KAJIAN INTRUSI AIR LAUT DI KAWASAN PESISIR KECAMATAN REMBANG KABUPATEN REMBANG

  • Ahmad Nurrohim Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
  • Tjaturahono Budi Sanjoto Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
  • Wahyu Setyaningsih Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Keywords: assessment, intrusion of sea water, the coastal area

Abstract

Pertambahan penduduk mendorong perubahan tak terbatas pada jumlah penduduk, Penelitian ini Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengetahui:  (1)  Bagaimana  distribusi  spasial  daerah yang terkena  dampak  intrusi  air  laut  di  daerah penelitian?;  (2)  Faktor-faktor  apa  saja  yang mempengaruhi  terjadinya  intrusi  air  laut  di  daerah  penelitian?.  Pengambilan  sampel dilakukan  dengan  teknik purposive  sampel  atau sampel  acak   yaitu 30 sampel  air  sumur serta  penduduk sebanyak 90 orang. Metode  pengumpulan  data  dengan  observasi, wawancara,  dokumentasi  dan  uji  laboratorium.  Teknik analisis  data  yang digunakan  yaitu deskriptif,  komparatif  dan  overlay  peta.  Hasil  penelitian  menunjukkan  disribusi  spasial daerah yang terkena dampak intrusi air laut di daerah penelitian dapat dibedakan menjadi 3 zona  yaitu :  (1)  Zona tidak terpengaruh  intrusi  air  laut  dengan  luas  2.952,98 ha;  (2)  Zona dengan pengaruh intrusi air laut tinggi seluas 2.095,64 ha; (3) Zona dengan pengaruh intrusi air laut sedang seluas 913,38 ha. Jadi daerah penelitian yang terkena dampak intrusi air laut seluas 3009,02 ha atau 50,47% dari luas daerah penelitian. Di daerah penelitian faktor yang mempengaruhi intrusi air laut berdasarkan analisis overlay peta adalah kondisi geologi pada material alluvium, kondisi geohidrologi pada akuifer dangkal dengan produktifitas sedang, kondisi  penggunaan  lahan  tambak dan  daerah  dengan  kepadatan  penduduk yang tinggi. Faktor  jarak dari  garis  pantai  cenderung belum  cukup untuk mempengaruhi  terjadinya intrusi  air  laut  di  daerah  penelitian  Hal  tersebut  dapat  dijelaskan  karena  ada  beberapa sampel yang jauh dari garis pantai tapi terkena dampak intrusi air laut dan satu sampel yang dekat garis pantai tapi tidak terkena dampak intrusi air laut. 
This study aims to determine: (1) How does the spatial distribution of the affected areas ofseawater  intrusion  in the  study  area?.  (2)  What  factors  are  influencing the  occurrence  ofseawater  intrusion  in the study area?. Sampling was conducted with a purposive samplingtechnique  or  a  random  sample  of  30 well  water  samples  and  a  population  of  90 people.Methods of data collection by observation, interviews, documentation and test laboratories.Data  analysis  technique  used is  descriptive,  comparative  and overlay  maps.  The  resultsshowed spatial disribusi affected areas of seawater intrusion in the study area can be dividedinto three zones, namely: (1) Zone are not affected by seawater intrusion area 2952.98 ha,(2) Zone to the influence of high seawater intrusion area of  2095.64 ha, (3) Zone with theinfluence  of  sea  water  intrusion  is  an  area  of  913.38 ha.  So  the  study  area  affected byseawater  intrusion area of  3009.02 ha or 50.47% of the study area. In the  study of  factorsaffecting seawater  intrusion map overlay  analysis  is  based on geological  conditions  in thealluvium material, geohidrologi conditions in shallow aquifers with productivity being, thecondition of ponds and land use areas with high population density. The distance from theshoreline tend not enough to affect the occurrence of seawater  intrusion  in the study area.This can be explained because there are a few samples away from the coastline but affectedby  seawater  intrusion and one  sample  near  the  shoreline  but  are  not  affected by  seawaterintrusion.
Section
Articles