Pelatihan Pembuatan Serbuk Jahe Instan dan Branding “Kembang Sari Jahe” bagi Anggota Kelompok Wanita Tani Margi Utami di Desa Kembangsari Kecamatan Kandangan Kabupaten Temanggung

Sofyan Al Aziz(1), Difa Rahmatika(2), Miselia Kusuma(3),


(1) Universitas Negeri Semarang
(2) Universitas Negeri Semarang
(3) Universitas Negeri Semarang

Abstract

Abstrak. Dalam rangka pemberdayaan sumber daya manusia dan sumber daya alam guna meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Kembangsari, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, dikembangkan berbagai subsektor. Salah satu pengembangan subsektornya adalah perkebunan rempah sebagai alternatif upaya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat tani. Pengembangan subsektor perkebunan tersebut perlu diupayakan, terutama dalam hal pengolahan hasil perkebunan rempah sebagai komponen usaha perkebunan sehingga diharapkan dapat meningkatkan taraf perekonomian masyarakat, khususnya kelompok wanita tani. Oleh karena itu, tim KKN UNNES GIAT 3 Desa Kembangsari mengadakan pelatihan Pembuatan Serbuk Jahe dan Branding “Kembang Sari Jahe” bagi Anggota Kelompok Wanita Tani sebagai salah satu inovasi baru dalam hal pengolahan hasil perkebunan rempah agar memiliki daya saing lebih di pasaran. Pada pelatihan ini, diadakan program pelatihan pembuatan serbuk jahe dan branding “Kembang Sari Jahe” sebagai produk inovasi baru khas desa Kembangsari. Metode yang dilakukan adalah ceramah, demonstrasi cara, dan demonstrasi hasil. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan dalam proses pembuatan serbuk jahe dan branding produk dengan nama “Kembang Sari Jahe” sebagai produk khas desa Kembangsari. Hasil kegiatan ini berupa kemampuan anggota kelompok wanita tani untuk membuat dan memasarkan produk serbuk jahe. Abstract. In the context of empowering human and natural resources to improve the community's economy in Kembangsari Village, Kandangan District, Temanggung Regency various sub-sectors were developed, one of which was the development of the spices plantation sub-sector as an alternative effort to improve the welfare of the farming community. The development of the plantation sub-sector needs to be pursued especially in terms of the processing of spice plantation products as a component of the plantation business which is expected to be able to increase the economic level of the community, especially women farmer groups. For this reason, the UNNES GIAT 3 KKN team in Kembangsari Village held training on making ginger powder and branding "Kembang Sari Jahe" for members of women farmer groups as one of the new innovations in terms of processing spice plantation products so that they have more competitiveness in the market. In this training, a training program was held for making ginger powder and branding "Kembang Sari Jahe" as a new innovative product typical of Kembangsari village. The methods used are lectures, method demonstrations, and results demonstrations. This activity is intended to provide understanding and skills in the process of making ginger powder and product branding with the name "Kembang Sari Jahe" as a typical product of Kembangsari village. The result of this activity is the ability of members of the Women's Farmer Group to make and market ginger powder products.Keywords: branding, ginger powder, spices  

Full Text:

PDF

References

Brugnera, D.F. (2011). Ricotta: Microbiological quality and use of spices in the control of Staphylococcus aureus. 106 p. Dissertation (Master’s in Food Science) - University of Lavras, Lavras, Brazil.

Hector R., Juliani; Simon, James E.; Ramboatiana, M. M. Roland; Behra, Olivier; Garvey, Alison S.; Raskin, Ilya. (2004). Malagasy Aromatic Plants: Essential Oils, Antioxidant and Antimicrobial.

Helmalia, A.D., Putrid, Dirpan, A. (2019). Potensi Rempah-Rempah Tradisional sebagai Sumber Antioksidan Alami untuk Bahan Baku Pangan Fungsional. Canrea Journal, 2 (1), 26-31.

Maryani H, Kristiana L. (2004). Tanaman Obat untuk Influenza. Jakarta: Agromedia Pustaka.

Ong, H.C., Bunga Lawang. In H.C., Ong. (2008). Rempah-Ratus: Khasiat Makanan & Ubatan. Kuala Lumpur: Utusan Publication & Distributors .

Pratiwi, Eka. (2014). Studi Pembuatan Teh Daun Benalu Kopi (Loranthus Parasiticus) Dengan Tingkat Konsentrasi Sari Belimbing Wuluh sebagai Minuman Fungsional. Thesis, Padang: Universitas Andalas.

Purnama, H., Jaya, F., & Widjanarko,S. (2010). The Effects of Typeand Time of Thermal Processingon Ginger (Zingiberofficinale Roscoe) Rhizome Antioxidant Compounds and its Quality. International Food Research Journal, 17, 335–347.

Qin B, Panickar KS, Anderson RA. (2010). Cinnamon: Potential role in the prevention of insulin resistance, metabolic syndrome, and type 2 diabetes. Journal of Diabetes Science and Technology, 4(3), 685-693.

Santoso, H. B. (1988). Kapulaga. Yogyakarta: Kanisius.

Syahyuti. (2007). Kebijakan Pengembangan Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Sebagai Kelembagaan Ekonomi di Pedesaan. Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian. Vol 5 No. 1.

Wildman, R. E. (Ed.). (2001). Handbook of Nutraceuticals and Functional Foods. Boca Raton: CRC press.

Wulandari, Niken. (2018). Kajian Aktivitas Antioksidan Ekstrak Jahe pada es Krim. Thesis. Universitas Muhammadiyah Malang.

Yang, J.F., Yang, C.H., Chang, H.W., Yang, C.S., Wang, S.M., Hsieh, M.C., and Chuang, L.Y. (2010). Chemical composition and antibacterial activities of Illicium verum against antibiotic-resistant pathogens. J. Med. Food, 13, 1-9.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Jurnal Bina Desa

Jurnal Bina Desa
p-ISSN 2715-6311  e-ISSN 2775-4375

Published by Pusat Pengembangan KKN, LPPM, Universitas Negeri Semarang
Support by Unnes Journals, part of the Universitas Negeri Semarang.

Unnes Logo