Abstract

Indonesia sebagai negara maritim memiliki potensi yang sangat besar.Salah satunya garam. Namun sayangnya kadar NaCl garam di Indonesia sangat rendah. Hal ini dikarenakan banyaknya impuritas pada garam. Solusi untuk menangani masalah tersebut adalah dengan metode rekristalisasi menggunakan zeolit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh ukuran zeolit, untuk mengetahuipengaruh waktu, serta untuk mengetahui pengaruh dosis zeolit pada proses pemurnian garam. Penelitian dilakukan dengan membagi sampel menjadi dua tahap yakni pertama kristalisasi tanpa penambahan zeolit dan tahap kedua kristalisasi dengan penambahan zeolit. Hasil yang diperoleh pada garam tanpa penambahan zeolit diperoleh kadar NaCl sebesar 82,3680%, kadar air sebesar 5,0077%, kadar ion Ca2+dan Mg2+masing- masing sebesar212 ppm dan 1245,924 ppm. Sedangkan pada garam dengan penambahan zeolit pada variasi ukuran butir zeolit kadar NaCl tertinggi yakni sebesar 96,1090% pada variasi dosis sebanyak 3 gram. Garam ini selanjutnya ditentukan kadar air, kadar ion Ca2+ dan Mg2+ dan penentuan struktur kristalnya. Kadar air diperoleh sebesar 2,7247 % dan kadar ion Ca2+ dan Mg2+ masing-masing diperoleh sebesar 9,0222 ppm dan 16,6467 ppm.