Empowerment Strategy Through Salak Fruit

Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti, Fafurida Fafurida, Avi Budi Setiawan, Himawan Arif Sutanto

Abstract

This articles aims to understand the practice of empowerment through assistance to salak farmers. The study includes 60 salak fruit farmers which are taken as the samples. Descriptive analysis is used to analyze the obtained data from the study. The research result shows that most respondents have the relative low level of empowerment. The empowerment level from business aspect explain that most of the respondent (73%) are never and could not got the financial assistant to develop their business. Likewise, it could be happen in the technological access, most of the respondent (56,7%) explain that in the production process the technology that used is base on traditional and hereditary. So, it is depend on labour relieves when the production and harvest process. Furthermore, the research shows that a low level of a capability to access the market information. It could be seen that most of the farmers (38,3%) directly selling their product to the consumers and 33,3% sell their product to the broker. The empowerment from non economic aspect could be seen from the low ability of lobbying aspect, like the asking for a relieves from their colleagues at the local government officer (10%), financial institution like cooperation, bank and etc (25%), society figures (32,1%), employees (32,1%), non government institution/ academision (10%) and a families (93,3%). To empower the farmers in order to make them sustainable, it is necessary to built a partnership by empowerment strategy. The empowerment strategy that involves industry as the farmers partner is carried out to improve the empowerment of the farmers of salak fruits.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi praktek pemberdayaan melalui pendampingan petani buah salak. Sebanyak 60 orang petani salak diambil sebagai sampel. Analisis deskriptif telah digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat di daerah penelitian mengaku pada saat panen melimpah harga jual buah salak sangat rendah. Tingkat keberdayaan dari Aspek Usaha menunjukkan bahwa dalam mengakses kredit sebagian besar responden (73%) menyatakan tidak pernah atau tidak mampu mendapatkan kredit untuk pengembangan usahanya. Demikian juga dalam megakses teknologi sebagian besar responden (56,7%) menyatakan bahwa dalam melakukan proses produksi berdasarkan turun-temurun dimana teknologi dalam melakukan produksi bersifat tradisonal dan menggunakan insting, sehingga masih tergantung adanya bantuan dari orang lain pada saat terjadi masalah baik dalam proses produksi maupun pada saat panen. Selajutnya kemampuan dalam mengakses informasi pasar menunjukkan rendah yang dapat dilihat dari pemasaran hasil panen sebagian besar (38,3%) dijual langsung ke konsumen dan kepada tengkulak (33,3%). Tingkat keberdayaan dari aspek non-ekonmi yang dilihat dari kemampuan lobbying menunjukkan masih relative rendah, seperti keberhasilan dalam meminta bantuan kenalannya di Pemda sebsar 10%, lembaga keuangan seperti koperasi, bank, dan lain sebagainya sebesar 25%, tokoh masyarakat sebesar 32,1%, pengusaha sebesar 32,1%, akademisi/LSM sebesar 10% dan saudara 93,3%. Untuk meningkatkan keberdayaan petani agar mampu menjalankan usahataninya secara berkelanjutan serta meningkatkan nilai tambah, diperlukan adanya kemitraan yang dapat dilakukan melalui Strategi Pemberdayaan.

Keywords

Full Text:

PDF

References

Adler, P. S., (1992),; Managing DFM: Learning to coordinate product and process design, in Integrating Design and Manufacturing for Competitive Advantage, G. I. Susman, Ed. New York: Oxford.

Ali, Madekhan, (2007).Orang Desa Anak Tiri Perubahan, Averroes Press,. Yogyakarta

Aziz, Moh Ali dkk.(2005). Dakwah Pemberdayaan Masyarakat Paradigma Aksi dan Metodologi. Yogyakarta: PT. LKIS PelangiAksara.

BPS.(2014). Indonesia in Figure. Central Bureau of Statistics.Jakarta Indonesia.

------------. (2013). Kabupaten Sleman Dalam Angka. Central Bureau of Statistics. Sleman Regency, Yogyakarta Province.

Christenson, J.A &Robinson,J.R., (1989). Community Development in Perspective,. IOWA: Iowa State University Press

Caya, Khairani & Andi Dalapati.(2007). Pengolahan Buah-buahan. No: 01/Juknis/CK-AD/P4MI/2007 Departement of Agriculture. Bureau of Research and Development of Agriculture, BPTP Central Sulawesi.

Darwanto, Herry. (2009). Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan Berbasiskan Masyarakat

Terpencil. Paper non published.

Nwaru, J.C., Onyenweaku, C.E., dan Nwosu, A.C. (2006). Relative Technical Efficiency of Credit and Non-Credit User Crop Farmers. African Crop Science Journal, Vol. 14. No.3, pp:241-251

Pambudi, H S, ErrySyahrian, Yanuardi. (2003) Politik Pemberdayaan: Jalan Mewujudkan Otonomi Desa. Yogyakarta: Lappera Pustaka Utama.

Supadi & Sumedi.(2004). Tinjauan Umum Kebijakan Kredit Pertanian. Working Paper, Central of Research and Development of Social Economy Agriculture. January: Ministry of Agriculture.

Prijono, O.S. & Pranarka, A.M.W., 1996. Pemberdayaan: Konsep, Kebijakan dan Implementasi. Publisher of Centre for Strategic and International Studies,Jakarta.

Hornby, A.S. (2005) Oxford Advanced Learners Dictionary. Oxford:OxfordUniversity Press

Purnomo, H. (2010). Budidaya Salak Pondoh. Aneka Ilmu Publisher. Semarang.

Redaksi Agromedia. (2007). Budidaya Salak. Agromedia Pustaka. Jakarta.

Sanderson, S. and V. Uzumeri,(1990), Strategies for new product development and renewal: design-based incrementalism, Rensselaer Polytechnic Inst., Center for Sci. and Technol. Policy, working paper.

Santoso, H.B. (1990). Salak Pondoh. Kanisius Publisher. Yogyakarta.

Soekartawi.(2000). Pengantar Agroindustri. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta

Susilowati, I., Sudaryono, A., Winarni, T., Arif, H., Farah, A., Rifai, B., Arief, B., Endahsari, S. (2004) Pengembangan Model Pemberdayaan Masyarakat Pesisir di Kabupaten Pekalongan Jateng. Riset Unggulan Kemasyarakatan dan Kemanusiaan. Research Report. Diponegoro University Semarang.

Tjahjadi, Nur, (1989). Bertanam Salak. Kanisius Publisher. Yogyakarta.

Young, M., (1989),;The Technical Writers Handbook. Mill Valley, CA: University Science.

http://arifh.blogdetik.com/mengolah-salak-bali-menjadi-dodol-dan-kripik-salak/

http://epetani.deptan.go.id/budidaya/budidaya-salak-pondoh-8094

http://id.wikipedia.org/wiki/Salak

Refbacks

  • There are currently no refbacks.