BAHASA JAWA SEBAGAI PENGUNGKAP KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT SAMIN DI KABUPATEN BLORA

Hari Bakti Mardikantoro(1),


(1) FBS Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Abstract

Abstrak
Artikel ini bertujuan untuk mengilustrasikan bagaimana bahasa tidak bisa dilepaskan dengan budaya masyarakat penuturnya. Penelitian ini dilakukan dalam komunitas Samin. Penelitian ini menunjukkan bahwa Jawa yang digunakan oleh masyarakat Samin bisa menjelaskan fenomena hubungan antara bahasa dan budaya masyarakat penuturnya. Bahasa Jawa ini sangat kental dengan budaya masyarakat Samin. Kearifan lokal yang diungkap dengan bahasa Jawa meliputi ajaran tentang larangan mengumbar hawa nafsu, ajaran agar tidak berbuat jahat, ajaran tentang larangan menyakiti orang lain, ajaran tentang panutan hidup, ajaran tentang memegang teguh ucapan, ajaran tentang hukum karma, ajaran tentang kejujuran, ajaran tentang agama, ajaran tentang hal yang mustahil, ajaran tentang hak milik dan istri, ajaran tentang berbakti pada orangtua, ajaran tentang melestarikan lingkungan, dan ajaran tentang etika kerja.  

Abstract
This article illustrates how a language  cannot be separated from its speaker’s culture. The research was conducted among Javanese Samin community. The research result reveals that Javanese language used by Samin society can explain the phenomenon of the relation between speaker’s language and their culture. This Javanese language is very closely related with Samin culture. The local wisdom expressed in Javanese language contain various teaching, such as on how to keep passions under control, shall not cheat, shall not hurt others, on guidance of live, on how to keep promise, on karma law, on honesty, on religious precepts, on impossible thing, on the belonging of someone as wealth and woman, on how to devote parents, on how to conserve environment, and also about work ethics.  © 2013 Universitas Negeri Semarang

Keywords

Javanese language; local wisdom; Samin society

Full Text:

PDF

References

Alisyahbana, S.T. 1977. Dari Perjuangan dan Pertumbuhan Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu sebagai Bahasa Modern (Kumpulan Esai 1957 – 1877). Jakarta: Dian Rakyat.

Alwi, H, dkk. 1993. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Hutomo, S.S. 1996. Tradisi dari Blora. Semarang: Citra Alamamater.

Masinambow, E.K.M. 2000. “Lingusitik dalam Konteks Studi Sosial Budaya” dalam Bambang Kaswanti Purwo. Kajian serba Linguistik untuk Anton Moeliono Pereksa Bahasa. Jakarta: Gunung Mulia dalam kerja sama dengan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.

Miles, M.B. dan A. Michael H. 1988. Analisis Data Kualitatif. Terjemahan Tjetjep Rohendi Rohidi. 1992.. Jakarta: Universitas Indonesia.

Mumfangati, Titi dkk. 2004. Kearifan Lokal di Lingkungan Masyarakat Samin, kabupaten Blora, Propinsi Jawa Tengah. Yogyakarta: Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

Oktavianus. 2005. “Nilai Budaya dalam Ungkapan Minangkabau: Sebuah Kajian dari Perspektif Antropologi Linguistik.” dalam Jurnal Linguistika Vol. 12 No, 22 Maret 2005, hal. 79-92

Spradley, J.P. 1997. Metode Etnografi. Penerjemah Misbah Zulfa Elizabeth. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa, Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan secara Linguistis. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.

Widodo, A. 1997. “Samin in the New Order: The Politics of Encounter and Isolation” dalam Imagining Indonesia: Cultural Politics and Political Culture. Jim Schiller dan Barbara Martin-Schiller (Eds.). Ohio: Center for International Studies, Ohio University, hal. 261 -187.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.