Peningkatan Kesadaran Konservasi Perilaku Peduli Lingkungan bagi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan

Ayub Budhi Anggoro

Abstract


Sampah merupakan ancaman bagi kelangsungan lingkungan hidup manusia dan makhluk lainnya. Sampah jika tidak ditangani akan menjadi bencana. Indonesia merupakan negara penghasil sampah terbesar kedua di dunia setelah China. Sampah tidak hanya merusak daratan tetapi juga lautan. 80% sampah di laut berasal daratan. Pertumbuhan populasi penduduk, perubahan pola konsumsi, dan ketidakpedulian terhadap lingkungan merupakan faktor-faktor penumpukan sampah. Faktor-faktor tersebut disebabkan karena kurangnya kesadaran konservasi dan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Pengabdian bertujuan untuk meningkatkan kesadaran konservasi dan perilaku peduli lingkungan hidup siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pengabdian dilakukan dengan sosialisasi UU No.18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah. Sosialisasi dilaksanakan dengan metode ceramah. Evaluasi dilakukan dengan memberikan angket sebelum dan sesudah dilakukan sosialisasi. Hasil pengabdian menunjukkan signifikansi sebesar 0,000 yaitu kurang dari taraf signifikansi (α) sebesar 0,05. Hasil tersebut berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kesadaran konservasi dan perilaku peduli lingkungan hidup sebelum dan sesudah dilakukan sosialisasi. Tabel t menunjukkan t hitung bernilai negatif, yaitu -8,224 yang berarti rata-rata sebelum lebih rendah dibandingkan setelah dilaksanakan sosialisasi.

Garbage is a challenge for humanity. Waste if not planned will be a disaster. Indonesia is the biggest waste producing country in the world after China. Garbage does not only damage land but also the ocean. 80% of waste in the sea is allocated to land. Regarding population, changes in consumption patterns, and environmental indifference are factors in waste collection. Concerning factors due to lack of awareness and concern for the environment. Vocational High School (SMK). The dedication was carried out with the socialization of Law No.18 of 2008 concerning waste management. The socialization was carried out using the lecture method. Evaluation is done by giving a questionnaire before and do socialization. The result of dedication shows a significance of 0,000, which is less than the significance level (α) of 0.05. These results indicate a significant difference between awareness of the environment and life prior to socialization. Table t shows the t value is negative, which is -8,224 which means the average before is lower than after the socialization.


Keywords


Pengelolaan Sampah; Kesadaran Konservasi; Lingkungan Hidup

References


Jambeck, J. R., Geyer, R., Wilcox, C., Siegler, T. R., Perryman, M., Andrady, A., … Law, K. L. (2015). Plastic waste inputs from land into the ocean. 5.

Rahmadi, T. (2011). Hukum Lingkungan di Indonesia. Jakarta: Rajagrafindo

Persada.

Safitri, P. A., Purba, W. S., & Zulkifli, M. (2018). Statistik Lingkungan Hidup Indonesia 2018 (N. Iriana, A. Apriyanto, & N. Supriyani, Ed.). Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Undang-Undang No.18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Yossinia. (2016). Kepedulian Siswa dalam Lingkungan Sebagai Outcome Program Adiwiyata di SMA N 14 Padang. Jurnal Ilmiah Mahasiswa.


Full Text: PDF

DOI: 10.15294/rekayasa.v17i1.21429

Refbacks