PENINGKATAN KETERAMPILAN MENANGKAP MAKNA TEKS CERITA PENDEK SECARA LISAN MELALUI MEDIA PAPERCRAFT DAN TEKNIK URAI KEJADIAN

Tika Fitri Nurul Huda, Rahayu Pristiwati

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan penerapan media papercraft dan teknik urai kejadian pada pembelajaran menangkap makna teks cerita pendek, mengetahui perubahan sikap religius peserta didik, mengetahui perubahan sikap sosial peserta didik, dan memaparkan peningkatan hasil tes keterampilan menangkap makna teks cerita pendek peserta didik. Subjek penelitian ini adalah keterampilan menangkap makna teks cerita pendek secara lisan kelas VIIC SMP Negeri 9 Semarang. Pengumpulan data menggunakan teknik tes dan nontes. Dari hasil penelitian, diketahui adanya peningkatan persentase ketuntasan klasikal yang diperoleh peserta didik dalam menangkap makna teks cerita pendek secara lisan. Pada siklus I persentase ketuntasan klasikal aspek sikap religius 85%, meningkat menjadi 92%. Berikutnya persentase aspek sosial pada siklus I seperti teliti 85% meningkat menjadi 92%, kreatif 65% meningkat menjadi 96%, percaya diri 65% meningkat menjadi 97%, tanggung jawab 75% meningkat menjadi 95%. Aspek terakhir yang dijadikan pedoman dalam peningkatan persentase kelas adalah aspek ketrampilan. Aspek ketrampilan siklus I sebesar 69% dan mengalami peningkatan mencapai 100% pada siklus II.

The purpose of this research is to explain function by papercraft and tragedy technics on in grasping the meaning of the text short stories, to explain changes of religious attitude, to explain changes of social attitude, and to describe increasing of final skill aspect. The subjects were the skills to grasp the meaning of text short stories orally VIIC class Semarang SMP Negeri 9. Collecting data using a test technique and nontes. From the research, it is known to an increase in the percentage obtained by classical completeness learners in grasping the meaning of the text short stories orally. In the first cycle percentage classical completeness aspect of religious attitudes 85%, increased to 92%. Next percentage of social aspects in the first cycle as closely 85% increased to 92%, increasing to 65% creative 96%, 65% confidence increased to 97%, 75% responsibility increased to 95%. Aspects of knowledge also increased from the first cycle to the second cycle of 71% increased to 100%. The last aspect is used as guidelines in increasing the percentage of the class is the skill aspect. Aspects skills first cycle of 69% and an increase to 100% in the second cycle.


Keywords


learning grasp the meaning of the text short storie; papercraft media and techniques explained events

Full Text:

PDF

References


Anafi. 2012. Peningkatan Keterampilan Berbicara dengan Menggunakan Media Wayang Boneka pada Peserta didik Kelas VIIB SMP Negeri Seyegan Sleman.

Arikunto, dkk. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Arsyad, Azhar. 2011. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Rajagrafindo.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2000. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta.

Endraswara, Suwardi. 2011. Metode Pengajaran Apresiasi Sastra. Yogyakarta: CV. Radhita Buana.

Halim, Stella Evanda. 2008. Media Wayang Boneka. http://dewey.petra.ac.id. Diunduh pada tanggal 18 Oktober 2013.

Harjanto, 2006. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Hendrikus, P. Dori Wuwur. 1991. Retorika.Yogyakarta: Kanisius.

Kurniasari, Rina. 2011. Peningkatan Keterampilan Bercerita menggunakan Media Komik Tanpa Kata Pada Peserta didik Kelas VII C SMPN 2 Karanganyar Kebumen.

Listiawati. 2013. Meningkatkan Keterampilan berbicara melalui Metode Bermain Peran Pada Peserta didik Kelas VIIB SMP Sayegen Sleman.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.