STRATEGI ADAPTASI PKL KOTA SEMARANG: KAJIAN TENTANG TINDAKAN SOSIAL

Agus Maladi Irianto

Abstract

Tulisan berikut merupakan penelitian kualitatif mengenai strategi adaptasi pedagang kaki lima (PKL) dalam menandai tindakan sosial manusia yang menandai dinamika kegiatan ekonomi di perkotaan (khususnya di Kota Semarang). Tujuan yang ingin dicapai dari kajian ini adalah tersajikannya lukisan mendalam mengenai pola-pola usaha di sektor informal, serta penciptaan jaringan sosial di antara keluarga PKL dalam rangka mengisi lapangan pekerjaan di perkotaan. Sejumlah tindakan sosial manusia, khususnya yang dilakukan para PKL dalam penelitian ini, menyiratkan tentang tindakan sosial manusia yang kemudian mengkonstruksi konsep jaringan sosial dan strategi adaptasi PKL Kota Semarang.



The following article is a qualitative research about the adaptation strategy of street vendors in marking the humans social action that marks the dynamic of economic activities in urban areas (especially in Semarang). The objectives of this study are presenting in-depth portrait of the business patterns in the informal sector, and the creation of social networks among street vendors families in order to fill the job fields in urban area. Several humans social actions, especially conducting by the street vendors in this research, imply about human social action which then construct the concept of social networking and adaptation strategies of the street vendors in Semarang city.

Keywords

street vendor; social action; informal sector; social network; adaptation strategy

Full Text:

PDF

References

Ali, M. 1989. Keberadaan Pedagang Kaki Lima di Kotamadya Surabaya Dalam Konteks Pembinaan Ketaatan Hukum. (Hasil penelitian- Surabaya).

Astono, M.A.D. dan I.A. Soembogo. 2005.Kebudayaan sebagai Perilaku dalam Teori-Teori Kebudayaan (ed. Mudji Sutrisno & Hendar Putranto). Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Barker, C. 2003.Cultural Studies: Theory and Practice (2nd edition). London: SAGE Publishers.

Bennet, T. 1982.Media, Reality Signification dalam Michel Gurevitch (ed), Culture, Society and the Media. Metheun

Blumer, H. 1969. Symbolic Interaction. New York: Prentice Hall.

Bogdan, R dan Steven J. Taylor. 1993. Kualitatif Dasar-dasar Penelitian (terjemahan). Surabaya: Usaha Nasional.

Boiroh, P, 1973. Urban Unemployment in Developing Countries. Geneva: International Labor Office. 477-492

Bourdieu, P. 1977. Outline of a Theory of Practice. Cambridge: Cambridge University Press.

Breman, J.C. 1980. The Informal Sector in Research, Theory and Practice. Roterdam: Eramus University

Bromley, R. 1978. Organitation, Regulation, and Eploitation in the socalled Urban Informal Sector: The Street Traders of Cali, Colombia dalam World Development. Great Britain: Pergamon Press. 6(9/10):1161-1711

Creswell, J W. 1994. Reseach Design. Qualitative & Quantitative Approache. USA: SAGE Publication.

de Certeau, M. 1984. The Practice of Everday Life. Berkeley: University of California Press

Ernawati, dan Jenny Suharso, Tunjung W.Subekti, Harini. 1995 Preferensi Pedagang Kaki Lima Terhadap Faktor-faktor Lokasi Tempat Mangkal Dalam Melakukan Aktivitas Perdagangan di Kotamadya Malang.(Hasil penelitian- Malang).

Foucault, M. 1980.Power/ Knowledge: Selected Interview & Other Writing. New York: Pantheon.

Geertz, H. 1985. Keluarga Jawa (terjemahan). Jakarta: Grafiti Pers (cetakan III)

Goffman, E. 1974 Frame Analysis. An Essay on the Organization og Experience London: Harper & Row Publishers

Hatta, Moch. 1992. Sosok Kehidupan Sosial Ekonomi Pedagang Keliling Sayuran di Kompleks Perum Riung Bandung, (Hasil penelitian- Bandung)

Jamuin, M. 2000. Perilaku Ekonomi Pedagang Warung Tenda Dalam Krisis Moneter, (Hasil penelitian- Surakarta).

Koentjaraningrat. 1993. Metode-Metode Penelitian Masyarakat (Edisi Ketiga).Jakarta: Gramedia Pusataka Utama.

Latief, M A. 1997. Pola Berdagang di Kalangan Pedagang Informal diKotamadya Banda Aceh, ( Hasil penelitian- Darussalam).

Lubis, P.W. dan Rohman. 1998. Peranan Pedagang Kaki Lima Dalam Meningkatkan Pendapatan Keluarga di Kotamadya Jambi, (Hasil penelitian- Jambi)

Lukman .1995. Pembinaan Pedagang Kaki Lima: Evaluasi Proyek Citra Niaga di Kotamadya Samarinda (Hasil Penelitian-Yogyakarta).

McGee, 1976. Hawkers and Hookers: Making out in Third Word City: Some Southeast Asian Examples dalam Manpower and Unemployment Research. 9(1):3-22.

Mead, G.H. 1934. Mind, Self and Society (ed. Charles W. Morris). Chicago: University of Chicago Press

Munir, H.M. Salim. 1993. Hubungan Patron Klien Pedagang Daging Sapi dan Tingkat Kesejahteraan Pengecer di Pasar Krian, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo(Hasil penelitian-Yogyakarta)

Muthmainah. 1993. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Pedagang Informal Serta Peranannya Dalam Kesempatan Kerja dan Penghasilan Keluarga di Kotamadya Surakarta, (Hasil penelitian-Surakarta).

Ngatno. 1996. Analisis Pemanfaatan Kredit Bagi Pedagang Kaki Lima di Kotamadya Semarang, (Hasil penelitian- Semarang).

Papanek, G.F. 1975. The Poor of Jakarta dalam Economic Development and Cultural Change. 26: 1-27

Pelto, P.J., dan Gretel H.Pelto. 1978. Anthropological Research. Cambridge: Cambridge University Press.

Rayeuk, Abdullah. 1993. Laporan penelitian dengan judul: Tingkat Fertilitas Penduduk yang Bekerja Pada Sektor Non-formal: Studi Kasus Pedagang Kaki Lima Kodya Banda Aceh, (Hasil penelitian- Banda Aceh).

Rini, H.S. 2012. Dilema Keberadaan Sektor Informal dalam Jurnal Komunitas, Research and Learning in Sociology and Anthrophology, 4(2)

Saifuddin, A.F. 2005. Antropologi Kontemporer: Suatu Pengantar Kritis Mengenai Paradigma. Jakarta: Kencana Prenada Media

Saleh, C. 1995. Relokasi dan Perilaku Ekonomi Pedagang Besi Tua: Penelitian di Daerah Tingkat II Kodya Surabaya, (Hasil penelitian-Yogyakarta).

Surya, O.L. dan Retno Widjajanti. 2007. Jurnal Tata Loka. 9(3)

Sanchez, C.E., Horacio Palmeiro, dan Fernando Ferrero. 1981. The Informal and Quasi Informal Sector dalam The Informal Sector in Developing Countries (S.V. Sethuraman. Ed). Geneva: ILO

Sayogo. 2002. Pertanian dan Kemiskinan. Makalah disampaikan pada Pertemuan II Seminar Pendalaman Ekonomi Rakyat, YAE-Bina Swadaya, Finacial Club Jakarta, 5 Februari 2002.

Spradley, J.P. 1980. Participant Obeservation. New York: Holt, Rinehart, and Winston.

Suhariyanti, Sulistyo, Tina A.N, dan Nila Firdausi. 1995. Jaringan Sosial Pedagang Kaki Lima di Perkotaan: Suatu Studi Pada Pedagang Kaki Lima di Perkotaan Kotamadya Malang, (Hasil penelitian- Malang).

Susilowati, D. 1997. Associations Between Anthropometric Measurement and Socioeconomic Situation in East Jakarta Households: Explanations of Over and Underweight Distributions Among Household Members (Hasil penelitian-Jakarta).

Sutrisno, M. 2003. Diktat Filsafat Kebudayaan. Jakarta: STF Driyarkara

Tantu, H. 1992.Kehidupan Pedagang Kaki Lima Asal Jawa, Bali dan Madura di Sulawesi Selatan : Suatu Analisa Peran Sektor Informal Sebagai Pendorong Transmigrasi Spontan di Indonesia, (Hasil penelitian- Ujung Pandang).

Vayda, A.P. 1983 .Progresive Contextualization: Methods for Research in Human Ecology, Human Ecology. 11: 265-281.

Sumber Internet:

http://www.vhrmedia.com/PKL-Semarang-Tolak-Penggusuran-berita2493.html) diunduh 23/7/2010

http://hetifah.com/artikel/penyebab-gagalnya-pengelolaan-pkl-di-perkotaan.html diunduh 23/6/2010

http://www.scribd.com/doc/3499983/Formulasi-Kebijakan-Publik diunduh 23/6/20

http://ratnadwipa.blogspot.com/2008/12/agenda-setting-dan-perumusan-masalah.html diunduh 10/7/2010

http://widytaurus.wordpress.com/2008/02/15/penggusuran-pkl-salah-siapa/ diunduh 6/7/2010

http://www.scribd.com/doc/23887284/Policy-Paper-Sanitasi-Lingkungan diunduh 6/7/2010

Refbacks

  • There are currently no refbacks.