusia. Jakarta : PT Gramedia

Ellfeldt, L. 1976. Dance From Magic To Art. Dubuque, Lowa : Wm. C. Brown Company Publishers.

Geertz, C. 1973. The Interpretation of Culture, New York: Basic Book, Inc. Publisher.

Humphrey, D. 1983. Seni Menata Tari. Terj. Sal Murgiyanto. Jakarta: Dewan kesenian Jakarta.

Jazuli, M. 2008. Paradigma Kontekstual Pendidikan Seni. Semarang: Unnes Press.

Kuntowijoyo. 1987.Budaya dan Masyarakat.Yogyakarta: PT Tiara wacana Yogya.

Kusmayati, H. A. M. 1999. Seni Pertunjukan Upacara di Pulau Madura 1980-1998(Disertasi).Yogyakarta: UGM

Langer, S. K. 1953. Feeling and Form. New York : Charles Scribner’s sons.

Alkaf, M. 2009. Spiritualitas Mistis di Balik Ekspresi Kesenian Rakyat Jaranan. Jurnal Penelitian Seni dan Budaya ACINTYA. 1 (1) : 17-27.

Ekspresi Ritual, Rekreasi, Kohesi Sosial di balik Kesenian Rakyat Jaranan. Surakarta: ISI Press

Makna Simbolik Sajen pada Pertunjukan Tari Rakyat dalam ritual Slametan. JURNAL GELAR ISI Surakarta. 9 (2): 10-20.

Soemaryatmi. 2011. Tari dan Pendidikan. JURNAL GELAR ISI Surakarta. 9 (1): 25-35.

Wahyudiarto, D. 2006, Makalah Seminar Sehari “Pendidikan Apresiasi Seni: Menumbuhkan Toleransi, Kerjasama, dan Kreatifitas.” PSB-PS Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Qodir, Z. 2011, Sosiologi Agama; Esai-Esai agama di Ruang Publik, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Royce, A.P. 1980. The Antropology of Dance. Bloomington, and London : Indian University Press.

Spradley, J.P. ed. 1972. Culture and Cognition : Rules Maps, and Plans. U.S.A : Chandler Publishing Company.

Hadi, Y. S. 2006, Seni dalam ritual Agama.Yogyakarta: Penerbit Buku PUSTAKA.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.