PERANAN PAGUYUBAN TIONGHOA PURBALINGGA DALAM PELESTARIAN TRADISI CAP GO MEHPERANAN PAGUYUBAN TIONGHOA PURBALINGGA DALAM PELESTARIAN TRADISI CAP GO MEH

Rina Fitriyani(1),


(1) SMA Hidayah Purbalingga Jawa Tengah Indonesia 49078

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan peran Paguyuban Tionghoa Purbalingga (PTP) dalam menjaga kebudayaan Tionghoa, khususnya tradisi Cap Go Meh. Sebelum  Paguyuban Tionghoa Purbalingga terbentuk, perayaan Cap Go Meh hanya dirayakan dalam lingkup keluarga dan di dalam rumah saja, akan tetapi setelah adanya Paguyuban Tionghoa Purbalingga tradisi ini dirayakan secara terbuka sehingga tidak hanya golongan Tionghoa yang merasakan akan tetapi juga masyarakat Purbalingga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan lokasi penelitian di kabupaten Purbalingga. Menggunakan bentuk analisis interaktif, penelitian ini menghasilkan fakta-fakta sebagai berikut. Bentuk-bentuk pelestarian tradisi Cap Go Meh meliputi perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan tradisi Cap Go Meh. Makna tradisi Cap Go Meh bagi masyarakat Tionghoa Purbalingga adalah wujud syukur, dan sarana berkumpul. Tradisi ini mengandung nilai 8 Jalan Kebenaran bagi golongan Tionghoa sesuai ajaran Tridharma Tionghoa yaitu kesetiaan (loyality), integritas (integrity), kesopanan (propriety), kebenaran moral (righteousness), kehormatan (honour), bakti (filial piety), kebajikan (kindness), kasih sayang (love).


The objective of this study is to describe the role of Chinese Society of Purbalingga (PTP) in conserving Chinese culture, especially the tradition of Cap Go Meh. Before the establishment of the Chinese Society of Purbalingga, Cap Go Meh was celebrated only in the sphere of family and home, but after the Chinese Society of Purbalingga was established, the tradition was celebrated openly so that not only the Chinese but also people of Purbalingga can feel its presence. The study method used is qualitative approach and the research sites is in the district Purbalingga. Using the form of interactive analysis, this research found the following facts. Preservation of Cap Go Meh tradition include these practices: protection, development, and utilization of Cap Go Meh tradition. The meaning of Cap Go Meh tradition for the Chinese community in Purbalingga is an act of gratitude, and means of assembly. Besides, this tradition contains the value of 8 way sof truth according to the teachings of the Chinese Tridharma, loyality, integrity,  propriety, righteousness, honor, filial piety, kindness, and love.

Keywords

Community; Conservation; Cap go meh traditio; Tionghoa; Purbalingga.

Full Text:

PDF

References

Brata, N.T. 2008. PT. Freeport Dan Tanah Adat Kamoro Kajian Teori-Teori Antropologi. Semarang: UNNES PRESS.

Chollin. 2008. Pentingnya Pelestarian Kebudayaan. http//www.forumbudaya.org. yang diakses pada tanggal 19 April 2009.

Freddy, S. 2007. Sejarah Yang Hampir terlupakan Dinamika Kehidupan Masyarakat Tionghoa Purbalingga.Buletin Dharma Mulia Media Informasi dan Komunikasi Masyarakat Tionghoa Purbalingga. Edisi 1- Juli 2007 . hlm. 6-8

Hariyono, P. 2006. Menggali Latar Belakang Streotip Dan Persoalan Etnis Cina Di Jawa, Dari Jaman Kekemasan, Konflik Antar Etnis Hingga Kini. Semarang: Mutiara Wacana.

Jusuf, I. 2008. WNI Suku Bangsa Tionghoa. http//debian.petra.journalis.ac.id.

Kaplan, D. dan R.A. Manners. 2003. Teori Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Koentjaraningrat. 1999. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan.

Listiyani, T. 2011. Partisipasi Masyarakat Sekitar Dalam Ritual di Kelenteng Ban Eng Bio Kecamatan Adiwerna. Jurnal Komunitas. 3 (1): 1-8.

Miles, M.B. dan A.M. Huberman. 1992. Analisis Data Kualitatif. Jakarta: UI Press.

Muin, I. 2006. Sosiologi SMA Jilid 2. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Nugraha, A. 2008. Membaca kepribadian Orang-Orang China. Jogjakarta : Garasi.

Ranjabar, J. 2006. Sistem Sosial Budaya Indonesia (Suatu Pengantar). Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia.

Ritzer, G. 2004. Teori sosiologi Modern. Jakarta: Prenada Media.

Soekanto, S. 1982. Teori Sosiologi Tentang Pribadi Masyarakat. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Wahyuningsih, D. 2006. Relasi Sosial Antara Etnik Tionghoa Dan Etnik Jawa (Studi Kasus Siswa SMA N I Purbalingga). Skripsi. Semarang: Fakultas Ilmu Sosial.

Winarta, F.H. 2007. Globalisasi Dan Sikap Organisasi Tionghoa. Dalam http://www.media perhimpunan INTI Suara Baru Edisi 14/III/Maret 200725. yang diakses pada tanggal 19 April 2009.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.