Abstract

Beberapa tahun  terakhir Indonesia mengalami kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) untuk memenuhi kebutuhan dan konsumsi harus dicari sumber energi alternatif yang terbarukan yaitu bioetanol. Bahan utama untuk produksi bioetanol  pada penelitian ini adalah kertas HVS bekas yang mengandung selulosa yang dapat dikonversi menjadi glukosa kemudian difermentasi membentuk etanol. Tinta pada kertas dihilangkan dengan perendaman larutan belimbing wuluh yang mengandung asam format dan diautoclave. Selanjutnya, delignifikasi menggunakan larutan batu kapur. Proses selulase menggunakan enzim selulase didapat dari jamur tiram. Proses fermentasi mengunakan ragi tape dan ragi roti . Terdapat perbedaan pada hasil keduanya, distilat ragi tape kandungan etanol lebih banyak dari pada distilat ragi roti.   Pada uji kimia dan fisika hanya ragi tape mengarah positif terdapat kandungan etanol Dipertegas dari hasil uji analisis mengunakan GC dan FTIR ragi tape dan ragi roti dengan kadar 0,54 : 0,02% etanol.