POLA PENGIKONIKAN DALAM BAHASA INDONESIA

Hari Bakti Mardikantoro

Abstract


Keikonikan dalam bahasa merupakan fenomena menarik untuk dikaji. Hal inidikarenakan oleh beberapa faktor, yakni linguistik masa kini lebih terpancangperhatiannya pada bentuk-bentuk simbolik lingual yang dikatakan bersifatarbitrer, pemahaman terhadap kaidah-kaidah keikonikan mutlak perlu dalampengkajian bahasa, bahasa Indonesia sangat kaya dengan bentuk-bentuklingual yang bersifat ikonik itu. Temuan penelitian ini adalah ada 10 polapengikonikan dalam bahasa Indonesia, yaitu peniruan suara atau bunyi,pernyataan kecil atau terlalu kecil, pernyataan besar atau terlalu besar,pernyataan lebar atau terlalu lebar, pernyataan panjang atau terlalu panjang,pernyataan bulat (dan membesar atau memakan tempat yang lebih besar ataulebih luas), pernyataan tonjolan atau sembulan, pernyataan perubahan,pernyataan keadaan tetap, pernyataan tidak teraturnya tindakan ataukejadian.

Iconicity in language is an interesting phenomena to study. This is because ofmany factors : nowadays linguistics only pay attention to arbitrary lingualsymbolic form, it is necessary to understand towards rules of iconis in languagestudy, Indonesia language has many lingual iconic form. The indings of thisstudy are 10 iconicity patterns in Indonesian language, i.e. voice/sound mimicry,statement to stress small or too small object, statement to stress big or too bigobject, statement to stress large or too large object, changing larger or extend,statement to stress long or too long object, changing longer, statement to stressround (and changing bigger), statement to stress bruise, statement to stresschange, statement to stress ixed condition, statement to stress unconsistent ofaction or event.


Keywords


pattern of iconicity, Indonesian language.pola pengikonikan, bahasa Indonesia.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.