Tawuran Pelajar: Solidarity in the Student Group and its Influence on Brawl Behaviour

Elly Malihah, Bunyamin Maftuh, Rizki Amalia

Abstract

This research is motivated by the reality of the student brawls as a result of increasing solidarity within the students group. This problem emerges as a challenging issue for our education. This study aims to find an answer to the question of how solidarity within student groups in influencing the brawl behavior. The study used a qualitative approach and case study method. Data was collected through interviews, observation, documentary studies, and literature. The findings of the study are: (1) the brawl between students is triggered by hostility, disputes, or conflicts among student groups. (2) The recruitment process of a student groups is natural and based on the proximity of their house location or place of residence, mutual interests, as well as their hang out place. (3) The process of solidarity formation among group members begins with the casual interaction, carrying out activities together, and establishing the feeling of unity. (4) This established group solidarity leads the students to conduct the brawls when their group is under the threat from the other groups. The students will also do the brawls when there are conflicts among students groups and they fail to fulfill their developmental needs as a teenager.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh realitas maraknya tawuran dikalangan pelajar sebagai dampak dari meningkatnya solidaritas dalam kelompok. Masalah tersebut menjadi tantangan dunia pendidikan. Penelitian ini ingin memperoleh jawaban atas pertanyaan bagaimana solidaritas pada kelompok pelajar dalam mempengaruhi perilaku tawuran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan studi literatur. Temuan penelitian: (1) Tawuran antar pelajar yang terjadi dikarenakan perumusuhan, pertikaian atau konflik yang ada diantara kelompok-kelompok pelajar. (2) Proses pelajar menjadi anggota kelompok bersifat alamiah dan didasari karena kedekatan letak rumah atau tempat tinggal, minat yang sama, serta satu tempat tongkrongan. (3) Proses pembentukan solidaritas dimulai dari interaksi diantara sesama anggota kelompok, kegiatan yang dilakukan bersama-sama hingga akhirnya keterlibatan perasaan. (4) Solidaritas yang terbentuk menyebabkan tawuran antar pelajar selama ada ancaman dari kelompok lain, terjadinya konflik diantara kelompok-kelompok pelajar, serta tidak terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan perkembangan pelajar sebagai remaja.

Keywords

group; group solidarity; and brawl

Full Text:

PDF

References

Emzir. 2011. Analisis Data: Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rajawali Pers.

Jamil, M. M. 2007. Mediasi dan Resolusi Konflik. Semarang : Walisongo Mediation Centre.

Johnson, D. P. 1986. Teori Sosiologi Klasik dan Modern 1. Jakarta : Gramedia Pustaka.

Kartono, K. 2009. Patologi Sosial Jilid 1. Jakarta: Rajawali Pers.

Lickona, T. 1992. Educating For Character How Our Schools Can Teach

Respect and Responsibility. New York-Toronto-London-Sydney-Auckland: Bantam Books.

Maftuh, B. 2008. Pendidikan Resolusi Konflik : Membangun Generasi Muda yang Mampu Menyelesaikan Konflik Secara Damai. Bandung: Sekolah Pasca Sarjana UPI.

Mappiare, A. 1982. Psikologi Remaja. Surabaya: Usaha Nasional.

Miles, M & Huberman, AM. 2007. Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber tentang Metode-Metode Baru. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Moleong, J. L. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Rosda Karya.

Narwoko, D. J. & Suyanto, B. 2007. Sosiologi: Teks Pengantar dan Terapan. Jakarta: Kencana

Nasution, Z. 2009. Solidaritas Sosial dan Partisipasi Masyarakat Desa Transisi. Malang : UMM Press.

Rais, F. M. L. 1997. Tindak Pidana Perkelahian Pelajar. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Ritzer, G. dan Goodman, J. D. 2010. Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Kencana.

Saleh, A. I. 2004. Tawuran Pelajar Fakta Sosial yang Tak Berkesudahan di Jakarta. Yogyakarta: IRCISOD.

Santosa, S. 1999. Dinamika Kelompok. Jakarta: Bumi Aksara.

Santrock, J.W. 2003. Adolescence: Perkembagan Remaja. Jakarta: Erlangga.

Sarwono, W. S. dan Meinarno, A. E. 2009. Psikologi Sosial. Jakarta: Salemba Humanika.

Satori, D dan Komariah, A. 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Setiadi, M. E. & Usman K. 2011. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Kencana.

Soekanto, S. 2009. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : Raja Grafinda Persada.

Soekanto, S. 1985. Emile Durkheim. Aturan-Aturan Metode Sosiologis. Jakarta: Rajawali.

Sugiyono. 2008. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfabeta.

Sunarto dan Hartono, A. 2008. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta : Rineka Cipta.

Syani, A. 1987. Sosiologi Kelompok dan Masalah Sosial. Jakarta: Fajar Agung.

Willis, S. S. 2010. Remaja dan Masalahnya. Bandung: Alfabeta.

Julianti. 2013. Internalisasi Nilai Toleransi melalui Model Telling Story pada pembelajaran PKN untuk mengatasi Masalah Tawuran. Jurnal Penelitian Pendidikan, 14 (1):1-12.

Kurniawan, S. & Rois, M. M. A. Tawuran, Prasangka, terhadap Kelompok Siswa Sekolah Lain serta Konformitas pada Kelompok Teman Sebaya. Proyeksi, 4 (2):85-94.

Maftuh, B. 2005. Implementasi Model Pengajaran Resolusi Konflik melalui Pendekatan Workshop yang Diintegrasikan ke dalam Pendidikan Kewarganegaraan di SMA. Disertasi. Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Mariah, U. 2007. Peran Persepsi Keharmonisan Keluarga Dan Konsep Diri Terhadap Kecenderungan Kenakalan Remaja. Tesis. Fakultas Psikologi, Universiata Gajah Mada, Yogyakarta.

Oesman, T. A. 2010. Fenomena Tawuran sebagai Bentuk Agresivitas Remaja. Skripsi. Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Pratiwi, O. C. T. dkk. 2013. Pengaruh Solidaritas Kelompok Sosial terhadap Perilaku Agresi Siswa Kelas XI SMA Negeri 85 Jakarta. Jurnal PPKN UNJ Online, 1(2):1-14.

Ridwan, H. K. 2006. Agresi pada Siswa-Siswa SLTA yang Melakukan dan Tidak Melakukan Tawuran Pelajar. Tesis. Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Sheila, M. 2001. Hubungan antar Prasangka terhadap Kelompok dan Intensi untuk bertingkah laku Agresi pada Pelajar Sebuah SMK di Jakarta yang Terlibat Tawuran. Jurnal Psikologi, 8 (2), hlm. 1-2.

Widiastuti, W. 2002. Dampak Adegan Kekerasan di Televisi Terhadap Perilaku Agresif Remaja Perkotaan. Skripsi. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Bengkulu, Bengkulu.

UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: depdikbud.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.