THE COLONIZATION TRIAL POLICY IN GEDONG TATAAN, LAMPUNG IN 1905-1917

Sudarno Padmo

Abstract

The problem of colonization policy in Gedong Tataan (South Sumatera) made the main theme in this research is to know one part of Dutch colonial politics in the Dutch East Indies in the modern imperative era in the first half of the 20th century. The policy is an implementation of one of the ethical political programs, namely: the emigration proclaimed by the Dutch in 1901, which would implicitly be used for the welfare of the Indies population. However, in practice, the colonization was then politicized by the Dutch who conspired with the private capitalists, to expand the exploitation of natural resources and labor to the Outer Islands region. Since the problem of this research has taken place in the past, the archives of the Dutch colonial archives, books, journals and newspapers related to the theme of this research are used as sources in this dissertation; and the analysis of this study uses a critical historical method in order to obtain a reconstruction of the history of colonization that is close to the truth. In conclusion, the policy of colonization in Gedong Tataan was the Dutch colonial ambition or politics to improve the welfare of the native population, and as a pioneer for the procurement of labor or private capital of the capitalist plantations outer Java.  

 

Kajian tentang kebijakan kolonisasi di Gedong Tataan (wilayah Sumatera Selatan) bertujuan untuk mengetahui salah satu bagian dari politik kolonial Belanda di Hindia Belanda di jaman imperliasme modern pada paruh pertama abad ke-20. Kebijakan itu merupakan suatu implementasi dari salah satu program politik etis, yaitu: emigrasi yang dicanangkan oleh Belanda pada tahun 1901, yang secara implisit akan digunakan untuk kesejahteraan penduduk bumiputera Hindia Belanda. Akan tetapi, di dalam praktiknya kolonisasi itu kemudian dipolitisasi oleh Belanda yang berkonspirasi dengan para pemilik modal swasta (kapitalis), untuk memperluas eksploitasi sumber daya alam dan tenaga kerja ke daerah kepulauan di Luar Jawa. Oleh karena, masalah penelitian ini telah terjadi di masa lampau, maka bahan-bahan arsip kolonial Belanda, buku, jurnal, dan surat kabar yang terkait dengan tema digunakan sebagai sumber dalam penelitian ini. Analisis penelitian ini menggunakan metode sejarah kritis agar dapat diperoleh rekonstruksi sejarah kolonisasi yang mendekati dengan kebenaran. Sebagai kesim-pulan, bahwa kebijakan kolonisasi di Gedong Tataan itu merupakan ambisi atau politik kolonial Belanda untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk bumiputera, dan sebagai pionir untuk pengadaan tenaga kerja atau kuli-kuli perkebunan swasta kaum kapitalis di Luar Jawa.

 

Keywords

kolonisasi, konspirasi, eksploitasi, dan tenaga kerja.

Full Text:

PDF

References

Advis Raad Van Indie, 25 Maret 1904, no. 30.

Benoit, et al. 1989. Transmigration and Spontaneous Migrations, Propinsi Sumatera, Indonesia. Orstom - Departemen Transmirasi.

Besluit Pemerintah (Gouvernementsbesluit), 30 September 1903, no, 17.

Besluit Pemerintah (Gouvernementsbesluit), 19 Oktober 1904.

Besluit Pemerintah (Gouvernementsbesluit), 7 Maret 1906, no. 5.

Bijlagen: Inheemsche Kolonisatie dari Surat yang ditujukan kepada Gubernur Jawa-Madura oleh Sekretaris Gubernemen tanggal 25 Maret 1931, in Rondschrijven. No. 646/13 at Library of Leiden University.

Boeke, H. J. 1946. The Stucture of Netherlands Indie Economy. New York: International Escretariat, IPR..

Booth, Anne, dkk. 1988. Sejarah Ekonomi Indonesia. Jakarta: LP3ES.

Breman, J.C. 1963. ”Java: Bevolkinggoei en Demografie Structuur”, dalam Tijdschrift van het Koniklijk Nederlndasch Aardrijkskundig Genootschap.

Brooshooft, P. 1901. De Ethische Koers in de Koloniale Politiek. Amsterdam: J. H. de Bussy.

Craandijk, H. 1917. "De Kolonisatie proef in de Lampongsche Districten", dalam Koloniale Studien, tahun ke 2, Jilid 2.

Eindresume. 1876. Jilid I. Batavia: Ernst & Co.

Elst, P. van der. 1985. "Krisis Budidaya Padi di Jawa." in Sayogyo and W.L. Collier. Budi Daya Padi di Jawa. Jakarta: PT. Gramedia.

Fokkens, F. 1901-1903. Eindresume van het Onderzoek naar de Verplichte Diensten der Inlandsche Bevolking op Java en Madoera. tiga jilid, Batavia.

Fock, D. 1904. Beschouwingen en Voorstellen ter Verbetering van Economischen Toestand van Inlandsche Bevolking van Java en Madoera. “s-Gravenhage: Martinus Nijhoff.

Garraghan, Gilbert J. 1965. Guide to Historical Method. New York: Fordham University Press.

Geertz, C. 1983 Involusi Pertanian. Terjemahan. Jakarta: Bhratara.

Gennep, J. van. 1878. Bief van J. Van Gennep: Nederlandss Politiek tegenover Indie. Batavia: G. Kolff & Co.

Ginkel, A. Th. Van. 1917. “De emigratie en kolonisatieproeven der Indische Regeering”, dalam Koloniale Tijdschrift.

Gonggrijp. G. 1957. Schets Eener Economische Geschiedenis van Indonesie. Haalem: De Erven F. Bohn NV.

Gottschalk, Louis. 1963. Understanding History: A Primer of History Method. New York: Alfred A. Knoff.

Hardjono, J.M. 1977. Transmigration in Indonesia. London: Oxford University Press.

Het Metrieke Stelsel van Maten, Gewichten en Munten, 1925. Jilid III Dinxperlo: Instituut J. H. Vliet.

Heyting, H. G. 1938. "De Les van Wortelvast Gedong Tataan", dalam De Indische Gids, tahun ke 60, Jilid 2.

Hoevell, van. 1863 Parlementaire Redevoeingen over Koloniale Belangen. (2 vol). Zalt-Bommeh: Joh. Noman en Zoon.

Hüsken, Frans. 1994. “Declining welfare in Java, Gouverment and private inquires, 1903-191”, in Robert Cribb (Ed.). The late Colonial State in Indonesia: Political and economic foundations of Netherlands Indies 1880-1942. Leiden: KITLV Press.

Kingston, Jeff. 1990. “Agriculture Involution among Lampung”s Javanese.” Southeast Asian Studies, 27(4).

Kolonisatie-Bulletin. 1937. No. 1.

Koloniale Verslag 1905, 1906, dan 1907.

Kano, Hiroyoshi. 1984."Sistem Pemilikan Tanah dan Masyarakat Desa di Jawa pada abad XIX." in Sediono M. P. Tjondronegoro & Gunawan Wiradi (Eds.). Dua Abad Penguasaan Tanah. Jakarta: PT. Gramedia.

Kartodirdjo, Sartono. 1973. Protest Movement in Rural Java. Singapore: Oxford University Press.

Kartodirdjo, Sartono. 1986. Pengantar Sejarah Indonesia Baru. Jilid 2. Jakarta: PT. Gramedia.

Kartohadikoesoemo, Sutardjo. 1967. Desa. Yogyakarta: UGM Press.

Locsher-Scholten, E. B. 1976. “Mr. P. Brooshooft, Een Biografische Schets in Koloniaal-Ethisch Perspektief.” BKI, 132 (2/4).

Manggistan, 1986. "Produksi Padi di Jawa yang Tidak Mencukupi", dalam Sayogyo dan W.L. Collier (Ed.). Budidaya Pa¬di di Jawa. Jakarta: PT. Gramedia.

Nitisastro, Widjojo. 1970. Population Trends in Indonesia. Ithaca & London: Cornell University Press.

Pelzer, K. J. 1945. Pioneer Settlement in the Asiatic Tropic. New York: Institute of Pacific Relation.

Prior, R. G., 1979. Migration and Development in South-Aest Asia: Demographic Perspective. Oxford: Oxford University Press.

Renier, G. J., 1950. History: Its Perpose and Method. London: George & Enwin. Ltd.

Sayogyo. 1986. "Transmigrasi di Indonesia, 1905-1985: Apa yang Kita Cari Bersama ?", in Sri-Edi Swasono & Masri Singarimbun (Eds.). Sepupuh Windu Transmigrasi di Indonesia 1905-1985. Jakarta: UI Press.

Schalkwijk, W.C. 1917-1918. "De Kolonisatieproeven in de Lampongsche Districten”, Koloniale Studien, Year II, Vol. II.

Soeratman, Darsiti. 1978. "Kegagalan Usaha Percobaan Emigrasi ke Lampung oleh Pemerintah Kolonial pada awal abad 20." Buletin Fakultas Sastra dan Kebudayaan, 6.

Stoler, Ann Laura. 1985. Capitalism and Confrontation in Sumater”s Belt, 1970-1979. New Haven: Yale University Press.

Surat Direktur Pemerintah Dalam Negeri kepada Gubernur Jenderal, 3 Desember 1903, no. 469 dan 16 Januari 1904, no. 254

Swasono, Sri-Edi. 1986. "Kependudukan, Kolonisasi dan Transmigrasi", in Sri-Edi Swasono & Masri Singarimbun (Eds.). Sepuluh Windu Transmigrasi di Indonesia 1905-1935. Jakarta: UI Press.

Zwaal, J van de. 1936. “De Javanenkolonies Gedong Tataan en Wonosobo in de Lampongsche districten”, dalam Koloniale Tijdschrift.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.