KAREKTERISTIK DAN UJI PEMBAKARAN BIOPELET CAMPURAN CANGKANG KELAPA SAWIT DAN SERBUK KAYU SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF TERBARUKAN

Muhammad Gifani Al Qadry, Danang Dwi Saputro, Rahmat Doni Widodo

Abstract


Energi tak terbarukan ketersediannya sangat terbatas sehingga apabila energi ini habis maka tidak dapat diperbarui kembali. Perlu adanya energi terbarukan untuk mengatasi masalah ini. Biopelet adalah salah satu bahan bakar terbarukan yang berasal dari biomassa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan kualitas dari biopelet campuran cangkang kelapa sawit dan serbuk kayu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen. Komposisi campuran bahan baku cangkang kelapa sawit dan serbuk kayu yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100% : 30%, 70% : 30%, 50% : 50%, dan 30% : 70%. Pembuatan biopelet menggunakan mesh 80 dengan tekanan 200      . Hasil pengujian karakteristik biopelet dari campuran cangkang kelapa sawit dan serbuk kayu diperoleh 7,6 - 11 % kandungan kadar air, 67,6 - 68,08 % kandungan kadar zat terbang, 1,53 - 2,57 % kadar abu, 19,38 - 22,23 % nilai karbon terikat, 3563,05 - 4366,73 kal/g nilai kalor, dan 1,03 – 1,32 g/cc nilai kerapatan. Biopelet dengan kualitas terbaik terdapat pada jenis biopelet D dengan persentasi 30 % cangkang kelapa sawit dan 70 % serbuk kayu. Biopelet D adalah biopelet dengan laju pengurangan massa terlama, habis terbakar sampai dengan menit 26.

Keywords


biopelet,cangkang kelapa sawit, serbuk kayu, karakteristik bahan baku, pembakaran.

References


Asosiasi pengusaha cangkang sawit riau. 2013. Cangkang sawit. www.aspacasri.org/artikel/cankangsawit. 15 November 2017. (19.30).

Rahman. 2011. Uji keragaan biopelet dari biomassa limbah sekam padi (Oryza sativa sp.) sebagai bahan bakar alternatif terbarukan. Fateta, IPB, Bogor, Jurnal Rekayasa Mesin 4(3): 199-203.

Abelloncleanenergy. 2009. Cofiring with biopellets: An efficient way to reduce greenhouse greenhouse gas emissions. India: Abellon.

Septiandy, M. M. 2015. Prototipe Pengering Biomassa Tipe Rotari (Analisis Berdasarkan Ukuran Partikel dan Komposisi Campuran Bahan Baku Terhadap Kualitas Produk). Tugas Akhir. Politeknik Negeri Sriwijaya. Palembang.

Jonnson A. 2006. Planning for Incresed Bioenergy Use – Strategies for Minimising Enviromental Impacts and Analysing the Qonsequences. Tesis. Swedish University of Agricultural Sciences. Sweden.

Bantacut, T., D. Hendra., dan R. Nurwigha. 2013. Mutu Biopelet dari Campuran Arang dan serabut cangkang sawit. Jurnal Teknologi Industri Pertanian 23 (1): 1-12.

Sa’adah, W. A. 2014. Pemanfaatan Limbah Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Dan Serbuk Kayu Mahoni Sebagai Bahan Baku Biopelet. Skripsi. Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Saputro, D. D. 2009. Karakteristik Pembakaran Briket Arang Tongkol Jagung. Jurnal Kompetensi Teknik, 1(1).

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Fuwape JA, Akindele SO. 1997. Biomass yield and energy value of some fast growing multi purpose trees in Nigeria. Biomass Energy, 12(2): 101-106.

Sudarja. 2009. Analisis Rekayasa dan Karakterisasi Briket Bahan Bakar dari Limbah Serat Kenaf. Jurnal Ilmiah Semesta Teknika, 12(1): 92-98.

Borman, G.L, dan Ragland, K.W. 1998. Combustion Engineering, Singapore: McGraw-Hill Book Co


Full Text: PDF

DOI: 10.15294/sainteknol.v16i2.16176

Refbacks

  • There are currently no refbacks.