ANALISIS BAHASA LISAN PADA ANAK KETERLAMBATAN BICARA (SPEECH DELAY) USIA 5 TAHUN

Alvika Candra Puspita, Anin Akvian Perbawani, Nova Daniar Adriyanti, Sumarlam Sumarlam

Abstract


Penelitian ini membahas keterlambatan bicara (speech delay) yang diderita oleh Rifaai Khoirul Anam, seorang anak berusia 5 tahun. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik SSR (Single Subject Research). Pemerolehan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara kepada informan. Analisis difokuskan pada bahasa lisan anak dan alasan terjadinya keterlambatan bicara (speech delay) anak usia 5 tahun. Berdasarkan hasil analisis ditemukan 1) ketepatan ucapan pada beberapa huruf vokal dan konsonan kurang jelas; 2) penempatan tekanan, nada, sendi, dan durasi sudah sesuai; 3) pilihan kata kurang bervariasi; 4) pembicaraan tepat sasaran apabila anak fokus. Selain itu, sering jatuh saat bayi merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya speech delay dan kurangnya stimulus dari orang terdekat. Alternatif untuk menyembuhkan anak terlambat berbicara bisa dengan terapi wicara. Akibat dari keterlambatan berbicara yang dialami anak menyebabkan terjadi melambatnya perkembangan pada motorik maupun sensoriknya, selain itu mempengaruhi sulitnya berkomunikasi dengan baik yang membuat interaksinya dengan lingkungan menjadi sangat kurang, dan mempengaruhi tingkat kecerdasan anak.

Keywords


bahasa lisan, keterlambatan bicara, speech delay, psikolinguistik

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.