Analisis Pengaruh Fase Pengobatan, Tingkat Depresi dan Konsumsi Makanan Terhadap Status Gizi Penderita Tuberkulosis (TB) Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas se-Kecamatan Genuk Kota Semarang

Nurjannah Nurjannah, I Made Sudana

Abstract


Infeksi Mycobacterium tuberculosis dapat menyebabkan penurunan berat badan. Status gizi yang buruk meningkatkan resiko infeksi dan penyebaran penyakit tuberculosis (TB). Selain itu, seseorang yang telah didiagnosis dengan penyakit TB paru akan secara langsung maupun tidak langsung mengubah pola kesehariannya. Kenyataan harus mengonsumsi obat sepanjang hidupnya menyebabkan lama kelamaan sebagian dari  penderita TB Paru akan mengalami depresi.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung fase pengobatan, tingkat depresi dan konsumsi makanan terhadap status gizi penderita TB paru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study serta menggunakan analisis jalur (Path Analysis). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien TB paru yang terdaftar sebagai pasien rawat jalan di Wilayah Kerja Puskesmas Se-Kecamatan Genuk sejumlah 46 orang, sedangkan sampelnya menggunakan sampel minimal sejumlah 30 orang yang tersebar di 2 puskesmas yaitu Puskesmas Bangetayu dan Puskesmas Ganuk. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukan fase pengobatan berpengaruh langsung terhadap kadar hemoglobin sebesar 15,7% dan kadar albumin sebesar 34,9%, namun fase pengobatan tidak berpengaruh langsung terhadap IMT dan LILA. Tingkat depresi tidak berpengaruh langsung terhadap IMT, LILA, kadar albumin dan kadar hemoglobin. Konsumsi makanan berpengaruh secara langsung terhadap IMT sebesar 40,1%, LILA sebesar 29,6% dan kadar hemoglobin sebesar 23,3%, namun konsumsi makanan tidak berpengaruh secara langsung terhadap kadar albumin. Fase pengobatan berpengaruh secara tidak langsung terhadap kadar hemoglobin yaitu melalui konsumsi makanan sebesar 7%. Sehingga pengaruh total fase pengobatan, tingkat depresi dan konsumsi makanan terhadap IMT sebesar 40,1%, LILA sebesar 29,6%, kadar hemoglobin sebesar 46% dan kadar albumin sebesar 34,9%.

Mycobacterium tuberculosis infections can cause weight loss. Poor nutritional status increases the risk of infection and spread of the disease tuberculosis (TB). In addition, someone who has been diagnosed with pulmonary TB disease will either directly or indirectly change the pattern of her everyday.  The fact should be taking drugs all his life cause he Pulmonary TB sufferers from some will experience depression. The purpose of this study was to analyze the effect of direct and indirect influences of the treatment phase, the level of depression and food consumption against pulmonary TB  sufferer nutritional status. This research uses a quantitative approach with approach Cross Sectional Study and using path analysis (Path Analysis). The population in this research is the entire pulmonary TB patients are registered as outpatients Clinics in the region all-Sub Genuk a number of  46 people, while the number of the samples use the sample at leasta number of 30 people scattered 2 clinics Bangetayu health centersand clinics, namely Ganuk. Sampling is done by accidental sampling techniques. The research results show the phases of the treatment effect directly against the levels of hemoglobin and albumin levels 15.7% of 34.9%, however the treatment phase has no effect directly against the IMT and LILA. The rate of depression has no effect directly against the IMT, LILA, the levels  of albumin and hemoglobin levels. Food consumption take effect directly against IMT amounting to 40.1%, LILA of 29.6% and hemoglobin levels of 23.3%, but do not affect food consumption directly against the levels of albumin. Phases of treatment effect in directly against the levels of hemoglobin that is through food  consumption amounted to 7%. So the influence of the total phase of the treatment, the level of depression and food consumption towards IMT of 40.1%, LILA of 29.6%, 46% of hemoglobin levels and albumin levels amounted to 34.9%.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.