RELEVANSI KURIKULUM PRODI PENDIDIKAN SOSIOLOGI ANTROPOLOGI DENGAN KEBUTUHAN MENGAJAR GURU SMA

Totok Rochana

Abstract

Materi pembelajaran  Sosiologi dan Antropologi yang diajarkan di SMA senantiasa mengalami perubahan. Sementara  kurikulum Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi FIS UNNES tidak banyak mengalami perubahan. Dalam penelitian ini, penulis membahas bagaimana relevansi antara Kurikulum Prodi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi FIS UNNES dengan kebutuhan mengajar bagi guru Sosiologi dan Antropologi SMA Negeri di Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan  bersifat kasus, pengumpulan data menggunakan metode wawancara tertutup dan terbuka, dan analisis data  menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian  disimpulkan bahwa kurikulum  Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi FIS UNNES, masih relevan dengan materi pembelajaran Sosiologi dan Antropologi yang diajarakan di SMA. Saran yang diajukan adalah: perlu diselenggarakan penataran-penataran/diklat-diklat peningkatan penguasaan materi pembelajaran Sosiologi dan Antropologi bagi guru-guru Sosiologi dan Antropologi yang bukan berlatar belakang Pendidikan Sosiologi dan Antropologi. Pengangkatan CPNS Guru Sosiologi dan Antropologi perlu diprioritaskan dari lulusan Prodi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi. Pengembangan kurikulum Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi tetap mengacu pada relevansinya dengan kebutuhan di lapangan.


Sociology and Anthropology instructional materials taught in high school are constantly changing, though the curriculum of Sociology and Anthropology FIS Unnes does not change much. In this study, the author discusses the relevance of the curriculum of Sociology and Anthropology of Education Unnes FIS to the needs of teaching for teachers of Sociology and Anthropology Senior high school in Central Java. The method used in this study is a qualitative approach using descriptive methods. Based on the results of the study it is concluded that the curriculum of Sociology and Anthropology Unnes FIS is still relevant to the needs of Sociology and Anthropology classes at the high school. The suggestions are: to be held refresher courses for teachers, upgrading courses  for miss match teachers. The selection of teachers of Sociology and Anthropology should be prioritized from the alumni of sociology and anthropology department and the development of Educational Studies Program curriculum of Sociology and Anthropology should refer to the relevance and needs on the ground.

Keywords

Curriculum; Need; Sociology anthropology education.

Full Text:

PDF

References

Azmi. 2001. “Kurikulum Berbasis Kompetensi 2001: Analisis Fungsional (Khusus Bidang Studi IPS)”, Jurnal Forum Pendidikan. 27 (1) : 70-90

Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Tenaga Kependidikan. 2003a. Interaksi Belajar Mengajar. Jakarta: Depdiknas.

Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Tenaga Kependidikan. 2003b. Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: Depdiknas.

Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Tenaga Kependidikan. 2003c. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Depdiknas.

Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Tenaga Kependidikan. 2003c. Wawasan Kependidikan. Jakarta: Depdiknas.

Departemen Pendidikan Nasional. 2002. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Pusat Kurikulum, Balitbang Diknas.

Lamadirisi, M. 2012. Tingkat Afeksi Siswa Dalam Mengikuti Pembelajaran Dengan Strategi Contextual Teaching and Learning. Jurnal Komunitas. 4 (1): 76-83

Parmin. 2007. Strategi Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Melalui Lesson Study. Jurnal Lembaran Ilmu Kependidikan. 36 (2):119-123

Saefudin, m dan Budisantoso, H.T. 2007. Sikap Guru Sekolah Dasar di Kota Semarang terhadap Perubahan Kurikulum. Jurnal Lembaran Ilmu Kependidikan. 36 (2): 111-118

Saripudin, U. 1989. Konsep dan Masalah Pengajaran Ilmu Sosial di Sekolah Menengah. Depdikbud. Dirjen Pendidikan Tinggi. Proyek Pengembangan LPTK. Jakarta.

Tukidi. 2010. Evaluasi Kecukupan Jumlah Guru Sekolah Dasar di Kabupaten Sleman Tahun 2009. Jurnal Lembaran Ilmu Kependidikan. 39 (2): 141-151

Yusuf, A. 2007. Kesiapan Sekolah dalam Mengimplementasikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jurnal Lembaran Ilmu Pendidikan. 36 (2): 85-95

Refbacks

  • There are currently no refbacks.