POTENSI AVICENNIA MARINA SEBAGAI FITOREMIDIASI LOGAM CU PADA TAMBAK BANDENG WILAYAH TAPAK SEMARANG

Nana Kariada TM

Abstract


Mangrove yang tumbuh di ujung sungai besar berperan sebagai penampung terakhir bagi limbah dari industri di perkotaan dan perkampungan hulu yang terbawa aliran sungai. Area hutan mangrove akan menjadi daerah penumpukkan limbah, terutama jika polutan yang masuk ke dalam lingkungan estuari melampaui kemampuan pemurnian alami oleh air. Penelitian dilakukan di pertambakan bandeng pada ekosistem mangrove Wilayah Tapak Kota Semarang. Desain yang digunakan dalam peneltian ini adalah deskriptif eksploratif. Data yang digunakan berupa: logam Cu pada akar dan daun mangrove, serta air dan sedimen tambak. Dari hasil penelitian dapat diketahui kandungan logam Cu pada air untuk semua setasiun menunjukkan hasil rata-rata 0,06 mg/l, sedangkan pada sedimen berkisar antara 39,32-56,19 mg/kg. Pada akar berkisar antara 7,62-40,59 mg/kg, daun 3,92-17,65 mg/kg. Faktor Konsentrasi pada sedimen dan air tambak pada hari ke 1 dan 30 sebesar 685 dan 821,17. Berdasarkan perhitungan BCF menunjukkan hasil adanya kemampuan akar (0,18-0,52) dan daun (0,15-0,22) dalam mengakumulasi logam Cu dari sedimen lingkungan tempat hidupnya. Daun dan akar A. marina mempunyai TF antara 0,43-0,83. Hal ini dimungkinkan karena daun A. marina mampu mengakumulasi dan menanggulangi toksik logam Cu. Kesimpulan dari penelitian ini ialah mangrove dari jenis A. marina di Wilayah Tapak Kota Semarang dapat berperan sebagai fitoremidiator logam Cu di perairan tambak. Terdapat interaksi logam Cu antara akar A. marina dengan sedimen tambak bandeng di wilayah Tapak Semarang, dengan perhitungan BCF antara akar dan sedimen 0,18-0,52. Terdapat interaksi antara paparan logam Cu di sedimen dengan konsentrasi logam Cu pada daun tanaman mangrove dengan BCF 0,15-0,22.

Keywords


Fitoremidiasi, Avicennia marina, logam Cu

Full Text: PDF

DOI: 10.15294/sainteknol.v12i2.5413

Refbacks

  • There are currently no refbacks.