Abstract

ABSTRAK


 


Shofiyana, Barirotus 2022. Dampak Body Shaming terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 5 Tahun (Studi Kasus Anak Laki Laki Berambut Panjang di Desa Krasakageng Pekalongan). Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing R Agustinus Arum Eka Nugroho, S.Pd., M.Sn.


Kata Kunci    : Dampak, Body Shaming, Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Tahun.


Pria yang berambut panjang telah ada jauh sebelum masa sekarang dan umumnya dapat ditemui dalam suku-suku tertentu seperti suku Boti suku asli pulau timor, Atoni metu kabupaten timor tengah selatan. dan dalam kehidupan masyarakat tradisional, tentu ada alasan tersendiri mengapa rambut mereka dibiarkan panjang mulai dari alasan adat istiadat sampai alasan yang berhubungan dengan hal mistis atau arwah leluhur dan dimasa sekarangpun laki-laki berambut panjang sudah menjadi trend kekinian meski begitu,bagi masyarakat umum pria berambut panjang masih dinilai janggal. Terutama di beberapa daerah seperti salah satu contoh di Desa Krasakageng Kecamatan Sragi kabupaten Pekalongan, untuk lebih terarah saya mengambil contoh salah satu anak usia dini berjenis kelamin laki laki yang memiliki rambut panjang, mengapa dibiarkan panjang, dikarenakan alasan pantangan potong rambut oleh arwah leluhur sehingga keluarga tidak memotong rambutnya. Metode yang digunakan adalah metode study kasus, rancangan penelitian dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. Unit tunggal ini dapat berarti satu orang dengan lima informan pendukung, waktu pengumpulan data dilakukan mundur atau melihat kebelakang teknik pengumpulan datanya dokumentasi, observasi langsung, observasi terlibat (participant observation) tujuan dari peneitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dampak body shaming terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini di krasakageng Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan data, penulis memperoleh kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian mengenai ini. Peneliti menyimpulkan bahwa perkembangan anak dari aspek prososial dua aspek beum anak mampu anak kuasai yakni berbagi dan kerjasama, dari aspek self awareness anak sudah mampu menguasai seurus aspek dengan dampak positif dan negatifnya.