MAKNA SIMBOLIS BATIK PADA MASYARAKAT JAWA KUNA

Siti Maziyah(1), Mahirta Mahirta(2), Sumijati Atmosudiro(3),


(1) Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Semarang.
(2) Jurusan Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(3) Jurusan Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Abstract

This research aims to analyze symbolic meaning of batik in the ancient Javanese society. Next, it is also analyze whether the existence of batik can describe  cultures  in contemporary society. The research uses historical method in order to obtain field data and facts. Because of the required data consist of inscription which contains of sîma area in the Ancient Mataram Kingdom era made approximately in  IX-XV M,  so those data are collected either from Jakarta National Museum or pada National Library in  Jakarta. Then, interpretation is conducted to synthesize any field facts. The final stage is historiography, that is a writing process  of any available facts  becoming history writing. According to discussion above, it can be concluded that batik motif in the Ancient Javanese society has symbolic meaning  and it can be used as communication tools for contemporary society. The Ancient Javanese society realizes that from batik motif, it can be identified the social stratification of society.

 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna simbolis batik pada masyarakat Jawa Kuna.Kemudian, dianalisis juga tentang apakah melalui keberadaan batik itu dapat mendiskripsikan kebudayaan masyarakat sezaman.Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dalam upaya untuk mendapatkan data dan fakta yang ada di lapangan. Mengingat data yang dibutuhkan berupa prasasti yang berisi tentang daerah sîma pada masa Kerajaan Mataram Kuna yang dibuat sekitar abad IX-XV M, maka data-data tersebut “digali” di Museum Nasional Jakarta maupun pada Perpustakaan Nasional di Jakarta.Selanjutnya dilakukan interpretasi untuk mensintesiskan segala fakta yang terdapat di lapangan. Langkah terakhir adalah historiografi, yaitu proses penulisan segala fakta yang ada menjadi sebuah tulisan sejarah.Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa motif batik pada masyarakat Jawa Kuna itu memiliki makna simbolik dan dapat digunakan sebagai sarana untuk berkomunikasi bagi masyarakat sezaman.Masyarakat Jawa Kuna menyadari bahwa melalui motif-motif batik dapat diketahui stratifikasi sosial masyarakat.

 

Keywords

motif batik; prasasti; jawa kuno; kelas sosial

Full Text:

PDF

References

Ahimsa-Putra, Heddy Shri. 2009. “Fenomenologi Agama: Pendekatan Fenomenologi Untuk Memahami Agama”. Jurnal Penelitian Walisongo, XVII (2). Hlm. 1-33.

Puslitbang Arkenas. 2008. Metode Penelitian Arkeologi. Cetakan kedua. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.

Boechari. 1977. “Epigrafi dan Sejarah Indonesia”. Majalah Arkeologi, 1 (2).

Brandes, J. 1889. “Een Jayapatra of Acte van eene Rechterlijke Uitspraak van Ҫaka 849”. TBG, XXXII. Hlm. 98-149.

Brandes, J.L.A. 1913. “Oud-Javaansche Orkonden Negalaten Transcripties van Wijlen Dr. J.L.A. Brandes Uitgegeven door N.J. Krom”. VBG, LX.

Doellah, Santosa. 2002. Batik: Pengaruh Zaman dan Lingkungan. Surakarta: Danar Hadi.

Hamzuri. 1981. Batik Klasik. Jakarta: Djambatan.

Djumena, Nian S. 1990. Batik dan Mitra. Jakarta: Djambatan.

Koentjaraningrat. 1990. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Maziyah, Siti. 1992. “Pembatasan Usaha Perdagangan di Daerah Sîma Pada Abad X Masehi, Tinjauan Berdasarkan Kedudukan Daerah Sîma”. Skripsi. Jurusan Arkeologi Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada.

Maziyah, Siti. 2004. “Peran Perempuan Dalam Sektor Perdagangan dan Industri Batik di Yogyakarta Tahun 1900-1965”. Laporan Penelitian. Lembaga Penelitian Universitas Diponegoro, Semarang.

Poerwadarminta. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia.

Poesponegoro, Marwati Djoened dan Nugroho Notosusanto (Ed.). 1993. Sejarah Nasional Indonesia II: Jaman Kuna. Jakarta: Balai Pustaka.

Prasodjo, Tjahjono. 1987. “Prasasti Peradilan: Analisis Strutural dan Tinjauan Pelaksanaan Hukum Jawa Kuna”. Skripsi. Jurusan Arkeologi Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada.

Suyono, Ariyono dan Aminuddin Siregar. 1985. Kamus Antropologi. Jakarta: Akademika Pressindo.

Soekmono. 1993. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 2. Yogyakarta: Kanisius.

Susanto, S.K. Sewan. 1973. Seni Kerajinan Batik Indonesia. Jakarta: Balai Penelitian Batik dan Kerajinan, Lembaga Penelitian dan Pendidikan Industri, Departemen Perindustrian R.I.

Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1996. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi kedua. Jakarta: Balai Pustaka.

Zoetmulder, P.J. 2000, Kamus Jawa Kuna-Indonesia. Penerjemah Darusuprapta dan Sumarti Suprayitna.Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.