NASIONALISME DALAM TEROR DI MANDAR TAHUN 1947

Abd Rahman Hamid

Abstract

The desire becoming the new state (Republic) had been paid expensively by Mandar people. In February 1947, Westerling commited massacre in Galung Lombok and the surrounding areas. The victims were accused of being extremists, robbers, and murderers. They are executed without process of law process and forgiveness. This incident became the historical milestone in the area in defending the Republic from terror of Dutch troops. The movement had influence and extensive network, not only in South Sulawesi, but also in Java and Kalimantan. Peoples struggles were organized by KRIS Muda and GAPRI5.3.1. As a results of this study, it was found that there was encounter between nationalism and religion. Other organizations, particularly ALRI-PS, had role for defending the Republic. Choosing Mandar as target location for Westerling terror showed an important and powerful influence of the movement struggle in this region.

Keinginan menjadi negara baru (republik) telah dibayar mahal oleh rakyat Mandar. Pada bulan Februari 1947, pasukan Westerling melakukan pembantaian massal di Galung Lombok dan daerah sekitarnya. Para korban dituduh sebagai ekstrimis, perampok, dan pembunuh. Mereka dieksekusi mati tanpa proses hukum dan ampun. Peristiwa ini menjadi tonggak sejarah daerah ini dalam membela Republik dari teror pasukan Be-landa. Gerakan itu memiliki pengaruh dan jaringan yang luas, tidak hanya di Sulawesi Selatan, tetapi juga Jawa dan Kalimantan.Perjuangan rakyat terorganisasi lewat KRIS Muda dan GAPRI 5.3.1. Dari hasil studi ini ditemukan adanya perjumpaan antara nasionalisme dan agama. Organisasi lain, khususnya ALRI-PS, berperan dalam membela republik. Dipilihnya Mandar sebagai lokasi sasaran teror Westerling menunjukkan penting dan kuatnya gerakan pengaruh perjuangan dari daerah ini.

Keywords

nasionalisme; teror; mandar

Full Text:

PDF

References

Agung, Ide Anak Agung Gde Agung. 1985. Dari Negara Indonesia Timur ke Republik Indonesia Serikat. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Amir, Muhammad. 2010. Kelaskaran di Mandar Sulawesi Barat: Kajian Sejarah Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan. Makassar: BPSNT Dian Istana.

Amir, Muhammad. 2011. Maraqdia Andi Depu: Wanita Pejuang dari Mandar dalam Syahrir Kila (ed). Tiga Srikandi Pejuang dari Sulawesi Barat. Makassar: BPSNT Dian Istana. (hlm.1-76).

Amir, Muhammad. 2014. Perjuangan Hammad Saleh Menentang Jepang dan Belanda di Mandar 1942-1947. Makassar: Arus Timur.

Arsip Abd. Rachman Tamma (Arsip ART)

Arsip Legium Veteran Republik Indonesia (Arsip LVRI).

Arsip Muhammad Riri Amin Daud 1945-1985 (Arsip MRAD)

Arsip Negara Indonesia Timur 1946-1950 (Arsip NIT)

Arsip Propinsi Sulawesi 1946-1950 (Arsip PS)

Batong, Hermin. 2011. Peranan Hj. Sitti Maemunah dalam Perjuangan Kemerdekaan di Daerah Mandar 1945-1950 dalam Syahrir Kila (ed). Tiga Srikandi Pejuang dari Mandar-Sulawesi Barat. Makassar: BPSNT dan Dian Istana. Hlm. 77-126.

Idham & Sarpillah. 2010. Sejarah Perjuangan Pembentukan Provinsi Sulawesi Barat. Solo: Zada Haniva Publishing.

Kadir, Harun dkk. 1984. Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia di Sulawesi Selatan (1945-1950). Ujung Pandang: Bappeda Tk.I Provinsi Sulawesi Selatan Universitas Hasanuddin.

Kementerian Penerangan. 1953. Republik Indonesia Propinsi Sulawesi.

Pawiloy, Sarita. 1989. Arus Revolusi 45 di Sulawesi Selatan. Ujung Pandang: Dewan Harian Daerah Angkatan 45 Provinsi Sulawesi Selatan.

Poelinggomang, Edward L, dkk. 2005. Sejarah Sulawesi Selatan Jilid 2. Makassar: Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan MSI Cabang Provinsi Sulawesi Selatan.

Said, Natsir dkk. 1979. SOB 11 Desember 1946 sebagai Hari Korban 40.000 Sulawesi Selatan. Makassar: Team Penelitian Sejarah Perjoangan Rakyat Sulselra kerja sama Kodam XIV Hasanuddin, Unhas, dan IKIP UP.

Sinrang, A. Syaiful. 1994. Mengenal Mandar Sekilas Lintas: Perjuangan Rakyat Mandar Melawan Belanda 1667-1949. Ujung Pandang: Yayasan Kebudayaan Mandar Rewata Rio.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.