Pola Konsumsi Fast Food, Aktivitas Fisik dan Faktor Keturunan Terhadap Kejadian Obesitas (Studi Kasus pada Siswa SD Negeri 01 Tonjong Kecamatan Tonjong Kebupaten Brebes)

Prita Swandari, Oktia Woro Kasmini Handayani, Siti Baitul Mukarromah

Abstract


Dalam siklus hidup manusia terdapat masa-masa yang sangat rentan terhadap kondisi status gizinya. Secara umum dipahami bahwa gizi yang paling baik untuk bayi adalah Air Susu Ibu (ASI). Bayi 6 bulan dianjurkan unuk diberikan ASI saja tanpa ditambah makanan pendamping apapun. Pemberian MP-ASI kurang tepat akan menyebabkan status gizi kurang,status gizi buruk dan status gizi lebih. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan karakteristik ibu dalam pemberian MPASI dini terhadap status gizi balita usia 6-24 bulan di Puskesmas Umbulharjo 1 Yogyakarta. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak yang berusia 6-24 bulan yang berada di Puskesmas Umbulharjo I yang mendapatkan MP ASI dini yaitu 394 anak. Sampel berjumlah 80 anak. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan Chi-square, dan multivariat menggunakan uji Regressi Logistik Ganda. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pendidikan Ibu  p-value sebesar 0,004 <α (0,05), status pekerjaan Ibu p-value sebesar 0,000 <α (0,05), pendapatan keluarga p-value sebesar 0,001 <α (0,05) terhadap status gizi, dan tidak ada hubungan antara Umur Ibu terhadap status gizi p-value sebesar 0,778 >α (0,05). Hasil regresi logistik pekerjaan ibu merupakan variable paling dominan mempengaruhi Ibu dalam pemberian MPASI terhadap status gizi anak p-values sebesar 0,000 <α (0,05). Pemberian MPASI dini akan meningkatkan resiko balita dengan gizi kurang. Memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu yang memiliki balita tentang pentingnya peran orang tua dalam pemberian MP ASI secara tepat adalah solusi untuk meningkatkan angka pemberian ASI Eksklusif pada balita.

In the human life cycle there are very vulnerable times to the state of nutritional status. It is generally understood that the best nutrition for babies is breast milk. Baby aged 6 months is recommended for breastfed alone without any complementary food. Inadequate provision of MP-ASI will result in malnutrition, underweight nutritional status and overweight nutritional status. The purpose of this study is to determine whether there is a correlation between mothers’ characteristics in the early preparation of MPASI and nutritional status of children aged 6-24 months in the Work Area of Umbulharjo PHC 1 Yogyakarta. This study had  a type of quantitative study with Cross Sectional approach. The populations in this study were all children aged 6-24 months in Umbulharjo I PHC who got early complementary food as many as 394 children. The samples were 80 children. The instrument used here was questionnaire. The data were analyzed by univariate, bivariate by using Chi-square, and multivariate by using Multiple Logistic Regression test. The study results showed that there was a significant correlation between mothers’ education with p-value of 0,004 < α (0,05), mothers’ employment status with p-value of 0,000 < α (0,05), family income with p-value of 0,001 <α (0.05) and nutritional status, and there was no correlation between maternal age and nutritional status with p-value of 0.778 > α (0.05). Result of logistic regression showed that mothers’ employment was the most dominant variable that affected the mothers in giving MP-ASI on nutritional status of children with p-value of 0.000 < α (0,05). Early MP-ASI would increase the risk of underweight under-five children. Providing counseling to mothers who have under-five children on the importance of parenting roles in the proper delivery of MP-ASI is a solution to increase exclusive breastfeeding rates among under-five children

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.