MODEL SPASIAL KETERSEDIAAN AIRTANAH DAN INTRUSI AIR LAUT UNTUK PENENTUAN ZONE KONSERVASI AIRTANAH

- Sriyono, Nur Qudus, Dewi Liesnoor Setyowati

Abstract


Airtanah merupakan sumberdaya air yang paling baik untuk air bersih danair minum. Kebutuhan airtanah selalu meningkat sesuai dengan pertambahanpenduduk. Peningkatan pengambilan airtanah pada kawasan pantai memacuterjadinya intrusi air laut, atau masuknya air laut ke air tawar. Tujuan umumpenelitian membuat model spasial ketersediaan airtanah dan intrusi air laut padakawasan pantai. Penelitian dilakukan di kawasan pantai Kota Semarang. Datameliputi: data fisik lahan, data hasil booring, karakteristik fisik airtanah, kedalamanmuka freatik, fluktuasi airtanah, sifat fisik airtanah, dan karakteristik akifer. Peralatanpenelitian berupa satu set alat geolistrik, GPS, EC-meter, dan Notebook. Pemilihandan pengukuran sampel sumur dan pendugaan geolistrik dengan teknik stratifiedpurposive sampling. Analisis meliputi uji kualitas air, analisis geolistrik dengansclumberger, sebaran intrusi, kedalaman dan arah aliran airtanah. Kondisi air sumurdi Pantai Semarang sebagian besar berasa payau sampai asin, dengan nilai DHLberkisar antara (6.448,1-5,7) ms/cm. Akifer bebas pada kawasan pantai Semarangtersusun material aluvium campuran dengan batupasir dengan lempung, pada bagianbawah terdapat lapisan akuitard dan lapisan kedap berupa akuiclud berupa materiallempung. Analisis hubungan antara ketersediaan dengan arah perkembangan wilayahmenghasilkan zone konservasi dalam enam zona, yaitu zone kritis, zone rawan, zoneaman 1, zone aman 2 zone aman 3, zone aman 4. Saran penelitian perlu dilakukanpemeliharaan dan pembatasan penggunaan airtanah, upaya mencari sumber airtanah,peningkatan cadangan airtanah dengan konservasi vegetatif, membuat embung,sumur resapan, biopori.

Kata Kunci: akifer, intrusi, konservasi


Full Text: PDF

DOI: 10.15294/sainteknol.v8i2.326

Refbacks

  • There are currently no refbacks.