NILAI-NILAI YANG TERTANAM PADA MASYARAKAT DALAM KEGIATAN MASAMPER DI DESA LAONGGO

  • Meyltsan Herbert Maragani Prodi Pendidikan Seni Pascasarjana Universitas Negeri Semarang
  • Wadiyo Wadiyo Prodi Pendidikan Seni Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Abstract

Fenomena berkesenian masyarakat etnis Sangihe di desa Laonggo menjadi hal yang unik dan menarik. Dalam hal ini, Masamper diyakini tidak hanya sebagai sarana hiburan masyarakat  tetapi  juga  sebagai  sarana  untuk  berinteraksi.    Masalah  yang  dikemukakan dalam penelitian ini adalah nilai-nilai apa yang tertanam pada masyarakat dalam aktivitas interaksi yang terjadi dalam Masamper. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan  desain  penelitian  studi  kasus.  Teknik  pengumpulan  data  meliputi  observasi,wawancara  dan  studi  dokumen.  Hasil  penelitian  menunjukan  bahwa  nilai-nilai  yang tertanam pada masyarakat dalam kegiatan Masamper, terbentuk melalui proses interaksi yang terjadi pada saat kegiatan Masamper berlangsung. Interaksi dalam kegiatan Masamper merupakan interaksi simbolis yang ditandai dengan adanya tindakan yang didasarkan atas makna. Nilai-nilai yang tertanam pada masyarakat meliputi nilai religius, kerjasama, etika, kerukunan, cinta budaya, kedisiplinan, tenggang rasa, dan keindahan. Nilai-nilai tersebut tertanam  pada  masyarakat tidak hanya  melalui  lagu-lagu  yang  dinyanyikan,  tetapi  juga melalui aktivitas-aktivitas atau tindakan-tindakan yang dilakukan masyarakat pada saat berinteraksi dalam kegiatan Masamper.

Published
2017-02-27
Section
Articles