FAKTOR LINGKUNGAN, PERILAKU PERSONAL HYGIENE DAN PEMAKAIAN APD TERHADAP KEJADIAN LEPTOSPIROSIS

  • Grace Karina Rim Br Ginting Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang
Keywords: Leptospira, Leptospirosis; Lingkungan; Perilaku

Abstract

Demak memiliki kasus tertinggi di Jawa Tengah tahun 2020 yaitu sebanyak 108 kasus (IR 9,2 per 100.000 penduduk) dan 14 kematian (CFR 13%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara faktor lingkungan, perilaku personal higiene, dan pemakaian alat pelindung diri dengan kejadian Leptospirosis di Kabupaten Demak. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan rancangan case control dengan besar sampel 45 kasus dan 45 kontrol diambil dengan teknik proportionate stratified random sampling dan purposive sampling. Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan kondisi selokan (p=0,026), kondisi tempat sampah (p=0,030), keberadaan tikus (p=0,030), perilaku mencuci kaki (p=0,001), perilaku mencuci tangan (p=0,001), perilaku membersihkan diri di sungai (0,030), perilaku merawat luka (p=0,018), perilaku memakai sarung tangan (p=0,003), perilaku memakai alas kaki (p=0,013) dengan kejadian Leptospirosis. Simpulan penelitian adalah ada hubungan antara kondisi selokan, kondisi tempat sampah, keberadaan tikus, perilaku mencuci kaki, perilaku mencucui tangan, perilaku membersihkan diri di sungai, perilaku merawat luka, perilaku memakai sarung tangan dan perilaku memakai alas kaki dengan kejadian Leptospirosis.

Published
2022-04-29
How to Cite
Br Ginting, G. (2022). FAKTOR LINGKUNGAN, PERILAKU PERSONAL HYGIENE DAN PEMAKAIAN APD TERHADAP KEJADIAN LEPTOSPIROSIS. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 6(2). https://doi.org/10.15294/higeia.v6i2.53916