ANALISIS PRODUKSI MINYAK MENTAH INDONESIA DENGAN PENDEKATAN ERROR CORRECTION MODEL

  • Handar Aula Saputro Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi
Keywords: Error Correction Model, Cadangan Minyak Terbukti, Investasi Sektor Pertambangan, Teknologi, Produksi Minyak Mentah Indonesia

Abstract

Abstrak___________________________________________________________________Lifting minyak yang ditetapkan pemerintah tidak mampu dicapai oleh pelaku kontrak kerja sama membuat Indonesia mengalami penurunan produksi minyak mentah. Sementara itu investasi sektor pertambangan terus meningkat dan diikuti dengan masuknya teknologi VSIT di Indonesia diharapkan dapat mendongkrak produksi minyak mentah Indonesia Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah terdapat pengaruh antara cadangan minyak terbukti, investasi sektor pertambangan dan teknologi terhadap produksi minyak mentah Indonesia.Penelitian ini mengggunakan analisis regresi dengan Error Correction Model dengan uji prasyarat yaitu uji stasioneritas, uji statistik dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian diperoleh menunjukan bahwa dalam jangka panjang secara bersama-sama cadangan minyak terbukti, investasi sektor pertambangan, dan teknologi berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi minyak mentah Indonesia yang dibuktikan dari hasil uji F sebesar 34.76473 dan nilai prob. F-hitung (0,000000) < alpha 5%.. Nilai R2 = 0,782436 yang berarti bahwa 78,24% kemampuan variasi variabel bebas yang digunakan dalam model ini dapat menjelaskan variasi produksi minyak mentah di Indonesia. Sedangkan sisanya 21,46 persen dijelaskan oleh variabel lain di luar model yang digunakan dalam penelitian ini. Dalam jangka pendek cadangan minyak terbukti, investasi sektor pertmbangan, dan teknologi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap produksi minyak mentah Indonesia. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil uji F sebesar 3.533635 dan prob. F hitung (0.019178) < alpha 5%.Nilai R2 = 0.343617 yang berarti 34.36% kemampuan variasi variabel bebas yang digunakan dalam model ini dapat menjelaskan variabel terikat. Sedangkan sisanya 63.64% dijelaskan oleh variabel lain di luar model. Nilai ECT yang signifikan menunjukkan bahwa model jangka pendek dapat digunakan.Pada jangka panjang cadangan minyak terbukti tidak berpengaruh secara statistik terhadap produksi minyak mentah Indonesia. Sementara itu investasi sektor pertambangan dan teknologi berpengaruh secara statistik terhadap produksi minyak mentah Indnesia. Pada jangka pendek hanya investasi sektor pertambangan yang berpengaruh secara statistik terhadap produksi minyak mentah Indonesia. Sedangkan cadangan minyak terbukti dan teknologi tidak berpengaruh.

 

Abstract___________________________________________________________________Lifting oil set out the Government is unable to achieve the same employment contract actors make Indonesia experienced decreased production of crude oil. Meanwhile, the mining sector investment continued to increase and was followed with the introduction of technology in Indonesia expected to VSIT to boost crude production Indonesia this study aims to examine whether there is influence between proven oil reserves, mining sector investment and technology to the production of crude oil Indonesia.This research using regression analysis and Error Correction Model with test prerequisites i.e. stasioneritas test, test and test the assumptions of classical statistics. The results obtained showed that the long term proven oil reserves collectively, the mining sector investment, and technology influence positively and significantly to the production of crude oil from Indonesia as evidenced by F 34.76473 test results and value prob. F-count (0,000000) and alpha 5%. The value of R2 = 0,782436, 78,24% which means that the ability of the free variables of variations that are used in this model can explain variations in crude oil production in Indonesia. While remaining 21,46 percent is explained by other variables outside of the model used in this study. In the short run, the proven oil reserves pertmbangan sector investment, and technology influence positively and significantly to the production of crude oil is Indonesia. It is proved by the results of the test F of 3.533635 and prob. F count (0.019178) & lt; alpha 5%.The value of R2 = 0.343617 which means 34.36% variation of the ability of the free variable used in this model can explain the variables are bound. 63.64% while the rest is explained by other variables outside of the model. Value of ECT a significant short-term model shows that it can be used.On the long run oil reserves proved statistically has no effect on crude oil production in Indonesia. Meanwhile, the mining sector investment and technology movers and shakers are statistically against Indnesia crude production. In the short run only influential mining sector investment are statistically against the Indonesia crude oil production. While proven oil reserves and technology have no effect.

References

Ajija, Shocrul R et all. 2011. Cara Cerdas Menguasai Eviews. Jakarta: Salemba Empat.

Aprilta, Fanny. 2011. Analisis Dampak Fluktuasi Harga Minyak terhadap Variabel Makroekonomi dan Kebijakan Subsidi di Indonesia. Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Institut Pertanian Bogor.

Bulletin SKMigas. 2013. Tahun 2012 Kinerja Optimal Kondisi Hulu Migas. II Januari 2013. Hal 4.

Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. 2006. Buku Putih : Permasalahan Kritis Sektor Migas dan Dampaknya Bagi Perekonomian Indonesia. Jakarta : Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.

Gujarati, Damodar N. 2010. Dasar Dasar Ekonometrika. Buku 1. Jakarta : Salemba Empat.

________________ . 2012. Dasar Dasar Ekonometrika. Buku 2. Jakarta : Salemba Empat.

Hasan, Iqbal. 2002. Pokok – Pokok Materi Statistik 1 (Statistik Deskriptif). Edisi Kedua. Jakarta : Bumi Aksara.

__________. 2008. Pokok – Pokok Materi Statistik 2 (Statistik Inferensif). Edisi Kedua. Jakarta : Bumi Aksara.

Insukindro. 1991. Modul Ekonometrika Dasar. Yogyakarta : Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada

Irawan dan Suparmoko. 1998. Ekonomika Pembangunan. Edisi 5. Yogyakarta : BPFE

Jamli. 2012. Pengaruh Investasi dan Tenaga Kerja terhadap Produksi Batubara dan Pertumbuhan Ekonomi di Kutai Kartanegara. Jurnal Eksis. Vol 8, No.2.

Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral. 2011. Peluang investasi Sektor ESDM. Jakarta : Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Partowidagdo, Widjajono. 2003. Manajemen dan Ekonomi Minyak dan Gas Bumi. Bandung : Program Studi Pembangunan ITB.

Rikadi, Nosami. 2007. Mendeteksi Pengaruh Harga Minyak Bumi Terhadap Krisis Harga. Business and Management Journal Bunda Mulia. Vol 3, No 2.

Sanusi, Bachrawi. 2004. Potensi Ekonomi Migas Indonesia. Jakarta : Rineka Cipta.

Suhartati, J dan Fathorrozi. 2003. Teori Ekonomi Mikro. Jakarta : Salemba Empat

Sukirno, Sadono. 2010. Mikroekonomi Teori Pengantar. Edisi Ketiga. Jakarta : Raja Grafindo Persada. ______________. 2010. Makroekonomi Teori Pengantar. Edisi Ketiga. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Tsirimokos, Christos. 2011. Price and Income Elasticities of Crude Oil Demand : The Case of Ten IEA Countries. Thesis. Department Economics. Swedish University of Agriculture Science.

http://stud.epsilon.slu.se (diakses 24 September 2013)

Published
2014-04-01
How to Cite
Saputro, H. (2014). ANALISIS PRODUKSI MINYAK MENTAH INDONESIA DENGAN PENDEKATAN ERROR CORRECTION MODEL. Economics Development Analysis Journal, 3(1). https://doi.org/10.15294/edaj.v3i1.3513